Blog Planet Wifi Router is designed as a study material for menperdalam about WI-MAX technology, Wifi, Wireless Internet. May be an asset to our progress sgucci: wimax firstmedia

Sarana dan Prasarana tempat tongkrongan kedai kopi sambil belajar Dasar-dasar WIFI, Hotspot, dan dunia internet

HOT NEWS

Showing posts with label wimax firstmedia. Show all posts
Showing posts with label wimax firstmedia. Show all posts

Membuat akses Layanan internet WI-MAX menjadi murah


CEO Sitra WimaxKumaran Singaram dalam soft launch Sitra Wimax, layanan baru PT First Media yang menggunakan teknologi generasi keempat (4G), menyatakan Kehadiran layanan internet broadband nirkabel diyakini akan turut mendorong ekonomi Indonesia.
“Hasil penelitian menunjukkan penambahan akses broadband satu persen bisa mendorong GDP (gross domestic product) 0,1 persen. Untuk wilayah Indonesia yang berpenduduk sangat besar, kenaikan GDP nilainya sangat signifikan,” ujar Kumaran.
Menurut Kumaran, tren bisnis saat ini membutuhkan akses ke layanan online untuk dapat bersaing di pasar yang terbuka. Internet broadband akan membantu pelaku usaha selalu terhubung ke klien dan pemasoknya. Misalnya, UKM yang memasok bahan baku ke industri bisa selalu terhubung ke sistem supply chain sehingga dapat memasok seuai kebutuhan dengan tepat.

Internet broadband berbasis nirkabel seperti Wimax, kata Kumaran, bisa lebih fleksibel menjangkau pengguna lebih banyak ketimbang layanan berbasis kabel serat optik. Daerah-daetah yang selama ini tidak terjangkau kabel optik karena lokasinya yang jauh atau posisinya yang sulit bisa diakses layanan broadband nirkabel dengan mudah.
“Dalam 18 bulan jumlah pelanggan Wimax akan sama dengan pelanggan kabel kami,” ujarnya. Pada peluncuran Sitra Wimax saat ini, PT First Media mengkalim telah melayani sekitar 300.000 pelanggan dan tumbuh sekitar 15 persen setahun terakhir.
Selain itu, untuk bisa mendapat izin uji laik operasi Wimax, PT First Media juga diwajibkan memenuhi syarat kandungan konten lokal dalam perangkat yang digunakannya. Hal tersebut turut mendorong kemajuan industriperangkat telekomunikasi dalam negeri. Konten lokal yang dipakai di layanan Sitra Wimax saat ini mencapai lebih dari 30 persen pada perangkat CPE (consumer premise equipment), lebih dari 40 persen di BTS, dan 100 persen di antena.
Sitra Wimax secara bertahap akan melayani pelanggan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Banten, Aceh, dan Sumatera Utara mulai awal Juli 2010.
PT First Media Tbk menjanjikan tarif internet bisa lebih murah 40 persen dalam waktu tiga bulan ke depan melalui layanan operator 4G berbasis Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wimax) yang baru dibentuknya, Sitra Wimax. Wimax merupakan teknologi berbasis data yang bekerja pada spektrum pita lebar layaknya Wi-Fi. Namun dengan jangkauan lebih luas dan kemampuan transmisi lebih cepat mencapai 75 Mbps.
“Kami resmi meluncurkan merek Sitra 4G Wimax mulai Senin (28/6). Selama tiga bulan ke depan, masyarakat diberi kesempatan untuk mencoba layanan Wimax. Setelah itu kami resmi menjualnya komersial,” kata Jerome, Chief Marketing Officer Sitra seperti dilansir situs Kontan, Senin (28/6/2010).
Menurut Jerome, kehadiran Wimax akan mengubah peta kompetisi akses data di Indonesia. Sehingga akan memaksa pemain yang ada menurunkan harga akses data namun dengan kualitas yang masih sama. Sekedar informasi, sebelum lelang BWA dimulai para peserta tender memperkirakan tarif internet akan turun dari Rp 750.000 untuk 1 Mbps per bulan, menjadi Rp 300.000 sampai Rp 500.000 untuk 1 Mbps per bulan.

