Blog Planet Wifi Router is designed as a study material for menperdalam about WI-MAX technology, Wifi, Wireless Internet. May be an asset to our progress sgucci: business internet service

Sarana dan Prasarana tempat tongkrongan kedai kopi sambil belajar Dasar-dasar WIFI, Hotspot, dan dunia internet

HOT NEWS

Showing posts with label business internet service. Show all posts
Showing posts with label business internet service. Show all posts

Bedah Bisnis RT/RW-Net | Plasa Wifi Router


Bisnis RT/RW-Net

Ini ada bisnis prospektif kecil-kecilan untuk tahun 2009, pelajari dulu bisnisnya siapa tahu anda berminat terjun ke bisnis ini. Resikonya paling2 jatuh dari genting rumah atau dari tower wakakaka…, tapi hasilnya lumayan buat beli rokok, jajan, nyicil motor, mbayar utang dll D Lanjuuut…
Well…, sebelum dilanjut mari kita bayangkan dulu kalo Internet itu ibarat lautan samudra yang luas…, jangan mbayangin maria ozawa yah…D gak bakalan nyambung/konek kalo kon..k iya wekekeke… oke sudah…sudah… sekarang anda bayangkan air dari samudra tadi anda salurkan lewat selang…, nah ukuran selang itu ada yang 64kbps, 128kbps, 256kbps, 384kbps, 512kbps, 1Mega, 2Mega dan seterusnya. Nah yang kita bakal bisniskan ya jualan masangin selang tadi ke rumah-rumah (kira-kira begitu yah..) Gimana kalo selang disini kita ganti aja dengan nama misalnya bandwidth biar kedengeran canggih woke…!
speedyNah…, kita critanya mau pake spidi opis (insert : maaf salah upload gambar… habis sama2 namanya speedy…) sekarang kita bayangin lagi misal speedy office lebar selangnya/benwit & dilewati air up to 384kbps, kalo up to artinya selang/benwit ukuran 384kbps tadi gak ke rumah kita aja tapi di bagi sama misal 5 tetangga yang ambil paket up to 384kbps juga… jadi kalo 5 tetangga kita brosing atawa donlot ya air yg lewat ke jalur rumah kita gak nyampek 384kbps…(kira-kira begitu yah)… nah kalo 5 tetangga nggak pake atau keran airnya dimatiin baru deh kita dapat 384kbps penuh…nah itu model up to, adalagi yang model dedicated 1: 1 jadi anda beli benwit 128kbps ya dapetnya 128kbps gak dibagi sama yang lain, … gimana masih bingung ya? sama kalo itu saya sendiri nulis ini juga bingung wekekeke…
RT/RW-Net YagiBolicOpo sih RT/RW-Net kui…? RT/RW-Net adalah suatu konsep jaringan komputer swadaya masyarakat dalam ruang lingkup RT/RW. Konsep RT/RW-Net ini sebenarnya mirip dengan konsep WARNET, akses ke Internet di share menggunakan konfigurasi LAN melalui peralatan hub/switch. Hanya saja kabel LAN yang digunakan tidak di batasi hanya sebatas ruangan WARNET, tapi di buat menembus tembok rumah, masuk got atau menyebrang menuju ke rumah tetangga atau kampung sebrang.
kabelrj45Media yang digunakan bisa lewat kabel atau Wireless 2.4 Ghz dan Hotspot sebagai sarana komunikasi rakyat yang bebas dari undang-undang dan birokrasi pemerintah (jadi cukup minta doa restu pak RW sama pak RT aja). Jika lokasi yang akan di bangun letaknya cukup dekat sebaiknya menggunakan kabel karena hal itu akan meringankan dari segi finansial. Kalo jauh pake bis aja eh wirelless.
Jaringan RT/RW Net memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan akses Internet yang mudah dan murah dengan cara swadaya sehingga masyarakat dapat menikmati akses internet 24/hari dan 7 hari/minggu tanpa menggunakan pulsa telpon, tanpa batasan time base dan volume base. 
