Blog Planet Wifi Router is designed as a study material for menperdalam about WI-MAX technology, Wifi, Wireless Internet. May be an asset to our progress sgucci: Tanaman Pengusir nyamuk

Sarana dan Prasarana tempat tongkrongan kedai kopi sambil belajar Dasar-dasar WIFI, Hotspot, dan dunia internet

HOT NEWS

Showing posts with label Tanaman Pengusir nyamuk. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Pengusir nyamuk. Show all posts

Jenis tanaman hias pengusir nyamuk


Zodia
Orang Papua terbiasa menggosok kulitnya dengan dedaunan tertentu sebelum masuk ke hutan. Maksudnya agar terlindung dari serangan serangga, khususnya nyamuk. Daun-daun tersebut berasal dari tanaman yang disebut Zodia (Evodia suaveolens). Kita ketahui, zodia ini adalah tanaman asli Indonesia yang berasal dari Papua. Saat ini tanaman ini sangat mudah diperoleh karena merupakan salah satu jenis tanaman anti nyamuk favorit yang cukup dikenal masyarakat.
Kenapa nyamuk takut pada zodia? Tanaman zodia termasuk dalam keluarga Rutaceae. Ia mengandung zat evodiamine dan rutaecarpine. Menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak yang disuling dari daun zodia mengandung linalool 46% dan apinene 13,26%. Nah, karena berbau tajam dan karenanya tidak disukai nyamuk, linalool ini bisa dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk.
Menurut Agus Kardiman (2004), daun zodia mampu menghalau nyamuk selama 6 jam, dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70%. Selain efektif mengusir nyamuk, belakangan ini para ilmuwan menemukan khasiat lain dari daun zodia, misalnya penyembuh sakit kepala, disentri, dan pembunuh sel kanker. Bunganyapun dapat dijadian obat gosok untuk mengobati masuk angin.
Zodia akan mengeluarkan aromanya bila daun-daunnya saling bergesek. Karena itu letakkanlah tanaman ini di sekitar tempat di mana angin masuk dalam ruangan, bisa juga di sudut ruangan tertentu, kemudian tiuplah dengan kipas angin. Aroma yang cukup wangi pun akan menyebar. Namun demikian, kita tetap harus waspada. Kalau tanaman zodia diletakkan di ruangan yang cukup sempit dan sirkulasi udaranya hanya sedikit, bisa-bisa orang yang berada di dalamnya pun akan menjadi pusing atau mabuk.
Biasanyanya tanaman ini ditanam dalam pot, dan digunakan sebagai tanaman dalam ruangan (indoor plant). Namun, baik juga kalau langsung ditanam di halaman rumah. Bahkan dengan demikian bisa memberikan kesejukan tersendiri. Tinggi tanaman ini- bila dibiarkan tumbuh bebas di halaman – bisa mencapai 200 cm. Daunnya cantik sekali, hijau agak kekuningan, pipih panjang tapi lentur, dan menyejukkan mata yang memandang.
Tanaman zodia juga cukup mudah diperbanyak, baik melalui stek ranting maupun bijinya. Ketika sudah berbunga dan berbiji, biji zodia akan jatuh dan tumbuh di sekitarnya. Hanya saja, dalam fase pertumbuhan awalnya membutuhkan perhatian tersendiri. Bila langsung terkena sinar matahari, bisa-bisa malah mati. Sebaliknya, bila kurang sinar matahari justru pertumbuhannya tidak sehat. Tanaman ini akan tumbuh subur bila dikembangkan di daerah yang bersuhu cukup dingin.
