Blog Planet Wifi Router is designed as a study material for menperdalam about WI-MAX technology, Wifi, Wireless Internet. May be an asset to our progress sgucci: Wimax. WIFI

Sarana dan Prasarana tempat tongkrongan kedai kopi sambil belajar Dasar-dasar WIFI, Hotspot, dan dunia internet

HOT NEWS

Showing posts with label Wimax. WIFI. Show all posts
Showing posts with label Wimax. WIFI. Show all posts

Wireless Architectures


The following section will provide a simple overview of wireless concepts and nomenclature to help the reader understand how WiMAX works and will assist the reader in com-municating with the WiMAX industry.

Wireless architecture: point-to-point and point-to-multipoint

There are two scenarios for a wireless deployment: point-to-point and point-to-multipoint.
  Point-to point and point-to-multipoint configurations

Point-to-point (P2P)
Point to point is used where there are two points of interest: one sender and one receiver.  This is also a scenario for backhaul or the transport from the data source (data center, co-lo facility, fiber POP, Central Office, etc) to the subscriber or for a point for distribution using point to multipoint architecture.  Backhaul radios comprise an industry of their own within the wireless industry.  As the architecture calls for a highly focused beam between two points range and throughput of point-to point radios will be higher than that of point-to-multipoint products.


Point-to-Multipoint (PMP)
As seen in the figure above, point-to-multipoint is synonymous with distribution.  One base station can service hundreds of dissimilar subscribers in terms of bandwidth and services offered.

Line of sight (LOS) or Non-line of sight (NLOS)?
The difference between line of sight and non-line of sight


Earlier wireless technologies (LMDS, MMDS for example) were unsuccessful in the mass market as they could not deliver services in non-line-of-sight scenarios.  This limited the number of subscribers they could reach and, given the high cost of base stations and CPE, those business plans failed.  WiMAX functions best in line of sight situations and, unlike those earlier technologies, offers acceptable range and throughput to subscribers who are not line of sight to the base station.  Buildings between the base station and the subscriber diminish the range and throughput, but in an urban environment, the signal will still be strong enough to deliver adequate service.  Given WiMAX's ability to deliver services non-line-of-sight, the WiMAX service provider can reach many customers in high-rise office buildings to achieve a low cost per subscriber because so many subscribers can be reached from one base station.  


Lima Langkah untuk Troubleshoot Jaringan Wi-Fi Anda


Wi-Fi memberikan kebebasan dari kawat, tetapi juga dapat memberi Anda sakit kepala jika Anda memiliki masalah koneksi. Atenuasi dan jarak sinyal nirkabel bervariasi dengan dua faktor kunci: bahan konstruksi bangunan dan gangguan di dekatnya. Dua penyebab umum lain dari masalah koneksi Wi-Fi menggunakan standar nirkabel yang berbeda untuk router nirkabel atau akses point (AP) dan / atau adapter nirkabel dan tidak menjaga Windows diperbarui.
Dalam tutorial ini, kita akan meninjau tugas tips utama untuk memperbaiki bahwa komputer yang tidak akan terhubung, atau tetap sambungan.
1. Miskin atau Interferensi Sinyal Pertama, cobalah untuk menghilangkan sinyal miskin atau gangguan dari daftar kemungkinan penyebab masalah Anda. Jika menggunakan laptop atau perangkat mobile, bergerak lebih dekat ke router nirkabel atau AP. Gunakan pertimbangan Anda berdasarkan kinerja nirkabel dari komputer lain untuk menentukan apakah masalahnya hanya bahwa Anda terlalu jauh dari sinyal atau sesuatu yang mengganggu sinyal. Perlu diingat, telepon nirkabel, monitor bayi, dan perangkat nirkabel lainnya (terutama di band 2.4GHz) dapat menyebabkan gangguan melemahkan dengan sinyal Wi-Fi.
Jika Anda memerlukan jangkauan lebih baik, pastikan router nirkabel atau AP diletakkan dekat bagian tengah daerah cakupan yang diinginkan. Jika itu tidak membantu, mempertimbangkan untuk mengupgrade ke sebuah router atau AP dengan 802.11n untuk sedikit peningkatan dalam jangkauan. Untuk kenaikan besar, pertimbangkan membeli pengulang nirkabel atau jembatan, atau menambah dan kabel lain AP.
Jika Anda berpikir gangguan masalah, cobalah untuk menemukan perangkat campur atau jaringan. Jika Anda tidak dapat menonaktifkannya, cobalah mengubah saluran Wi-Fi router anda atau AP dengan login ke control panel berbasis web. Cobalah untuk tetap dengan channel 1 atau 11.
2. Tidak mendapatkan kecepatan penuh 802.11n Jika Anda dapat terhubung tetapi masalah Anda adalah bahwa Anda tidak melihat kecepatan data kecepatan tinggi atau diiklankan oleh 802.11n router nirkabel Anda, periksa pertama yang adaptor nirkabel juga mendukung 802.11n. 802.11b / g gigi kompatibel dengan standar 802.11n yang lebih baru tetapi koneksi akan dibatasi dengan kecepatan 11Mbps dari kecepatan 54Mbps 802.11b atau 802.11g.
Jika Anda menggunakan adaptor baik sebagai router nirkabel 802.11n dan nirkabel, kecepatan masih dapat dibatasi jika anda menggunakan WEP atau WPA / TKIP enkripsi. Untuk dukungan penuh dari 802.11n, Anda harus menggunakan enkripsi WPA2/AESBahkan kemudian, Anda tidak akan melihat kecepatan maksimum sampai Anda mengubah saluran standar-lebar dari 20 sampai 40MHz dengan login ke router atau panel kontrol berbasis Web AP.
3. WPA atau WPA2 kompatibilitas adaptor nirkabel dan Windows XP Jika Anda tidak dapat terhubung di semua router dan nirkabel atau AP menggunakan enkripsi WPA atau WPA2, pastikan adaptor nirkabel Anda dan Windows mendukungnya. Anda dapat memeriksa pada Windows dengan membuka jendela properti jaringan nirkabel dan mengacu pada jenis otentikasi yang terdaftar, seperti ditunjukkan pada Gambar 1.
Ingat: enkripsi WEP tidak aman dan tidak boleh digunakan. Cobalah untuk menggunakan WPA atau WPA2, bahkan jika itu berarti membeli hardware baru.
Jika Anda tidak melihat WPA atau WPA2 sebagai tipe otentikasi, pertama memastikan dukungan oleh Windows. Windows XP Service Pack 3 dan versi terbaru mencakup baik WPA dan dukungan WPA2. Jika menggunakan Windows XP dengan Service Pack sebelumnya (atau tidak), download Service Pack 3 melalui Windows Update atau dari situs Microsoft. Atau, Anda dapat secara manual menginstal pembaruan untuk Windows XP WPA dan WPA2 update untuk Windows XP Service Pack 2.



