Blog Planet Wifi Router is designed as a study material for menperdalam about WI-MAX technology, Wifi, Wireless Internet. May be an asset to our progress sgucci: Internet

Sarana dan Prasarana tempat tongkrongan kedai kopi sambil belajar Dasar-dasar WIFI, Hotspot, dan dunia internet

HOT NEWS

Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts

HATI - HATI OS WINDOWS MENYEDOT BANDWITH

Apakah anda tahu kalau selama ini Windows memakai Bandwit kita 20%? iya memang bener, windows itu sebenarnya mencuri 20 persen dari jalur akses internet kita, kenapa? karena windows merupakan OS yang selalu menginginkan Up To Date seperti SP3 dan Service Pack, makanya dari pada itu dia sengaja update otomatis di background tasking kita, jadi Untuk
mengambil bandwidth kita kembali dan koneksi lebih cepat lakukan langkah berikut ini :

  1. Klik start, run trus ketik “gpedit.msc” (Tidak pakai tanda petik).
  2. Pada computer configuration - administrative template - klik Network.
  3. Klik Qos packet scheduler - Double Klik pada Limit Reservable Bandwith.
  4. Klik ENABLED reservable bandwith dan ubah settingannya ke 0 (nol)% habis itu Klik Apply dan Klik OK. Restart Komputer anda.
Tapi semua itu juga tergantung dengan kecepatan koneksi anda sendiri. Tips ini bisa
mempercepat koneksi anda jika memakai OS Windows XP dan Vista.

Load balance tiga modem di satu router (Ubuntu)


Load balance tiga modem di satu router (Ubuntu)

#!/bin/sh
# Dapet dari makassar-slackers.org
# moga-moga bisa ;-D
# Parameter Speedy 1
T1=speedy1
IF1=eth1
IP1=192.168.1.2
GW1=192.168.1.1
NET1=192.168.1.0/24
# Parameter speedy 2
T2=speedy2
IF2=eth2
IP2=192.168.2.2
GW2=192.168.2.1
NET2=192.168.2.0/24
# Parameter Speedy 3
T3=speedy3
IF3=eth3
IP3=192.168.3.2
GW3=192.168.3.1
NET3=192.168.3.0/24
ip route add $NET1 dev $IF1 src $IP1 table $T1
ip route add default via $GW1 table $T1
ip route add $NET2 dev $IF2 src $IP2 table $T2
ip route add default via $GW2 table $T2
ip route add $NET3 dev $IF3 src $IP3 table $T3
ip route add default via $GW3 table $T3
ip route add $NET1 dev $IF1 src $IP1
ip route add $NET2 dev $IF2 src $IP2
ip route add $NET3 dev $IF3 src $IP3
ip rule add from $IP1 table $T1
ip rule add from $IP2 table $T2
ip rule add from $IP3 table $T3
# +-------------------------------------------------------------+
# | Buat Admin |
# | Edit baris dibawah kalo ada modem yang tidak connect |
# | By Sadlie |
# +-------------------------------------------------------------+
# Jalan pake 3 modem -> IF1, IF2, & IF3
# kalo semua modem bisa dipake
ip route add default scope global nexthop via $GW1 dev $IF1 weight 1 nexthop via $GW2 dev $IF2 weight 1 nexthop via $GW3 dev $IF3 weight 1
# Jalan pake 2 modem -> IF1 & IF2
# kalo hanya modem 1 & 2 yang bisa dipake
# ip route add default scope global nexthop via $GW1 dev $IF1 weight 1 nexthop via $GW2 dev $IF2 weight 1
# Jalan pake 2 modem -> IF1 & IF3
# kalo hanya modem 1 & 3 yang bisa dipake
# ip route add default scope global nexthop via $GW1 dev $IF1 weight 1 nexthop via $GW3 dev $IF3 weight 1
# Jalan pake 2 modem -> IF2 & IF3
# kalo hanya modem 2 & 3 yang bisa dipake
# ip route add default scope global nexthop via $GW2 dev $IF2 weight 1 nexthop via $GW3 dev $IF3 weight 1

What Search Engine Sekunder ?