Suren
Tumbuhan ini memiliki daun dan kulit kayu yang beraroma tajam yang dapat dimanfaatkan untuk mengusir serangga. Pohonnya berukuran cukup besar, bisa mencapai tinggi 20 meter. Biasanya secara tradisional para petani menggunakan suren untuk menghalau hama serangga tanaman.
<< Bibit suren
.
.
Geranium
Kalau zodia lebih banyak ditanam di dalam pot, maka geranium lazim ditanam outdoor, meskipun cara penggunaannya sama, yakni dengan menggoyang-goyang helaian daun, atau tertiup oleh angin maupun kipas angin, dia akan mengeluar bau wangi yang khas (agak langu). Bau tersebut berasal dari kandungan yang dimiliki geranium, yakni zat yang disebut citronelol dan geraniol yang juga bersifat antiseptik. Nah zat-zat inilah yang mampu mengusir nyamuk karena baunya yang harum menyengat.
Tanaman geranium (Pelargonium citrosa) adalah tanaman perdu yang tumbuh berumpun, banyak mempunyai tunas anakan. Daunnya hijau berbentuk menjangkar (menyerupai jangkar), tepi daunnya bergerigi. Batangnya banyak mengandung air. Lazimnya diperbanyak dengan menggunakan stek anakan. geranium dapat dijadikan tanaman hias karena penampilannya yang indah.
Tanaman geranium sekurang-kurangnya memiliki tiga varian, yakni Citrosa mosquito fighter, Citrosa queen of lemon, dan Citrosa lady Diana. Citrosa mosquito fighter dulu-dulunya cukup mudah ditemukan di kawasan sekitar Bandung dan Sukabumi. Tumbuh liar di seputar sawah dan digunakan oleh penduduk kampung. Daunnya diambil lalu diselipkan diantara pakaian di dalam almari. Khasiatnya mampu mengusir nyamuk dan ngengat, juga memberikan aroma yang khas. Sekarang tanaman ini kembali diburu orang, terlebih di zaman di mana pola hidup kembali ke alam semakin populer.
Lavender
Tanaman anti nyamuk jenis ini sering digunakan sebagai bahan baku lotion anti nyamuk. Tanaman yang berbentuk seperti semak atau pohon kecil ini, bunganya yang berwarna ungu dan indah ini mengeluarkan aroma yang sangat harum, inilah yang tidak disukai serangga. Bunga lavender ini juga bisa digosokkan ke tubuh untuk menghindari gigitan nyamuk. Lavender yang bisa ditanam dalam pot ini bisa ditaruh dalam ruang tamu untuk menambah kenyamanan ketika berbincang-bincang di situ, sekaligus untuk menghalau nyamuk dan serangga.
Aroma terapi dengan lavender dilakukan dengan mengambil wadah atau cawan, lalu diisi air panas. Tambahkan minyak lavender 4-5 tetes, lalu biarkan menguap sehingga aromanya menyebar ke seluruh ruangan.
Selasih
Aroma yang dikeluarkan daun selasih ini cukup tajam, bila terlalu lama diletakkan dalam sebuah ruangan, akan menghasilkan bau yang cukup pekat sehingga serangga, termasuk nyamuk enggan mendekat. Bijih selasih biasa dicampurkan dalam minuman karena rasanya menyegarkan diyakini berkhasiat meredakan panas dalam.