Well… mari kita ambil contoh dengan menyewa komputer di Warnet Rp.2.500 /jam. Misalkan kita menyewa selama 3 jam perhari maka biaya yang akan kita keluarkan selama sebulan adalah Rp. 225.000. Bandingkan dengan RT/RW net ini dengan asumsi kita berlangganan Speedy Office untuk besaran bandwith up to 384 Kbps yang harganya Rp. 750.000 (belum termasuk Abonemen telpon & abonemen speedy, Ppn telpon & ppn speedy, Meterai telpon & materai speedy, denda telpon denda speedy dll :D )total sekitar 850 ribuan lebih perbulan. Well… jika jumlah warga yang bergabung misalkan 10 orang maka sebulan warga hanya akan membayar kurang lebih 85.000. Apalagi kalo dijual Rp250rb up to 384 Kbps dikasih proxi buat 15 client personal juga masih mak-nyus. Biaya tersebut termasuk sangat murah karena pelanggan akanbebas menggunakan internet selama 24 jam sehari selama sebulan penuh. (misal bro…)
Tujuan lain dari RT/RW Net ini adalah membuat semacam Intranet yang berisi berbagai macam informasi tentang kegiatan yang ada di lingkungan sekitar. Dengan tersambungnya rumah-rumah ke jaringan Internet secara terus-menerus dan tidak terputus, maka bisnis internet diharapkan akan semakin marak termasuk pemanfaatan internet untuk pembayaran tagihan telpon, listrik, cek Saldo Bank , pesan tiket Pesawat dll.
gatewayBiaya investasi awal hanya dikeluarkan sekali yakni untuk membangun infrastruktur. Sedangkan biaya iuran bulanan dan biaya operator akan dikeluarkan setiap bulan untuk membayar ke penyedia internet dimana besarannya akan tergantung dari besar bandwidth atau kapasitas saluran yang akan disewa. Besaran biaya untuk iuran bulanan ini juga tergantung dari banyaknya pelanggan yang tergabung. Untuk koneksi Internet direncanakan akan menggunakan jasa layanan Telkom yakni Speedy walau tidak stabil dan sering down dan lambat (saya pernah ngalamin matot 1 minggu) tapi masih lumayan lah…D (jer basuki mowo beyo atau ono rego ono rupo).
Untuk memulai proyek RT/RW Net harus ada tempat yang akan dijadikan sebagai NOC (Network Operation Center) atau BTS RT/RW-Net yakni tempat untuk mengelola system jaringan atau tempat akan diletakannya server perangkat modem, manageman bandwidth, Billing Server, Access Point dan Switch dan juga sebagai tempat untuk mendistribusikan koneksi internet keseluruh pelanggan/rumah setiap anggota.
topologi-rtrwnet-spidol
Untuk mendistribusikan koneksi internet keseluruh pelanggan maka ada dua cara yang umumnya ditempuh yakni dengan menggunakan sistem kabel (UTP) dan sistem Wireless (Gelombang Radio). Dengan berbagai pertimbangan termasuk letak rumah para pelanggan yang tersebar maka sistem kabel tidak akan efisien jika harus menarik satu kabel kesetiap pelanggan/rumah karena jarak serta kontur tanah yang tidak rata. Dengan pertimbangan efesiensi dan efektifitas termasuk kemudahan maintenance maka sebaiknya menggunakan Wireless ketika akan mendistribusikan koneksi internet kesetiap rumah termasuk pembentukan sistem jaringan komputer atau Local Area Network (LAN).
Peralatan yang dibutuhkan (client/pelanggan)
Setiap warga yang ingin bergabung dalam komunitas RT/RW-net ini maka peralatan yang dibutuhkan adalah :
- PC Desktop/Notebook
- LanCard
- Kabel UTP
- Konektor RJ45
- Antena YagiBolic atau WajanBolic
- Pokoknya disesuaikan dengan hasil survey aja kalo dekat pake kabel kalo agak jauh pake motor eh wirelless.
Perkiraan Biaya Pembangunan RT/RW-Net
Tempat yang menjadi NOC akan dibangun sebuah tower/antena dengan ketinggian sekitar 24 meter (saya membayangkan membangun BTS-nya di Perumnas Mojosongo Solo) sehingga bisa menjangkau seluruh perumahan. Dari tower ini akan dipasang sebuah antena pemancar dan Access Point sehingga frekuensi radio atau sinyal dapat ditangkap oleh semua pelanggan.