Membuat akses Layanan internet WI-MAX menjadi murah


CEO Sitra WimaxKumaran Singaram dalam soft launch Sitra Wimax, layanan baru PT First Media yang menggunakan teknologi generasi keempat (4G), menyatakan Kehadiran layanan internet broadband nirkabel diyakini akan turut mendorong ekonomi Indonesia.
“Hasil penelitian menunjukkan penambahan akses broadband satu persen bisa mendorong GDP (gross domestic product) 0,1 persen. Untuk wilayah Indonesia yang berpenduduk sangat besar, kenaikan GDP nilainya sangat signifikan,” ujar Kumaran.
Menurut Kumaran, tren bisnis saat ini membutuhkan akses ke layanan online untuk dapat bersaing di pasar yang terbuka. Internet broadband akan membantu pelaku usaha selalu terhubung ke klien dan pemasoknya. Misalnya, UKM yang memasok bahan baku ke industri bisa selalu terhubung ke sistem supply chain sehingga dapat memasok seuai kebutuhan dengan tepat.

Internet broadband berbasis nirkabel seperti Wimax, kata Kumaran, bisa lebih fleksibel menjangkau pengguna lebih banyak ketimbang layanan berbasis kabel serat optik. Daerah-daetah yang selama ini tidak terjangkau kabel optik karena lokasinya yang jauh atau posisinya yang sulit bisa diakses layanan broadband nirkabel dengan mudah.
“Dalam 18 bulan jumlah pelanggan Wimax akan sama dengan pelanggan kabel kami,” ujarnya. Pada peluncuran Sitra Wimax saat ini, PT First Media mengkalim telah melayani sekitar 300.000 pelanggan dan tumbuh sekitar 15 persen setahun terakhir.
Selain itu, untuk bisa mendapat izin uji laik operasi Wimax, PT First Media juga diwajibkan memenuhi syarat kandungan konten lokal dalam perangkat yang digunakannya. Hal tersebut turut mendorong kemajuan industriperangkat telekomunikasi dalam negeri. Konten lokal yang dipakai di layanan Sitra Wimax saat ini mencapai lebih dari 30 persen pada perangkat CPE (consumer premise equipment), lebih dari 40 persen di BTS, dan 100 persen di antena.
Sitra Wimax secara bertahap akan melayani pelanggan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Banten, Aceh, dan Sumatera Utara mulai awal Juli 2010.
PT First Media Tbk menjanjikan tarif internet bisa lebih murah 40 persen dalam waktu tiga bulan ke depan melalui layanan operator 4G berbasis Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wimax) yang baru dibentuknya, Sitra Wimax. Wimax merupakan teknologi berbasis data yang bekerja pada spektrum pita lebar layaknya Wi-Fi. Namun dengan jangkauan lebih luas dan kemampuan transmisi lebih cepat mencapai 75 Mbps.
“Kami resmi meluncurkan merek Sitra 4G Wimax mulai Senin (28/6). Selama tiga bulan ke depan, masyarakat diberi kesempatan untuk mencoba layanan Wimax. Setelah itu kami resmi menjualnya komersial,” kata Jerome, Chief Marketing Officer Sitra seperti dilansir situs Kontan, Senin (28/6/2010).
Menurut Jerome, kehadiran Wimax akan mengubah peta kompetisi akses data di Indonesia. Sehingga akan memaksa pemain yang ada menurunkan harga akses data namun dengan kualitas yang masih sama. Sekedar informasi, sebelum lelang BWA dimulai para peserta tender memperkirakan tarif internet akan turun dari Rp 750.000 untuk 1 Mbps per bulan, menjadi Rp 300.000 sampai Rp 500.000 untuk 1 Mbps per bulan.