Apa yang dimaksud dengan search engine sekunder ini?
Mereka disebut search engine sekunder karena mereka mempunyai audience atau user yang lebih spesifik. Search engine yang masuk kedalam kelompok search engine sekunder ini biasanya memang dibuat dan ditujukan khusus untuk kalangan tertentu saja. Misalnya untuk pengguna dari negara-negara tertentu saja.
Search engine sekunder mungkin memang tidak memberikan traffik sebanyak search engine primer. Antara lain itu disebabkan oleh keterbatasan seperti yang sudah disebutkan diatas. Namun tentu ada satu keuntungan atau kelebihan yang dimiliki oleh search engine sekunder itu, apa?
Kalo kita analisa lagi kalimat diatas, maka kita akan mendapatkan jawabannya, yaitu? Search engine sekunder dibuat dan ditujukan untuk kalangan spesifik, yang artinya mereka punya audience atau user yang spesifik pula. Itu artinya? Jika kebetulan search engine tersebut memiliki audience yang sama dengan audience yang menjadi target kita, maka????
Maka traffik yang kita dapatkan dari search engine sekunder ini adalah memang traffik yang menjadi target utama kita. Itu artinya kita tidak perlu repot-repot lagi mencari orang-orang yang menjadi target utama kita. Kita cukup memfokuskan diri pada search engine sekunder yang mempunyai audience yang sama dengan audience yang menjadi target dari usaha SEO yang kita lakukan, betul?
Seperti juga search engine yang termasuk dalam kelompok primer, search engine sekunder ini juga mempunyai algoritma yang berbeda dalam hal merangking. Mereka mempunyai penekanan pada kriteria yang berbeda-beda dalam hal penentuan rangking. Ada yang lebih menekankan pada penggunaan keyword, sementara yang lain lebih menekankan pada link, dan seterusnya.
Search engine sekunder ini tidak bisa kita abaikan saat kita mulai membuat perencanaan SEO. Seperti yang sudah dikatakan tadi, walau mungkin traffik yang mereka berikan tidak sebanyak traffik dari search engine primer, namun traffik tetaplah traffik. Lycos, Miva, LookSmart, Ask.com, dan Espotting adalah contoh-contoh search engine yang termasuk dalam kelompok sekunder.

Cara Mengenal Hacking Wireless/WiFi/Hotspot dan Triknya Sgucci


Wi-Fi (Wireless Fidelity)
Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan”  teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, , dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”.
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN),  saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung denganinternet dengan menggunakan  akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Spesifikasi

Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat  dari 802.11, yaitu: 802.11a, 802.11b, 802.11g, and 802.11n. Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan nmerupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.

Spesifikasi Wi-Fi
SpesifikasiKecepatanFrekuensi
Band
Cocok
dengan
802.11b11 Mb/s2.4 GHzB
802.11a54 Mb/s5 GHzA
802.11g54 Mb/s2.4 GHzb, g
802.11n100 Mb/s2.4 GHz
b, g, n




Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu   dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless ). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi  yang diberikan pabrikan kepada perangkat  (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.
Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).
Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan edical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Kelebihan Wi-fi
Tingginya animo masyarakat -khususnya di kalangan komunitas Internet- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor.
  1. kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.
  2. pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.
Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut -yang dibangun oleh operator , penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan- dipicu faktor kedua, yakni  biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat. Juga salah satu kelebihan dari Wi-Fi adalah kecepatannya yang beberapa kali lebih cepat dari modem kabel yang tercepat. Jadi pemakai Wi-Fi tidak lagi harus berada di dalam ruang kantor untuk bekerja
Wi-fi Hardware
Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa
Wi-fi dalam bentuk PCI Wi-fi dalam bentuk USB
Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu
Ad-Hoc
Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa  terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 , tanpa harus membeli access point
Infrastruktur
Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).
Kelemahan pada wifi
Mudahnya dihacking oleh para hacer untuk mencuri password pengguna wi-fi
Cara adalah sebagai berikut:
Pertama kita harus mengetahui perbedaan antara jaringan Hub dan Switch:
* Pada jaringan hub semua data yang mengalir di jaringan dapat dilihat/diambil oleh  manapun yang ada di jaringan asalakan  tersebut merequest data tersebut, kalo tidak direquest ya tidak akan datang.
* Pada jaringan switch hanya  yang melakukan pertukaran data yang dapat melihat data tersebut, komputer2 lain tidak berhak merequest data tersebut.
Masalahnya adalah harga dari router hub dan switch tidak berbeda jauh sehingga kebanyakan tempat sekarang sudah menggunakan metode switch yang menyulitkan untuk network hacking.
Hacking ini menggunakan teknik:
  • Sniffing
  • ARP Poison Routing
Kedua Teknik di atas tidak akan bisa dicegah oleh firewall apapun di  korban, dijamin.
Important Note: ARP Poison Routing dapat meyebabkan denial of service (dos) pada salah satu / semua pada network anda
Kelebihan:
  1. Tidak akan terdeteksi oleh firewall tipe dan seri apapun  kelemahannya terletak pada sistem jaringan bukan pada komputernya
  2. Bisa mencuri semua jenis login password yang melalui server HTTP
  3. Bisa mencuri semua login password orang yang ada di jaringan Hub selama program diaktifkan
  4. Untuk ARP Poisoning bisa digunakan untuk mencuri password di HTTPS
  5. Semua programnya free
  6. Untuk jaringan Switch harus di ARP poisoning 1 persatu dan bandwidth anda akan termakan banyak untuk hal itu (kalo inet super cepat ga masalah)
  7. Ketahuan / tidak oleh admin jaringan di luar tanggung jawab saya
  8. Mulai dari sini anggap bahwa di network dalam kisah ini ada 3 , yaitu:
  9. Komputer Korban
  10. Komputer Hacker
  11. Server
Langkah-langkah pertama:
  1. 1. Cek tipe jaringan anda, anda ada di jaringan switch / hub. Jika anda berada di jaringan hub bersyukurlah  proses hacking anda akan jauh lebih mudah.
  2. 2. Download program-program yang dibutuhkan yaitu Wireshark dan Cain&Abel.Code:
Cara Menggunakan WireShark:
  1. Jalankan program wireshark
  2. Tekan tombol Ctrl+k (klik capture lalu option)
  3. Pastikan isi pada Interfacenya adalah Ethernet Card anda yang menuju ke jaringan, bila bukan ganti dan pastikan pula bahwa “Capture packets in promiscuous mode” on
  4. Klik tombol start
  5. Klik tombol stop setelah anda merasa yakin bahwa ada password yang masuk selamaanda menekan tombol start