Perkiraan kebutuhan dana untuk memenuhi kebutuhan pendirian RT/RW-Net adalah sbb :
Peralatan standar yang di butuhkan di sisi NOC adalah sebagai berikut : (harga cuma kira2 aja lho…!)
1. Access Point 2.4Ghz (Rp. 1.500.000)
3220 (kalo mau istimewa pake MikroTik) -> rb600
Access Point berfungsi sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tetangga anda, di access point inilah koneksi internet dari tempat anda dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya. (Setingan Radio Senao/EnGenius sebagai client/AP) (Setingan MikroTiknya)
2. PC Router/Gateway (Rp. 1.000.000) tergantung speknya
(kalo mau istimewa pake MikroTik) -> rb1000
PC Router merupakan Router yang di buat dari sebuah PC yang dijadikan Fungsi Router yang dijalankan dengan sistem operasi dan kebanyakan sistem operasi yang digunakan adalah berbasis OS (Operation System) Linux. PC Router sebenarnya sangat banyak sekali variannya baik yang berbayar/komersil maupun yang Free/open source. Yang komersil seperti Mikrotik OS. (bikin ruter mikrotik komplit sedot aja)(cara buat routernya sedot nih!) (cara buat-router-mikrotik juga
3. Antena Omni 2,4Ghz (Rp. 650.000)
omni
Antena Omni (yang dipegang kayak pentungan itu lho bro…) untuk memperluas jangkauan hingga beberapa kilometer, meskipun ketika anda membeli access point sudah dilengkapi antena omni, namun belum cukup karena hanya berkekuatan antara 3-5dB, untuk memperluas jangkauan, anda memerlukan antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB. Antena Omni ini memiliki pancaran 360 derajat, jadi cocok bisa menjangkau client/tetangga dari berbagai arah.
4. Switch 8 port (RP. 250.000)
5. Kabel UTP (1roll Rp. 850.000)
(kalo teknisinya cewek kabelnya pilih yg warna pink ixixix…) Well…, walau namanya perangkat wireless, namun peranan kabel juga diperlukan, kabel UTP/STP ini diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada LAN lokal anda, jadi di bawah dia bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router atau ke Hub/Switch, pilih kabel UTP/STP yang berkualitas baik guna meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.
6. Pigtail (Rp. 150.000)
Pigtail atau kabel jumper diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan access point, perhatikan panjang maksimal yang diperlukan, jangan terlalu panjang karena akan mengalami degradasi sinyal (loss dB) Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point anda.
7. Box external (Rp. 150.000)
Box external untuk melindungi access point anda dari hujan, maka diperlukan pelindung berbentuk kotak, bisa terbuat dari plastik atau plat besi dan box gak boleh dibungkus tas plastik ntar dikira nasi bungkus lho dan ini biasanya diletakkan di bawah antena.
8. POE (Rp.150.000)
POE dipakai supaya kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk menghidupkan access point. POE ini fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda tidak perlu repot-repot lagi mengulur kabel listrik ke atas tower, lebih praktis dan hemat.
9. Konektor RJ45 (1box Rp. 75.000)
RJ45
10. Tower 1 section 4 meter (+/-@ Rp 850.000+pasang+anti petir) kebutuhannya 4 stage dulu aja…
jomblo-in-action1
Insert : ketek ketulup
Tower dipakai untuk mendapatkan jangkauan yang maksimal, anda perlu menaikkan antena omni ke tempat yang tinggi agar client/tetangga anda bisa menangkap sinyal radio dengan baik.
silakan kunjungi Plasa wifi untuk makalah - makalah untuk Hotspot, wi-fi, antena kaleng, wireless. 