SITRA 4G WIMAX | Impacting Lives -Sgucci Wimax blog

Sitra adalah merk dagang First Media yang menghadirkan teknologi Wimax pertama di Indonesia, layanan broadband internet nirkabel generasi keempat (4G) dengan teknologi Wimax. Ini merupakan tindak lanjut First Media TK setelah memenangkan tender penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis packet switched yang menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel. First Media berhak menyelenggarakan jaringan tetap lokal di zona 1 yakni Aceh dan Sumatera bagian utara dan zona 4 yang mencakup Jabodetabek.
Hengki Dewanto, Presdir PT First Media Tbk mengatakan pihaknya menyiapkan US$350 juta dalam 10 tahun ke depan. Sejauh ini perusahaan itu telah mengeluarkan dana US$50 juta Sitra WiMax menargetkan dapat meraih lebih dari 100.000-150.000 pelanggan dalam satu tahun.
Internet and pay-TV provider PT First Media on Monday launched its WiMax network, Indonesia’s first fourth-generation wireless broadband network. The network, which is promised to cover Greater Jakarta and North Sumatra, will be operated by the company’s subsidiary Sitra Wimax, which aims to reach 150,000 customers in its first year of the operation. “We’re coming into a market which is crowded with fixed-line operators and third-generation (3G) operators, but WiMax has the technical capability to reach speeds five times faster than the average connection speed and provides a stable connection,” said Kumaran Singaram, Sitra WiMax’s chief executive. “When we say it’s a 4 megabits per second connection, it’s a stable, constant 4 mbps connection. It’s not an ‘up to 4 mbps’ promotion used to lure customers,” he said. Around 30 million Indonesians are estimated to have Internet access, with around 4 million having high-speed access (more than 1 mbps). “The number may be small, but we addressed it as an opportunity. The number of broadband subscribers is growing,” Kumaran said, adding that the company is targeting one million subscribers in five years. “Indonesia is an emerging market and the broadband sector has not been fully tapped. A one percent increase in Internet penetration translates into 0.1 percent GDP growth,” Kumaran added. Sitra WiMax would cover areas where Fastnet, First Media’s fiber optic Internet service could not reach, instead of “cannibalizing” its existing customers, he said. “Fastnet infrastructure only covers 25 percent of Greater Jakarta. Sitra will cover the rest of it because building WiMax infrastructure is faster and cheaper than fixed-line,” Kumaran said. The service has been soft-launched in Lippo Karawaci, and Sitra says it will be rolled out in Jakarta in coming months. Hengkie Liwanto, First Media’s president director, said that so far his company had invested $50 million in Sitra, and would invest up to $350 million over the next decade. “For the first year, Sitra will need an additional $100 million for capital expenditure,” he said. The capital expenditure would be financed by a Rp 456 billion ($52 million) rights issue and internal cash and bank loans, he said. In order to increase market penetration, Sitra will offer packages for prices lower than the average market rate. “For 1 mbps it will be around Rp 200,000 per month and for 4 mbps it will be around Rp 500,000 per month.” Fourth-generation wireless technologies such as WiMax and Long Term Evolution promise to deliver much faster download speeds. WiMax has a maximum speed of 40 mbps, while LTE has a maximum speed 100 mbps. “We have the technology for WiMax. It’s real and it’s here. LTE technology is not mature yet, maybe it will be within three years,” Hengkie said. First Media won a tender held by the Ministry of Communication and Information Technology in July for government bandwidth, securing a license for a 2.3 GigaHertz frequency band to be used for its WiMax service. Budi Setiawan, the director general for post and telecommunications at the ministry, said that First Media had passed the operational worthiness test. Budi called for Sitra to implement its services in North Sumatra immediately, instead of just focusing on Greater Jakarta. He said First Media’s freeloading problem — people getting free access by piggy-backing on others’ wireless — had been resolved. “We have cleaned most of the frequencies from freeloaders. Most of them did not know that they were freeloading on First Media’s network,” Budi said. First Media and the Jakarta Globe are affiliated with the Lippo group.