  6. Anda bisa melihat semua jenis packet yang masuk dan keluar di jaringan (atau pada  anda saja jika network anda menggunakan Swtich
  7. Untuk menganalisis datanya klik kanan pada data yang ingin di analisis lalu klik “Follow TCP Stream” dan selamat menganalisis paketnya (saya tidak akan menjelaskan caranya  saya tidak bisa )
  8. Yang jelas dari data itu pasti di dalamnya terdapat informasi2 yang dimasukkan korban ke website dan sebaliknya
Cara di atas hanya berlaku apabila jaringan anda adalah Hub bukan switch
Dari cara di atas anda dapat mengetahui bahwa jaringan anda adalah hub/switch dengan melihat pada kolom IP Source dan IP Destination. Bila pada setiap baris salah satu dari keduanya merupakan ip anda maka dapat dipastikan jaringan anda adalah jaringan switch, bila tidak ya berarti sebaliknya.
Cara Menggunakan Cain&Abel:
  • * Penggunaan program ini jauh lebih mudah dan simple daripada menggunakan wireshark, tetapi bila anda menginginkan semua packet yang sudah keluar dan masuk disarankan anda menggunakan program wireshark
  • * Buka program Cain anda
  • * Klik pada bagian configure
  • * Pada bagian “Sniffer” pilih ethernet card yang akan anda gunakan
    * Pada bagian “HTTP Fields” anda harus menambahkan username fields dan password fields nya apabila yang anda inginkan tidak ada di daftar.
    Sebagai contoh saya akan beritahukan bahwa kalo anda mau hack password Friendster anda harus menambahkan di username fields dan passworsd fields kata name, untuk yang lain anda bisa mencarinya dengan menekan klik kanan view source dan anda harus mencari variabel input dari login dan password website tersebut. Yang sudah ada di defaultnya rasanyan sudah cukup lengkap, anda dapat mencuri pass yang ada di klubmentari tanpa menambah apapun.
  • * Setelah itu apply settingannya dan klik ok
  • * Di menu utama terdapat 8 tab, dan yang akan dibahas hanya 1 tab yaitu tab “Sniffer”  itu pilih lah tab tersebut dan jangan pindah2 dari tab tersebut untuk mencegah kebingungan anda sendiri
  • * Aktifkan Sniffer dengan cara klik tombol sniffer yang ada di atas tab2 tersebut, carilah tombol yang tulisannya “Start/Stop Sniffer”
  • * Bila anda ada di jaringan hub saat ini anda sudah bisa mengetahui password yang masuk dengan cara klik tab (Kali ini tab yang ada di bawah bukan yang di tengah, yang ditengah sudah tidak usah diklik-klik lagi) “Passwords”
    * Anda tinggal memilih password dari koneksi mana yang ingin anda lihat akan sudah terdaftar di sana
  • * Bila anda ternyata ada di jaringan switch, ini membutuhkan perjuangan lebih, anda harus mengaktifkan APR yang tombolonya ada di sebelah kanan Sniffer (Dan ini tidak dijamin berhasil manage dari switch jauh lebih lengkap&secure dari hub)
  • * Sebelum diaktifkan pada tab sniffer yang bagian bawah pilih APR
  • * Akan terlihat 2 buah list yang masih kosong, klik list kosong bagian atas kemudian klik tombol “+” (Bentuknya seperti itu) yang ada di jajaran tombol sniffer APR dll
  • * Akan ada 2 buah field yang berisi semua host yang ada di jaringan anda
  • * Hubungkan antara alamat ip korban dan alamat ip gateway server (untuk mengetahui alamat gateway server klik start pada komp anda pilih run ketik cmd lalu ketik ipconfig pada command prompt)
  • * Setelah itu baru aktifkan APR, dan semua data dari komp korban ke server dapat anda lihat dengan cara yang sama.
Anda dapat menjalankan kedua program di atas secara bersamaan (Cain untuk APR dan wireshark untuk packet sniffing) bila ingin hasil yang lebih maksimal.
Password yang bisa anda curi adalah password yang ada di server HTTP (server yang tidak terenkripsi), bila data tersebut ada di server yang terenkripsi maka anda harus mendekripsi data tersebut sebelum memperoleh passwordnya (dan itu akan membutuhkan langkah2 yang jauh lebih panjang dari cara hack ini)
Untuk istilah-istilah yang tidak ngerti bisa dicari di wikipedia (tapi yang inggris ya kalo yang indo jg belum tentu ada).
Secara teknologis jalur frekuensi -baik 2,4 GHz maupun 5 GHz- yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan .
Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas.
Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem  lainnya.
Bila interferensi tersebut berlanjut - penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya- pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah  juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical).
Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat  lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation.
Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat lainnnya.
Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya.
Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan.
Sinyal Wireless
Sinyal wireless LAN normalnya dapat ditangkap pada kisaran sekitar 200 meter dari access point, tetapi client yang menggunakan antena eksternal dapat menangkap sinyal sampai sejauh 1000 meter. Apabila anda menempatkan AP dekat pintu atau jendela, dapat dipastikan para tetangga dapat ikut menikmati akses Internet atau melakukan sniffing terhadap traffic network.
Apabila infrastruktur wireless LAN itu melibatkan koneksi wireless antar-gedung tinggi, maka client yang tidak diinginkan dapat melakukan sniffing dari bawah sejauh sampai 2.500 kaki (762 meter). Jadi walaupun sinyal wireless LAN para ISP yang dipasangkan di puncak-puncak gedung tinggi dapat di-sniffing dari bawah (dikenal sebagai war flying).
Jika anda ingin connect internet menggunakan wifi sementara anda jauh AP atau dari tempat wifi yang tersedia anda bisa mendekatkan diri dengan area tersebut dan bisa main internet sepuasnya dengan langkah sebagai berikut
1) Anda harus memiliki USB Wireless Adapter. Yang bisa anda dapatkan ditoko toko  dengan harga berkisar Rp 210.000 (cukup murah untuk technology secanggih ini) + antenna UHF bentuk parabola.
2) Langkah ini merupakan langkah kunci, yaitu dengan menggunakan antenna UHV yang berbentuk Grid Parabolic sebagai Reflector untuk memperkuat sinyal.
3) Untuk lebih memperkuat daya reflexy dari parabole anda dapat menambahkan kawat kasa pada seluruh permukaan, lalujangan lupa disekrup dengan rangka parabola. Anda juga bisa menambahkan alumunium foil.
4) Pasanglah USB WiFi Adapter pada tiang penyangga yang ada di tengah parabola. Apabila terlalu panjang dari fokusnya dapat dipotong.
Usahakan agar USB WiFI terletak pada fokus parabola. Ingat kan rumus fokus parabola. Kalau ragu nih rumus sederhananya.
F= D(kuadrat) / 4(kuadrat).c
D: diameter parabola
C: kedalaman parabola
5) pasang kabel USB( High Speed 2.0 usb cable system) sedemikian rupa.
6) Lalu pasang kembali tiang penyangga USB wifi pada parabola. Pasang pada pipa besi untuk mempermudah antenne supaya enak diputar putar.
7) Kalau udah install driver USB WiFI tadi (bawaan pabrik).
Lalu install “NETWORK STUMBLER” untuk mencari sinyal yang kuat dan terdekat.
8) Pasang antenna diluar dan masukkan kabel USB pada port  anda. Scan pake Net Stumbler. Cari jaringan yang ngga’ di ENCRYPT dan jaraknya paling deket dengan anda. Lalu join aja.
Akses ke wifi :
jenis :
secure, artinya untuk dapat mengakses kita harus memasukkan password
unsecure, artinya kita bisa mengakses wifi tanpa harus mengisikan password, jd langsung konek.
Yang unsecure, kadang juga tidak bisa mengakses internet walau bisa konek ke jaringan. Hal ini ada pengaturan IP. Untuk server yang menggunakan ip dinamik, maka kita tidak usah pusing dengan ip, ip sdh otomatis dimasukkan oleh server ke klien (computer kita).
Untuk server yang menggunakan static ip, maka kita harus secara manual memasukkan ip untuk computer/laptop kita.
Jika kita bisa konek ke wifi tp tidak bisa akses internet, cobalah ubah ip laptop kita. Caranya :
  • klik kanan icon wifi di bawah kanan layar
  • pilih properties
  • pilih Advanced
  • pada bagian connection pilih Internet Protocol (TCP/IP)
  • pilih static ip
  • pada ip isi : 192.168.0.212
  • pada Net Mask isi : 255.255.255.0
  • pada getway isi : 192.168.0.1
  • pada dns server isi : 192.168.0.1
  • klik ok.