Malaysia Tertarik Wimax Indonesia

Malaysia dikabarkan tertarik untuk menggunakan perangkat Wimax besutan anak Indonesia. Bahkan, minat untuk membeli perangkat jaringan nirkabel pita lebar itu pun telah disampaikan. Demikian diungkap Direktur Utama PT Solusindo Kreasi Pratama, Sakti Wahyu Trenggono. Ia mengaku, salah satu unit bisnisnya yang mengembangkan perangkat Wimax telah ditawari kerjasama oleh vendor telekomunikasi asal Malaysia, yakni Mercury Infocast. Read more...

Business wimax

WiMax pada dasarnya adalah teknologi radio yang menjanjikan untuk memberikan dua-arah akses internet dengan kecepatan hingga 75 megabit per detik pada jarak jauh. Para pendukung mengklaim bahwa WiMAX dapat mengirimkan data sampai dengan 30 mil antara menara penyiaran dan daerah selimut dapat lebih dari satu mil dalam radius dengan bandwidth yang melebihi DSL dan kabel saat ini kemampuan broadband.
Akibatnya, sebagian orang percaya bahwa itu bisa memotong biaya membawa broadband ke daerah-daerah terpencil dan berpotensi membuka pintu ke broadband baru kompetisi, yang menyebabkan penurunan harga dan adopsi konsumen lebih cepat.
"Teknologi ini perusahaan memberikan keuntungan yang signifikan dalam hal penyebaran, karena Anda tidak perlu menyiapkan infrastruktur baru ... sehingga tidak ada banyak merobek jalan-jalan yang diperlukan untuk mengatur jaringan," kata Joe inggris , seorang manajer kampanye WiMax chipmaker Intel, yang telah menjadi pendukung utama teknologi.

Munculnya produk WiMax bisa membantu mengurangi pengeluaran untuk broadband carrier dan konsumen dengan melakukan apa yang Wi-Fi lakukan untuk jaringan wireless di rumah - membuat harganya terjangkau dan pada gilirannya banyak digunakan.

Kamis IEEE keputusan akan membawa upaya pembangunan kohesi bahwa sampai sekarang telah didorong ke depan sedikit demi sedikit oleh segelintir perusahaan, termasuk Alvarion, Redline Komunikasi dan Wi-LAN.


WiMax saingan
Ada sejumlah data dan nirkabel lainnya teknologi broadband sedang diuji oleh perusahaan-perusahaan mencari alternatif untuk kabel. Power line broadband dan seluler generasi teknologi seperti EVDO juga sedang menendang sekitar. Standar lain yang dianggap sangat mirip dengan 802,16 spesifikasi adalah 802,20.

Pendukung membayangkan 802,20 megabit-per-detik transfer data dengan rentang beberapa mil. Antusiasme awal berada di belakang 802,20, yang dirancang sebagai standar untuk perangkat mobile, tapi pergeseran dukungan industri WiMax's 802,16 spesifikasi memiliki mengerem 802,20. Bahkan, beberapa pendukung utamanya telah bergabung dengan WiMax Forum



BISNIS WIMAX

Sewaktu kampanye Ketua IA-ITB, saya sempat ketemu banyak sekali alumni Teknik informatika ITB yang menerangkan tentang akan terjadinya “Revolusi Wimax” di Indonesia. Oleh sebab itu, sejak November 2007 saya mencoba mempelajari & mengikuti perkembangan teknologi ini dan kemungkinan penerapannya di perusahaan kami.

Apakah itu Wimax ?
Wimax adalah jaringan internet tanpa kabel (wireless), dengan kecepatan seperti memakai kabel fiber optic (70 Mbps), tapi menjangkau radius 50 km. Jadi Wimax adalah ibaratnya Wifi (hot spot) dengan broadband access untuk radius 1 kota (bukan 1 Starbuck café). Lihat ilustrasi di gambar – Wimax warna biru dan Wifi warna abu-abu. Silahkan baca Q & A tentang Wimax ini di Wimax forum, di majalah SDA atau download penjelasan Intel tentang teknologi Wimax ini.