Sitra WiMAX – 4G First di Indonesia

merupakan tongggak bersejarah bagi dunia telekomunikasi Indonesia. First Media direncanakan akan melakukan launching WiMAX 4G pertama ... pulsa.d-cell.com/2010/06/sitra-wimax-4g-pertama-di-indonesia

Firstmedia Wimax First di Indonesia

abe is a jewel in the rough. Wink Firstmedia Wimax 1st di Indonesia ... Send a message via Yahoo to Nandez. wwwwuuuiiihhh mantabs, tp wimax itu speed'nya ... www.forumkami.com

Malaysia Tertarik Wimax Indonesia

Malaysia dikabarkan tertarik untuk menggunakan perangkat Wimax besutan anak Indonesia. Bahkan, minat untuk membeli perangkat jaringan nirkabel pita lebar itu pun telah disampaikan. Demikian diungkap Direktur Utama PT Solusindo Kreasi Pratama, Sakti Wahyu Trenggono. Ia mengaku, salah satu unit bisnisnya yang mengembangkan perangkat Wimax telah ditawari kerjasama oleh vendor telekomunikasi asal Malaysia, yakni Mercury Infocast. Read more...

Wimax First Media Menyusul Telkom dan IM2

Jakarta - Hingga tenggat akhir perpanjangan masa pembayaran biaya hak penyelenggaraan (BHP) dan up front fee untuk lisensi broadband wireless access (BWA), hanya satu dari enam perusahaan yang tercatat membayar.

Perusahaan itu adalah First Media. Afiliasi dari Lippo Group ini akhirnya menyusul Telkom Indonesia dan Indosat Mega Media (IM2) yang telah lebih dulu melunasi kewajiban tahun pertamanya demi menyelenggarakan akses Wimax di pita 2,3 GHz.

Sementara tiga perusahaan lainnya, Berca Hardayaperkasaya, Internux, dan Jasnita Telekomindo, masih gagal bayar. Ketiga perusahaan ini akan dikenakan denda sebesar 2% setiap bulan selama belum membayar.

"Besok Senin, sanksi untuk mereka akan kami bahas, termasuk kemungkinan pencabutan izin jika diperlukan. Kami tidak bisa membiarkan masalah ini berlarut-larut," ujar Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto kepada detikINET, Sabtu (21/11/2009).

Berca merupakan pemenang 15 zona dalam lelang 30 paket wilayah melalui tender BWA beberapa waktu lalu. Dari tiga perusahaan yang masih gagal bayar, hanya Berca yang tak memberi penjelasan.

"Cuma dua perusahaan mengirimkan surat keterangan keterlambatan, yakni Internux dan Jasnita. Sedangkan Berca malah belum ada surat atau kabar sama sekali," ungkap Gatot.

Dalam surat yang diterima Depkominfo, Internux dan Jasnita menyatakan meminta penundaan pembayaran sekaligus menerima konsekuensi terkena denda. Namun dalam suratnya, Internux menjelaskan alasan keterlambatan karena masih mempertanyakan kesiapan kandungan lokal.

"Mengenai kandungan lokal pada perangkat, kami sudah menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin mengadakan tender jika masalah itu belum beres. Dan itu sudah disepakati semua pihak dalam komitmen awal," sanggah Gatot.

Selain tiga perusahaan ini, sebenarnya masih ada dua perusahaan lain yang juga belum membayar kewajiban up front fee dan BHP frekuensi Wimax. Namun karena berbentuk konsorsium, tenggat waktunya lebih panjang. Sebab perlu waktu untuk membentuk badan hukum di Departemen Hukum dan HAM.

Kedua perusahaan itu adalah Konsorsium Wimax Indonesia (akan menjadi Wireless Telecom Universal) serta Konsorsium dari perusahaan Comtronics Systems dan Adiwarta Perdania.

Berca Belum Siap Bayar Wimax Rp 143 Miliar

Jakarta - Berca Hardayaperkasa menegaskan akan tetap membayar kewajiban up front fee dan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi untuk 15 zona yang dimenanginya dalam tender broadband wireless access (BWA) di pita 2,3 GHz pada pertengahan 2009 ini.