Jalan Jaksa: Food for fixed funds


Apart from hotels Jalan Jaksa has several places to get some decent grub for small cash. Although most places serve standard backpackers fare and Europeanized Indonesian food, portions are big and have more comfortable sitting arrangements than the street side warungs.
Ya Udah on Jalan Jaksa No. 49 is a Swiss run bistro with an interesting menu offering both Indonesian dishes as Swiss rosti and a section called ‘sausage eldorado’ with a list of, you guessed it, sausages ranging from French merguez to German frankfurters . It also has a small bakery near the entrance with homemade pies and whole wheat bread. A light and airy place with friendly service and moderate prices.(breakfasts at Rp. 20.000-30.000 and mains at Rp. 30.000-40.000)
Pappa’s on Jalan Jaksa No. 41a is a dark and scruffy establishment that features loud music, uninterested staff and watery curries. The atmosphere is further enlightened by the loitering Indonesian girls and their middle-aged foreign ‘friends’. (curries from Rp. 16.000-25.000)
Memories on No. 17a has a similar menu, but has a slightly better décor. It has two floors and at night transforms into a popular café, with a rough raunchy ambiance. Expect the same clientele as Pappa’s, prices are slightly higher.
Next door’s Margot Café is part of the hotel of the same name. It is one of the most popular digs in the neighbourhood and is good enough for simple breakfasts and snacks. This place as well serves as a crowded bar at night.
Jasa Bundo is a padang restaurant with the typical décor of plates displayed in the front window and white tiles with simple tables and chairs. The food however is excellent, especially the spicy shrimps and terong (aubergine). Too bad prices are steep, even for padang food standards, which usually is more expensive than regular Indonesian food.
If you want the real thing and think your stomach can handle it, there’s an excellent warung called Miraos at Jalan HA Salim, parallel to Jalan Jaksa on the way to Sarinah mall. It is packed during lunchtime with office workers lining up for a quick bite before returning to work. You choose the dishes by pointing them out and have to remember what you got on your plate because payment is afterwards and they rely on your memory to create the bill. Prices are cheap; expect to have a full plate for around Rp. 10.000
Finally, for those who are tired of the Jalan Jaksa ambiance (how could you ever?) there’s a recently opened restaurant on Jalan KH Wahid Hasyim No. 87 with a gado gado to die for. It is called Gado Gado Boplo and both the smart interior as the food is excellent. Prices are comparable or even cheaper to those in Jalan Jaksa, but the food is way better and the change of environment is refreshing to say the least. (mains Rp. 11.000-20.000)(source: streetdirectory.com)
 Jalan Jaksa: Food for fixed funds