.
Serai Wangi
Tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) tumbuh berumpun dengan tinggi sekitar 50-100 cm. Daun tunggal berjumbai, panjang sampai 1 meter, lebar 1.5 cm, bagian bawahnya agak kasar, tulang daun sejajar. Batang tidak berkayu, berusuk-rusuk pendek, dan berwarna putih. Akarnya serabut.
cara memperbanyak dilakukan dengan pemisahan stek anakan. Stek diperoleh dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar namun tidak beruas. Potong sebagian daun stek atau kurangi hingga 3-5 cm dari pelepah daun. Sebagian akar juga dikurangi dan ditinggalkan sekitar 2.5 cm di bawah leher akar. Setelah itu, ditanam di halaman rumah. Aromanya yang sangat wangi akan menyebabkan nyamuk menyingkir.

Tanaman hias pengusir nyamuk


Tanam-tanaman hias ini bisa membuat rumah jadi sejuk. Baunya harum tapi tak menusuk. Nyamuk-nyamuk yang mengisap aromanya jadi mabuk. Serangga dan kutu busuk pun sungkan untuk masuk. Yang paling penting, tetanaman ini lebih bersahabat daripada semua jenis obat antinyamuk.

Di negara tropis seperti Indonesia, nyamuk tidak cuma menyebabkan kita menggerutu karena tidur tak pulas. Jika sedang apes, korban gigitan harus pindah tidur ke rumah sakit karena ketularan malaria atau demam berdarah. Tak heran, produk-produk obat antinyamuk selalu dicari orang. Mulai dari obat nyamuk bakar, oles, semprot, hingga elektrik.
Jika digunakan secara benar, obat-obat ini relatif aman buat kesehatan. Meski demikian, “Obat nyamuk tetap saja insektisida kimia sintetis,” kata Ir. Agus Kardinan, MSc., APU, “pakar serangga” dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro)Bogor.
Sebagian kalangan malah lebih suka menyebut racun nyamuk daripada obat nyamuk. Alasannya, paru-paru tak didesain untuk menghirup propoxur, transflutrin, cyflutrin, atau diklorvos (DDVP), seperti yang terdapat di dalam obat nyamuk semprot. Begitu pula kulit sensitif tidak untuk dipapar dietiltoluamida (DEET), kandungan utama obat nyamuk oles.
Akan tetapi, menghindari sama sekali penggunaan obat-obat ini jelas merupakan “hil yang mustahal”. Karena itu, cara paling tepat adalah dengan membatasi pemakaiannya. Metodenya bisa bermacam-macam. Salah satunya, memanfaatkan tanaman antinyamuk.
Menurut Agus Kardinan, ada dua golongan tanaman pengusir nyamuk. Golongan pertama, tanaman hidup pengusir nyamuk. Dalam bentuk utuh dan masih hidup, tanaman golongan ini bisa membuat nyamuk-nyamuk nakal tidak betah berada di sekitarnya. Efek ini disebabkan oleh minyak asiri yang keluar dari daun atau bunga tanaman tersebut.
Contoh golongan ini adalah zodia (Evodia suaveolens, Scheff), geranium (Geranium homeanum, Turez), rosemary (Rosmarinus officinalis), lavender (Lavendula angustifolia), dan selasih (Ocimum spp).
Golongan kedua, tanaman penghasil bahan antinyamuk. Seperti kelompok pertama, tanaman golongan ini pun menghasilkan minyak asiri yang tidak disukai nyamuk. Bedanya, dalam keadaan hidup, minyak aromatisnya relatif sukar keluar. Untuk mengeluarkannya, tanaman tersebut harus dicacah-cacah lalu didestilasi. Destilat yang berupa minyak terbang inilah yang bisa membuat nyamuk terbang menghindar.
Contoh golongan ini adalah serai wangi (Cymbopogon nardus), sebagian besar lavender, akar wangi (Andropogon zizanioides [L] Urb.), kayuputih (Melaleuca leucadendron, Linn), cengkeh (Eugenia aromatica), dan mimba (Azadirachta indica A.Juss.). Saat masih hidup, tanam-tanaman ini tidak begitu disegani oleh nyamuk.
Satu nama banyak rupa