Berca yang memenangi 15 zona wilayah dalam lelang 30 paket, menurut dia, memiliki kewajiban untuk membayar total Rp 143,101 miliar untuk up front fee dan BHP frekuensi tahun pertamanya dalam menyelenggarakan akses pita lebar Wimax.

Namun hingga tenggat waktu yang ditentukan, 17 November, dan bahkan hingga perpanjangan tenggat, 20 November, perusahaan milik Hartati Moerdaya itu tak jua memenuhi kewajibannya. Alhasil, Berca dikenai denda 2% atau Rp 2,8 miliar per bulan atas keterlambatannya.

Investasi WiMAX First Media Rp 1 Triliun

PT First Media Tbk (KBLV) menganggarkan investasi pengembangan broadband wireless access atau yang lebih dikenal dengan istilah WiMAX hingga Rp 1 triliun.
“Investasinya bisa Rp 1 triliun,” ujar Direktur Keuangan KBLV, Irwan Djaja di Jakarta, Jumat (13/11).
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun menara telekomunikasi berikut Base Transceiver Station (BTS) dan infrastruktur lainnya yang diperlukan untuk proyek WiMAX.
“Kita telah memenangkan tender WiMAX untuk Zona 1 yaitu Sumatera bagian Utara, meliputi Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darusalam, serta Zona 4 yaitu Jabodetabek dan Banten,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, perseroan akan meluncurkan produk baru yang menggunakan teknologi WiMAX di 2010. Dengan teknologi ini, investasi yang dibutuhkan perseroan ke depannya akan dapat ditekan.
“Teknologi WiMAX yang digabungkan dengan jaringan kabel akan membuat investasi pembangunan infrastruktur ke depannya lebih murah, karena pembangunan kabel tidak perlu terlalu mahal dan teknologi ini mempermudah kita menjangkau konsumen,” ujarnya.
Irwan menjelaskan, saat ini kendala pengembangan fasilitas internet kabel adalah pembangunan kabel yang membutuhkan dana besar dan waktu yang lama. Dengan teknologi ini, koneksi internet akan dipancarkan melalui BTS-BTS dengan jaringan WiMAX, baru kemudian disambung dengan kabel-kabel ke konsumen.
“Jadi pertumbuhan jumlah konsumen bisa meningkat cepat,” ujarnya. Mengenai pendanaannya, Irwan mengatakan perseroan akan menggunakan kombinasi kas internal dan pendanaan eksternal seperti dari perbankan maupun penerbitan obligasi. Namun komposisinya belum dapat dipastikan.
“Kalau umumnya kan kas internal 30%, eksternal 70%. Masih kita bahas akan mengambil opsi yang mana, bisa perbankan maupun obligasi,” ujarnya.
Hingga triwulan III-2009, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 531,281 miliar yang dikontribusikan oleh sektor internet sebesar Rp 237,022 miliar, televisi berbayar Rp 190,922 miliar, data komunikasi Rp 48,788 miliar, iklan Rp 27,227 miliar dan lain-lain Rp 27,322 miliar.
“Laba bersih hingga triwulan III-2009 sebesar Rp 46,679 miliar. Hingga akhir tahun, kami menargetkan pendapatan Rp 760 miliar-780 miliar,” ujarnya
Tahun 2010, dengan pengembangan produk baru berteknologi WiMAX, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,5 triliun.

Registrasi FIRSTMEDIA untuk fasnet..........wimax


Untuk pembaca dapat berlangganan baru dengan melakukan registrasi dan untuk pelanggan lama bisa upgrade bandwith juga.......




 

 Data - data soft copy anda/pembaca dapat langsung dikirim ke win.ranto@gmail.com kita akan follow up dirrect to sales firstmedia.(untuk pelanggan baru maupun pelanggan lama yang ingin upgrade speed bandwith.
ditunggu.....

Wimax Akan diluncurkan Bertepatan Momentum 100 Tahun Harkitnas


Jakarta, (APTEL) - Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional kali ini akan diperingati agak berbeda dengan peringatan Harkitnas sebelumnya. Hal itu nampak dari berbagai kegiatan yang akan dilakukan Panitia Nasional yang di ketuai Menkominfo Mohammad Nuh. Peluncuran Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) versi Indonesia pada tahun 2008 diharapkan menjadi salah satu momentum 100 tahun kebangkitan nasional 28 Mei 2008. Hal itu dikatakan Menkominfo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI di gedung parlemen di Jakarta, beberapa waktu lalu.