Revolusi apa yang akan terjadi di Indonesia ?
Bila Wimax diterapkan di Indonesia maka internet kecepatan tinggi akan tersedia dimana-mana. Transfer video, pengiriman gambar densitas tinggi dan juga files ukuran besar akan terjadi dengan sangat mudah. Karena PT Rekayasa Industri merancang sebuah pabrik industri dengan menggunakan perangkat lunak 3-Dimensi (high density graphics files), maka kecepatan transfer gambar dalam ukuran besar dari kantor pusat ke lokasi-lokasi proyek menjadi sangat penting. Menurut sebuah sumber, bisnis Wimax di seluruh dunia dalam 5 tahun mendatang akan mencapai US $ 23 milyard.

Apa upaya dan langkah pemerintah ?
Salah satu tokoh nasionalis sejati yang ingin mendorong terciptanya industri telekomunikasi nasional, khususnya untuk memproduksi perangkat Wimax, adalah Dirjen Postel yang bernama Basuki Yusuf Iskandar (foto dari Detiknet). Atas desakan banyak perusahaan-perusahaan besar, ia menunda pemberian izin frekuensi Wimax, sampai industri lokal mampu membuat peralatannya secara mandiri. Basuki merasa sedih karena dari belanja telekomunikasi sebesar Rp 40 triliun per tahun, produk lokal hanya Rp 1,2 s/d Rp 8,4 Milyard. Indonesia betul-betul diserbu produk import.

Itulah sebabnya Basuki menyediakan dana Rp 18 milyard untuk riset Wimax, dengan mengerahkan berbagai institusi seperti untuk pengembangan chipset oleh ITB, pengembangan terminal akhir oleh BPPT, radio frekuensi baseband oleh LIPI, antena oleh UI, dan sistem operasinya oleh ITB. Setiap kelompok pengembangan kira-kira terdiri dari empat puluh peneliti. Selain itu BPPT & Depkominfo, saat ini juga sedang kembangkan penerapan Wimax untuk seluruh kantor pemerintah. Perusahaan-perusahaan lokal juga mulai “terjangkit wabah” memproduksi perangkat Wimax, seperti PT Solusindo Kreasi Pratama.

Setelah pemerintah memberikan izin frekwensi Wimax, apa bisnis yang akan tercipta & berapa besar prospeknya ?
Karena serbuan berbagai pihak, dan walaupun industri nasional belum siap, akhirnya Dirjen Postel mengeluarkan aturan teknis penerapan Wimax. Dengan penerapan ini akan berkembang bisnis-bisnis berikut :
  • Bisnis pemasangan perangkat Wimax pada existing BTS tower. Telkomsel di tahun 2007 mempunyai 21.000 BTS (dengan 1500 3-G enabled). Sedangkan Indosat mempunyai sekitar 8.000 BTS. Harga 1(satu) Wimax base station sekitar US $ 15.000. Jika 2.000 BTS dipasang perangkat Wimax maka prospek bisnis ini sekitar US $ 30 juta
  • Bisnis memproduksi perangkat CPE (Customer Premises Equipment) juga akan tumbuh. CPE adalah ibaratnya modem untuk Wimax. Harganya sekitar US $ 100 s/d US $ 200 per CPE. Jika 10 % pemakai internet Indonesia, yang totalnya 25 juta orang, pindah ke Wimax maka akan ada 2.5 juta pelanggan. Ini merupakan prospek bisnis US $ 250 juta s/d US $ 500 juta. Sebuah angka yang cukup besar.
  • Selain itu akan tumbuh bisnis content jenis baru seperti e-learning, movies on demand, set-up teleconferences facilities untuk korporasi, organisasi masa ataupun politik. Juga tentunya akan berkembang perusahaan jasa internet provider dengan kecepatan sangat tinggi yang akan membangkrutkan internet provider yang menerapkan teknologi kuno.
Demikian beberapa informasi “gegap gempita” yang saya tahu. Walaupun saya tahu bahwa CEO Vodaphone masih bilang - Wimax terlalu pagi. Tapi dari pengalaman saya, siapa yang paling awal dan pandai mengantisipasi pasar dengan menerapkan teknologi inovatif, biasanya akan menikmati keunggulan.