Dari beberapa nama di atas, kadang satu tanaman punya banyak jenis. Sebagai contoh,lavender memiliki beberapa varietas. Sebagian besar lavender yang dijual tukang tanaman hias masuk golongan kedua. Hanya lavender tertentu yang dalam keadaan hidup bisa mengusir nyamuk. Helai daunnya berwarna hijau tua, bentuknya memanjang dan permukaannya berbulu halus.
Jika Anda membeli dari tukang tanaman hias, periksa dengan cara sederhana. Remas-remas bunganya yang berwarna ungu kebiruan. Jika mengeluarkan aroma kuat seperti minyak kayuputih atau gandapura, berarti Anda menemukan tanaman yang tepat. Jika tidak, berarti dia tidak cukup sakti mengusir nyamuk dari pot.
Contoh lain, selasih. Tanaman ini punya banyak varietas. Ada yang baunya mirip tembakau, cengkih, atau aroma lain yang menyengat (aromanya tak bisa dideskripsikan). Tak semuanya bisa menjadi antinyamuk. Sayangnya, “Orang awam sulit membedakan,” kata ahli bioinsektisida ini.
Yang jelas, bentuk selasih mirip kemangi. Bedanya, daun selasih lebih lonjong. Batangnya berwarna cokelat. Kemangi bisa dipakai sebagai lalap, tapi jangan coba-coba melalap selasih jika tak mau keliyengan.
Zodia pun demikian. Meski relatif mudah dikenali dari baunya, tak jarang yang salah pilih. Seorang pembeli pernah membawa “zodia” pada Agus. Ia mengeluh tanaman yang ia beli di tukang tanaman hias tak bisa mengusir nyamuk sama sekali. Ternyata, meskipun bentuknya sangat mirip, dengan helai daun memanjang, tanaman itu bukan zodia.
Perdu asal Papua yang punya nama daerah membuai ini punya aroma khas. Ada dua jenis zodia: yang berdaun lebar dan berdaun sempit. Keduanya bisa berfungsi sebagai tanaman antinyamuk. Tapi, yang berdaun sempit lebih mudah mengeluarkan minyak asiri, sehingga daya tolak nyamuk pun lebih kuat daripada yang berdaun lebar.
Yang relatif gampang dikenali adalah geranium dan rosemary. Daun geranium hijau, bergerigi, berbulu, dan menebarkan aroma wangi. Perdu ini punya postur yang cantik. Cocok sebagai tanaman hias. Sedangkan daun rosemary kecil-kecil seperti jarum. Posturnya tak kalah cantik, baunya pun tak kalah wangi. Sekilas seperti aroma jahe.
Untuk mengusir nyamuk di rumah, Anda bisa memakai salah satu tanaman saja, atau mengombinasikan beberapa tanaman. Namun berdasarkan hasil penelitian Agus, dari sekian banyak jenis flora antinyamuk ini, zodia punya aktivitas paling kuat. Salah satu kelebihannya adalah sifat minyak asirinya yang mudah keluar dari daun hanya dengan gesekan kecil.
Selain digunakan sebagai pengusir nyamuk, minyak asiri zodia juga bisa digunakan untuk menghilangkan bekas gigitan serangga dengan cara digosokkan di kulit. Baunya yang wangi bisa sekaligus menjadi parfum.
Aman tapi kurang kuat
Aroma wangi memang menjadi ciri utama tanaman antinyamuk. Terang saja. Soalnya, aroma ini berasal dari minyak menguap yang dihasilkan tanam-tanaman tersebut. Di indera penciuman kita, minyak asiri ini terasa nyaman asalkan jumlahnya tidak berlebihan. Tapi bagi nyamuk, aroma-aroma ini membuat mereka kelenger. Itulah sebabnya, mereka ogah berada di dekat tanam-tanaman ini.
Kandungan minyak asiri masing-masing tanaman berbeda. Persamaannya satu: disukai manusia, dibenci serangga. Minyak asiri zodia mengandung komponen utama linalool. Selasih mengandung eugenol, geraniol, dan linalool. Geranium berisi geraniol. Lavender berisi linalool dan linalil asetat. Rosemary mengandung linalool, borneol, dan kamfor. Minyak-minyak aromatis inilah yang membuat nyamuk-nyamuk dan serangga lainnya jadi mabuk.
Agus menjamin minyak asiri alami ini aman buat manusia. “Bukan hanya aman, tapi malah sering dipakai untuk aromaterapi,” ujarnya.