"Kita akan meluncurkan Wimax versi Indonesia pada 28 Mei 2008 nanti. Ini sebagai kebanggaan nasional di bidang teknologi," kata Menkominfo.

Namun demikian peluncuran Wimax itu tidak serta merta bisa segera dilakukan, sebab memerlukan pengkajian yang dan penelitian mendalam untuk bisa diimplementasikan dan sekarang ini proyek Wimax versi Indonesia sedang dalam tahap penelitian yang dilakukan Depkominfo bersama dengan BPPT, Ristek dan LIPI.

"Sekarang sudah riset. Kita punya hasil riset berupa bagian-bagian Wimax yang masih terpisah, masih dalam bentuk belum utuh. Kita mempunyai tugas untuk menggabungkan ini semua dengan orientasi hasil akhir produk," katanya. Proyek ini akan menggabungkan berbagai hasil riset tentang Wimax menjadi satu bagian dan hasilnya akhir berupa produk Wimax versi Indonesia” tandasnya.
Wimax adalah salah satu teknologi yang memudahkan masyarakat mendapatkan koneksi Internet berkualitas, untuk melakukan aktivitas dengan teknologi nirkabel telekomunikasi berbasis protokol internet.

***

Sementara itu di tempat berbeda Menkominfo juga mengatakan bahwa, pemerintah siap menggenjot penetrasi internet broadband di Indonesia dengan upaya menggelar program hotspot gratis di seluruh nusantara sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan per kapita negara.
"Bulan depan kami akan memulai program hotspot gratis ini dengan menggandeng sejumlah penyedia layanan internet," ujarnya di sela acara Indonesia Broadband Summit, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dengan tingginya penetrasi internet akan menimbulkan multiplier effect terhadap industri, khususnya di sektor riil. Namun, lanjutnya, efek domino terhadap growth domestic product (GDP) negara akan sangat tergantung pada konten dan aplikasi.

"Jadi, selama konten dan aplikasi belum tumbuh dengan baik, saya kira efeknya kecil," Jelasnya. "Karena itu harus paralel. Dengan mendorong internet broadband, industri aplikasi harus didorong juga," ia menambahkan. Oleh sebab itu, pemerintah akan mendorong melalui pemberian insentif bagi industri lokal. "Misalnya, dengan mempermudah akses ke permodalan dan membantu dalam bentuk promosi." Jelasnya.

***


Sebagaian masyarakat menyambut baik jika ada hot spot gratis. Sejauh ini telah banyak kantor pemerintah yang menerapkan jaringan nirkabel dan internet melalui hotspot.Selain untuk membuat akses jaringan internal didalam kantor,hotspot yang sudah tersambung dengan internet tersebut juga "diberikan' kepada masyarakat. Biasanya layanan hotspot ini bisa diakses disekitar gedung pemerintahan atau taman kota dan manfaatnya masyarakat bisa mengakses internet secara gratis.




Beberapa pemerintah daerah yang sudah membuat layanan hotspot ini antara lain : Kabupaten Sumenep, Kabupaten Kebumen, Kabupaten garut, Kota Surabaya, Kota Tarakan, Kabupaten Bantul, Kabupaten Aceh Singkil dan masih banyak lagi.Jaringan nirkabel adalah masa depan ( wireless network is future ). Mengingat manfaatnya jauh lebih besar, sudah selayaknya kalangan pemerintah di Indonesia mempertimbangkan jaringan nirkabel".