Down and Out in Jalan Jaksa | Traveller’s Tales, sgucci - Pete Loud


Jalan Jaksa is the place in Jakarta where all backpackers stay. It's central, it's near the railway station, it's in the Lonely Planet guide and it's the only place listed with lots of cheap back-packer accommodation. It’s a seedy side street with bars, restaurants, pavement food stalls, hostels, cheap hotels, travel agencies and a couple of billiard halls. The side streets and alleys off Jalan Jaksa have open drains filled with filth. When it rains they overflow on to the street. Rats scamper everywhere and at night cockroaches join them. It not only attracts backpackers, it also attracts young whores, gays and transvestites on the pick-up. More recently, along with the backpackers, it's been African drug dealers and Iraqis & Afghans waiting for an old fishing boat to sneak them into Australia. Although a grubby area, there are always interesting travellers to meet and talk to over a beer, so it also attracts westerners who are hanging around Jakarta for a thousand reasons, expats. between assignments, English teachers, backpackers looking for work teaching English and others just killing time cheaply.
In the early 90’s, I was in Jakarta for three months at the start of a long contract before going out to Sulawesi. Three months is a bad length of time to be in Jakarta unless your company pays you good expenses. You couldn’t rent a house for less than a year, and even then you had to pay all the rent up-front, good hotels are expensive and medium priced hotels are tacky and unfriendly. After a few weeks staying in a comfortable room above the consultant's office, away from all social life, I decided that staying around Jalan Jaksa was preferable to social isolation. So, even though I had a very comfortable expat. salary, I moved into a cheap hostel, Bintang Kejora, off Jalan Jaksa. The hostel was basic, although I had the best room in the place, there was no aircon. and the ceiling fan clacked away like a sheet of corrugated steel in a storm. There was one shared shower and two toilets, one without a seat and the other just a hole in the floor. But it was a great place to live. Every night there'd be new backpackers with tales of cycling across China, walking in the Himalayas, being robbed in Bangkok, or diving with sharks on the Barrier Reef. There was an endless stream of interesting people. At least once a week I'd meet some fascinating girl travelling the world, we'd talk for hours about travel, about life, about everything, and I'd fall in love. If I spent six months in England I would be lucky if I met a recently divorced secretary who wanted to talk about house prices and the problems she was having with her children. Here I was meeting international adventurers on my wavelength. This was much more important than having aircon. and a TV in my room.
One day, as I sat around the entrance of the hostel, in staggered a drunken westerner dressed in grubby clothes and big army boots. He mumbled something in an English regional accent so thick I couldn't understand him. I thought here is one guy to avoid. I saw him a few times, always in the same drunken state, and then he'd disappear. He'd do something disgusting in his room, I was told, and he’d be chucked out of the hostel. I often wondered what it was that he did, but I never found out. Then off I went to Sulawesi.
While based in Sulawesi I often returned to Jakarta on business for a few days. Sometimes I'd stay in a smart hotel, sometimes I'd stay at my old hostel off Jalan Jaksa, but where ever I stayed I always drifted back to Jalan Jaksa for a beer & a chat. I'd always call in at the hostel to see my old friends. The English drunk was still around the area. He'd have a few weeks at one hostel be kicked out then move on to another. The hostels had short memories. They'd let him return, then he'd disgrace himself again and he would be kicked out again. This went on for several months. At one point his fortune turned and he started teaching English, I once saw him wearing a tie, but I did wonder if his students could understand him with his thick accent.
On one return trip, I popped into the hostel and saw a pile of hardback books lying around so looked through them. 'Heat Engines' by Morfield & Winstanley, "Now there's strange one", I thought. It was the same book I had studied when I was a marine engineering apprentice in Liverpool decades earlier. The next book was 'Engineering Workshop Practice', "Well, Blow Me", I thought, another book that I studied on the same course years ago. The rest of the books also turned out to be books on marine engineering. This was uncanny; they must have belonged to someone who had been on the same course as I had been, at approximately the same time. I looked back at "Heat Engines", inside the cover, handwritten in ink, was the name C. Parsons. I thought, "Ho Ho", some student joker had put in the name of the inventor of the steam turbine, Charles Parsons. Then it dawned on me, the books must have come from the drunk Englishman. When I asked, "Yes, it was Colin, he had left the books". Then I slowly realised that when I was a student I had a classmate, always nicknamed Clog, who was called Colin Parsons. The English drunk, who I'd seen and ignored dozens of times, was an old friend of mine.
Colin wasn't just another class-mate, he had been a close friend. Out of hundreds of students, we hung around together in the same group of about six or seven students. We spent all our tea breaks, our lunch breaks and evenings together. I remember the weekend when we went, on my motorbike, to visit his family in Derbyshire. I clearly remember his father, a railway steam engine driver, taking me for ride on the footplate of his steam engine. I remembered our getting very drunk with his brother and other friends, and my making a terrible mess vomiting all over his parents house. A million memories flooded back of the antics that we teenage students got up to. And I had not even recognised him.
It was a few months before I returned to Jakarta and was able to re-introduce myself to Colin and we could talk of old times. He was already very drunk so it was an unsatisfactory conversation, but at least we made contact and covered some of the times we'd had since we last saw each other 30 years earlier. I hoped I'd get a chance to meet him sober and get the full tale from him the next time I returned to Jakarta.
A few months later I returned to Jakarta and visited my old hostel off Jalan Jaksa and asked, "Where's Colin?". "You don't know?", they replied. A few weeks earlier Colin had been staying at another hostel across the lane, he returned one evening and collapsed in the bar. Everyone assumed he was absolutely drunk, so delicately stepped around the crumpled Colin. He wasn’t drunk, it was a burst ulcer, he was dead.