Meski baunya mirip, minyak asiri alami berbeda dengan aroma yang terdapat di dalam produk obat nyamuk. Sebagai contoh, minyak asiri lavender hasil destilasi punya aktivitas antinyamuk. Tetapi pada obat nyamuk oles, yang bekerja sebagai pengusir nyamuk adalah DEET-nya, bukan aroma lavendernya.
Meski begitu, Agus mengakui secara objektif, kemampuan tanaman ini mengusir nyamuk kalah kuat dibandingkan obat nyamuk kimia sintetis. Tanam-tanaman ini tidak bisa membasmi nyamuk, hanya membuat mereka menyingkir. “Nyamuk tetap ada tapi jumlahnya berkurang,” paparnya.
Agar bisa menghalau nyamuk, minyak asirinya harus keluar dari daun atau bunganya lebih dulu. Cara paling efektif adalah dengan mengusik daunnya. Tapi cara ini tentu saja kurang praktis. Biar gampang, tanaman ini bisa ditaruh di dekat jendela, lubang angin, atau tempat yang terjangkau kipas angin. Dengan begitu, minyak asirinya bisa keluar sekaligus menyebar di ruangan.
Daya jangkaunya pun terbatas, hanya dalam radius sekitar satu meter. “Paling jauh tiga meterlah,” kata Agus. Karena itu, sangat berlebihan jika kita berharap rumah bebas nyamuk hanya dengan beberpa batang zodia. Agus memberi contoh sederhana, “Jika kita duduk di depan meja, dan kaki kita banyak digigit nyamuk, zodia bisa ditempatkan di bawah meja.”
Khusus untuk zodia, bisa ditempuh cara lain. Supaya minyak asirinya keluar, ujung-ujung daunnya bisa dilukai. Agar tidak mengganggu pertumbuhannya, daun yang dilukai tak perlu banyak-banyak. Sehari cukup 5 – 10 helai daun saja tiap tanaman. Hari berikutnya pindah ke daun lain untuk memberi kesempatan daun yang luka mengobati diri.
Jika ingin memperoleh daya tolak nyamuk yang lebih kuat, Anda bisa menggunakan zodia sebagai obat oles. Caranya, tumbuk daunnya kemudian lumat atau blender dengan air. Peras lalu gunakan perasannya sebagai obat oles. Dalam bentuk destilat, minyak asirinya bisa disemprotkan ke kulit atau pakaian dengan menggunakan sprayer seperti minyak wangi buatan pabrik.
Tak seperti mengusir setan
Umumnya nyamuk lebih suka bikin masalah saat kita tidur. Meski begitu, Agus menyarankan tanaman antinyamuk tidak diletakkan di kamar tidur saat malam hari. Boleh saja siang hari tanam-tanaman ini ditaruh di kamar tidur. Tapi di malam hari, mereka harus dikeluarkan.
Pasalnya, tumbuhan tidak melakukan proses fotosintesis di malam hari. Siang hari, mereka memang mengisap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tapi di malam hari, mereka pun sama seperti manusia, mengisap oksigen dan melepas karbon dioksida. Walhasil, mereka akan berebut oksigen dengan manusia saat tidur malam.
Agar tetap segar, tanam-tanaman ini sebaiknya tidak terus-menerus disimpan di dalam rumah. Seminggu sekali mereka bisa dikeluarkan dan dijemur di bawah sinar matahari langsung.
Sebagaimana tanaman hias lainnya, tanam-tanaman antinyamuk ini pun relatif gampang dipelihara. Tidak memerlukan penangan khusus. Perbanyakannya pun gampang. Zodia, lavender, dan selasih bisa dibiakkan lewat bijinya. Geranium dan rosemary bisa diperbanyak dengan stek batang. Dengan memperbanyak sendiri, Anda tak perlu bolak-balik pergi ke tukang tanaman hias.
Sejak dua tahun belakangan, dedauan antinyamuk ini naik daun, terutama saat wabah demam berdarah. Saking kesohornya sampai harga tanam-tanaman ini melambung tinggi. Harga zodia anakan yang baru berumur tiga bulan sekitar Rp 20 ribu. Sedangkan yang telah berumur di atas satu tahun dan telah berupa perdu, harganya bisa melonjak Rp 200 – 300 ribu.
Begitu ngetopnya zodia, hingga banyak yang mengira secara berlebihan. Mereka menganggap masalah nyamuk bisa selesai hanya dengan menaruh beberapa batang tanaman antinyamuk di dalam rumah. “Zodia bukan pengusir setan,” katanya.