Jika semua Pemda di Indonesia menerapkan hal ini dampaknya akan luar biasa, Gedung pemerintahan dan taman kota akan dipenuhi oleh orang-orang yang nginternet, pagi, sore bahkan hingga malam. Selain sebagai tempat rekreasi, refreshing, bisa juga untuk proses belajar berbagai ilmu pengetahuan guna meningkatkan wawasan melalui fasilitas nirkabel hotspot yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas SDM Indonesia. (Sumber ;Aptel)

wimax firstmedia ,Jika Internet Mahal, Artinya Wimax Gagal

Jakarta - Pemerintah dan para pemenang tender pita frekuensi 2,3 GHz untuk akses jaringan broadband wireless access (BWA), menyatakan optimismenya akan layanan internet yang cepat dan terjangkau bagi kantong semua lapisan masyarakat.

"Kalau harga ritel internetnya mahal berarti kami gagal," sergah Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh saat meresmikan delapan pemenang tender BWA di gedung Depkominfo, Jakarta, Jumat (31/7/2009).

Delapan pemenang tender itu adalah Berca Hardayaperkasa, First Media, Internux, Telkom, Indosat Mega Media, Jasnita Telekomindo, Rahajasa Media Internet. (a/n Konsorsium Wimax Indonesia), dan Konsorsium Comtronics Systems dan Adiwarta Perdania.

Jika ditotal, harga frekuensi yang mereka tawarkan melonjak sampai sembilan kali lipat dari total harga dasar 15 zona senilai Rp 52,35 miliar. Itu berarti total satu blok (1 x 15 MHz) laku terjual Rp 26,17 miliar.

Harga frekuensi termahal ada di zona 4 yakni Jakarta, Banten , Bogor, Tangerang, dan Bekasi senilai Rp 15,16 miliar per bloknya.

Itu belum termasuk biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi dan upfront fee. Jika dihitung-hitung, untuk menyewa frekuensi dan BHP, pemenang zona 4 harus membayar Rp 121 miliar dalam setahun.

Sebagai pemenang zona termahal itu, First Media dan Internux, keduanya mengklaim telah melakukan analisa dan hitung-hitungan bisnis yang komprehensif sebelum memutuskan untuk menawar lisensi frekuensi BWA di zona tersebut dengan harga selangit.

"Ini merupakan tujuan nasional supaya akses internet bisa banyak yang bisa memakai. Kita punya analisa dan optimisme agar pemakaian internet bisa berlipat ganda. Kalau hitungan bisnisnya semua masuk," sergah kedua pihak, senada.

product baru firstmedia wimax

Setelah nulis tentang murahnya harga internet unlimited firstmedia (100 ribu/bulan unlimited dengan speed sampai 384 kbps – internet murah dari firstmedia fastnet) saya akan nulis tentang gimana cara daftar dan juga mengenai coverage area yang sudah di cover oleh firstmedia.

untuk mengetahui coverage area yang sudah di cover oleh firstmedia anda bisa mengunjungi websitenya yaitu http://www.firstmedia.com disana ada 3 langkah mudah untuk mendaftar di firstmedia.

langkah-langkah untuk daftar firstmedia
1. Cek area anda sudah di cover apa belum
2. Tentukan mau pilih koneksi yang kecepatannya berapa
3. Konfirmasi pendaftaran anda.

nah anda bisa melihat area yang di cover firstmedia pada langkah pertama pendaftaran.

tapi kalau anda mau mendaftar firstmedia saya sarankan via telepon saja. maklum kalau lewat telepon bisa lebih jelas dan bisa tanya-tanya mengenai yang lain. nomer teleponnya +62 55 7777 88

misalkan saja mau tanya
# Coverage areanya dimana aja (sebenarnya bisa liat di website pada pendaftaran langkah pertama, tapi kalau gak mau repot ya tanya saja langsung ke Operatornya wilayah saya di cover apa tidak).
# Butuh pasang tv cablenya gak? (gak butuh).
# Modemnya gratis gak? (liat table paket untuk modem).
# Modem apa yang dibutuhkan? (modem Cable broadband).
# Apa aja yang dibutuhkan supaya bisa pasang internet (modem Cable broadband, LAN card)
# kalau wilayah saya tidak ter cover gimana caranya supaya bisa masuk ke daerah saya
# biaya pemasangan ada gak, gak ada (lihat tabel harga)