Lenglengan Si Liar Multiguna untuk pengusir nyamuk dan setan


Lenglengan
Si Liar Multiguna untuk pengusir nyamuk dan setan

Seperti tanaman liar lain, lenglengan juga mudah tumbuh di mana saja. Herba ini memiliki beragam manfaat. Ia bisa membantu meredakan gangguan pencernaan pada bayi, hingga mengurangi gangguan tidur atau insomnia ringan.

Cukup banyak tanaman yang tumbuh liar di halaman rumah Wati. Supaya terkesan lebih asri, Wati rajin mencabuti tanaman liar tersebut. Namun, ada satu jenis tanaman yang urung ia cabut karena dilarang neneknya, yang biasa ia sapa Mbah Widji. Menurut penjelasan Mbah Widji, tanaman dengan tinggi sekitar 20-30 cm itu biasa disebut lenglengan.

Menurut pengalaman Mbah Widji, lenglengan memiliki banyak manfaat untuk mengatasi gangguan kesehatan, contohnya mengatasi keluhan sakit perut pada balita. Tanaman yang memiliki nama Latin Leucas lavandulifolia itu sudah digunakan sebagai obat oleh masyarakat di sekitar wilayah itu, sejak Mbah Widji kecil.

"Caranya juga cukup mudah. Ambil saja beberapa helai daun lenglengan, pilin dengan kedua tangan hingga keluar airnya, lalu tempelkan di pusar balita. Biasanya setelah diberikan ramuan itu, gangguan pencernaan seperti perut kembung atau diare dapat berkurang," paparnya.

Untuk beberapa penyakit lain, Mbah Widji hanya tahu beberapa macam penggunaan. Di antaranya untuk membantu mereka yang mengalami kesulitan tidur, panas, dan cacingan. Untuk cacingan, nenek tiga cucu ini membuat ramuan dengan memanfaatkan rebusan daun lenglengan.

Mengandung fitokimia

Sifat alami herba ini adalah pahit, pedas, dan hangat. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan National Science and Technology Authority, dalam bukunya Guidebook on the Proper Use of Medicinal Plants, daun lenglengan mengandung senyawa fitokimia yang bermanfaat untuk kesehatan.

Daun adalah bagian yang paling sering dimanfaatkan untuk ramuan. Bagian daun mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoida, serta tanin.

Bila dimanfaatkan secara langsung selagi segar, tanpa harus direbus maupun dikeringkan, daun lenglengan dapat digunakan dengan cara dipilin atau ditumbuk sebagai bobok. Selain itu, bisa juga dijemur terlebih dulu dan disimpan sebagai bahan kering, sehingga siap digunakan sewaktu-waktu.

Cara ini kini mulai banyak digunakan. Tak heran, di beberapa gerai obat tradisional, daun lenglengan yang sudah dikeringkan banyak dijual.

Seperti dijelaskan Nandar, seorang penggemar tanaman obat di daerah Kampung Melayu. Nandar biasa menjual daun lenglengan kering sekantong plastik kecil dengan harga 5.000 rupiah. Sayang, saat ditemui GHS, persediaan lenglengan kering di kedainya sedang kosong.

Empiris semata

Ditegaskan Nandar, lenglengan sebenarnya mudah tumbuh di mana pun dan tidak mengenal cuaca. Masalahnya, tidak banyak orang yang tahu manfaatnya, sehingga sering menganggapnya tanaman liar yang tak berguna atau bahkan sengaja mencabutnya bila tumbuh di taman maupun di pekarangan rumah.

Tentang khasiat lenglengan yang berkembang di masyarakat, Nandar mengakui memang hanya berdasarkan pengalaman empiris. Tak heran, rata-rata yang mengetahui manfaat daun lenglengan adalah orang tua. Apalagi di dalam negeri belum banyak literatur maupun tulisan yang membahas khasiat lenglengan.

Meski begitu, tak ada salahnya bagi Anda, terlebih yang memiliki anak balita, untuk mencoba memasukkan lenglengan dalam koleksi tanaman obat di halaman rumah. Jangan sampai herba berkhasiat ini terus-menerus dianggap tanaman liar yang tak berguna. Bisa saja malah nantinya diakui serta dimanfaatkan lebih jauh oleh bangsa lain.

Memanfaatkan Daun Setan

Lenglengan ternyata memiliki cerita mistis, sehingga di sejumlah wilayah, terutama di Jawa Timur, disebut daun setan. Tanaman ini dipercaya mampu mengusir setan ataupun makhluk halus.

Kepercayaan itu terus hidup sampai sekarang. Tak heran, banyak orang menanam Lenglengan di tanah kosong agar pekarangannya bebas dari gangguan makhluk halus. Tentang khasiat lenglengan, inilah contoh ramuannya:

1. Obat mulas dan masuk angin pada balita
- Ambil segenggam daun lenglengan segar, kemudian pilin dengan kedua telapak tangan hingga keluar air. Setelah itu tempelkan di perut anak untuk beberapa saat.
- Ambil daun lenglengan segar secukupnya, cuci bersih lalu ditumbuk. Tambahkan sedikit minyak kayu putih, lalu tempelkan di perut anak Anda.

2. Obat sakit kepala
- Ambil dua genggam daun lenglengan, kemudian tumbuk hingga halus. Tempelkan di pelipis kanan dan kiri. Ramuan ini mirip param karena sifatnya hangat.
- Ambil segenggam daun segar, dicuci, lalu digiling halus. Tambahkan satu cangkir air bersih. Basahi handuk kecil ke dalam ramuan tadi, lalu kompreskan di kening. Lakukan 3 kali sehari.

3. Obat untuk gangguan tidur
- Ambil segenggam daun segar, dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring. Jika perlu tambahkan susu, lalu diminum.

4. Obat cacing
- Ambil dua genggam daun lenglengan kering, lalu rebus dengan segelas air. Dinginkan dan saring sebelum diminum. Dapat ditambahkan satu sendok madu.

Tanaman Pengusir nyamuk

Tak perlu gunakan cairan atau zat kimia pembasmi serangga. Gunakan cara alami, tanami taman dengan pohon kayu putih.Sebagain besar dari Anda tentu setuju bahwa taman atau kebun sering kali menjadi sarang serangga. Bahkan, konon nyamuk taman dan kebun lebih "sadis" daripada nyamuk di rumahan. Tak heran, sering kali timbul bentol lebih besar dan lebih gatal pada kulit, setelah tubuh digigit nyamuk kebun.


Tanaman Ramping


Guna mengurangi jumlah nyamuk pada kebun, terlebih kebun yang sangat rimbun dan rindang, banyak cara bisa dilakukan. Yang paling umum dan instan, banyak orang menggunakan obat kimia pembasmi serangga. Ada yang dalam bentuk cair untuk disemprotkan, ada yang dibakar. Cara ini mungkin efektif, walau sebetulnya tidak berpotensi bahaya dan tidak ramah lingkungan. Bau dan asap yang ditimbulkannya dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan makhluk hidup lainnya. Api pada obat nyamuk bakar dapat menimbulkan kebakaran.


Selain cara instan di atas, ada juga cara alami dan lebih ramah lingkungan. Salah satunya dengan menanam tanaman penangkal nyamuk. Misalnya pohon kayu putih. Pohon ini memiliki aroma daun yang dapat menghalau nyamuk, seperti aroma minyak kayu putih, yang sering kali dioleskan di kulit, untuk menghindari gigitan nyamuk.


Sebagai sebuah pohon, kayu putih tergolong tanaman yang eksotik. Batangnya berwarna coklat muda. Kulit-kulit pohonnya banyak yang terkelupas. Tampilan ini dapat membuat taman tampil eksotik.
Nah, jika berminat menanamnya, pohon berbatang ramping, dapat pula ditanam di taman dengan ukuran tak begitu luas. 


Namun, ketika menanamnya, perhatikan lokasinya. Jangan menanam kayu putih di pinggir dinding tembok atau di bawah jaringan kabel listrik. Kayu putih merupakan tanaman keras dan memiliki perakaran kuat sehingga ada kemungkinan dapat merusak fondasi dinding yang berada dekat dengannya. Sementara itu, sosok tanaman yang tinggi menjulang dapat mengganggu keberadaan kabel listrik.


O ya. Jika tanaman sudah besar, bau harum kayu putih dapat tercium darinya. Namun, rajin-rajinlah membersihkan dedaunan yang rontok. Jaga agar taman tetap bersih dari guguran daun kayu putih.