If you still don't see WPA or WPA2 as an authentication type in Windows, your wireless adapter likely doesn't support it. However, you can try to update your adapter's driver to see if the vendor has released updates. Visit the website of the adapter's vendor and search for drivers in the support section. If a newer driver exists, update it using their instructions or via the Device Manger in Windows. Then check the authentication types in Windows again.

4. Using Old 802.11b wireless adapters with 802.11n

If you're trying to connect an older 802.11b wireless adapter to a newer wireless router or AP with 802.11n, there might be a compatibility issue. Even though 802.11n is supposed to be interoperable with 802.11b/g, it still might not work. You can try to update your adapter's driver to see if that helps. Visit the vendor's website and search for drivers in the support section. If a newer driver exists, update it using their instructions or via the Device Manger in Windows.
If you still have problems, you may be able to connect the 802.11b adapter if you put your wireless router or AP into 802.11b/g mode rather than the default mixed mode that includes 802.11n. To do this login to the router's Web-based control panel using its IP address and then find the wireless settings.
For optimum 802.11n performance, you should only use 802.11n wireless adapters and change the default mixed mode of the router or AP to 802.11n only.

5. Fluke with wireless adapter or Windows

Sometimes there just might be some fluke with the wireless adapter or Windows. First, try disabling and re-enabling the wireless adapter. In Windows XP, click Start Connect To Show All Connections. In Windows Vista or 7, right-click the network icon in the lower right corner of Windows and open the Network and Sharing Center, and then access the adapter settings or network connections. Once in the Network Connections window, right-click the wireless adapter to disable and enable.
If restarting the adapter doesn't help, maybe try giving Windows a restart. There might be some issue with Windows.

In conclusion

We discussed the main troubleshooting tasks to diagnose and fix Wi-Fi connection issues. If you still have issues, and you haven't already, check for updates for your wireless adapter's driver. Additionally, check for firmware updates for your wireless router or APs and update it through the web-based control panel.
If you're having a problem with all your computers connecting, try restoring the factory defaults of the wireless router or AP by pressing the small button on the back of it.

Bedah Bisnis RT/RW-Net | Plasa Wifi Router


Bisnis RT/RW-Net

Ini ada bisnis prospektif kecil-kecilan untuk tahun 2009, pelajari dulu bisnisnya siapa tahu anda berminat terjun ke bisnis ini. Resikonya paling2 jatuh dari genting rumah atau dari tower wakakaka…, tapi hasilnya lumayan buat beli rokok, jajan, nyicil motor, mbayar utang dll D Lanjuuut…
Well…, sebelum dilanjut mari kita bayangkan dulu kalo Internet itu ibarat lautan samudra yang luas…, jangan mbayangin maria ozawa yah…D gak bakalan nyambung/konek kalo kon..k iya wekekeke… oke sudah…sudah… sekarang anda bayangkan air dari samudra tadi anda salurkan lewat selang…, nah ukuran selang itu ada yang 64kbps, 128kbps, 256kbps, 384kbps, 512kbps, 1Mega, 2Mega dan seterusnya. Nah yang kita bakal bisniskan ya jualan masangin selang tadi ke rumah-rumah (kira-kira begitu yah..) Gimana kalo selang disini kita ganti aja dengan nama misalnya bandwidth biar kedengeran canggih woke…!
speedyNah…, kita critanya mau pake spidi opis (insert : maaf salah upload gambar… habis sama2 namanya speedy…) sekarang kita bayangin lagi misal speedy office lebar selangnya/benwit & dilewati air up to 384kbps, kalo up to artinya selang/benwit ukuran 384kbps tadi gak ke rumah kita aja tapi di bagi sama misal 5 tetangga yang ambil paket up to 384kbps juga… jadi kalo 5 tetangga kita brosing atawa donlot ya air yg lewat ke jalur rumah kita gak nyampek 384kbps…(kira-kira begitu yah)… nah kalo 5 tetangga nggak pake atau keran airnya dimatiin baru deh kita dapat 384kbps penuh…nah itu model up to, adalagi yang model dedicated 1: 1 jadi anda beli benwit 128kbps ya dapetnya 128kbps gak dibagi sama yang lain, … gimana masih bingung ya? sama kalo itu saya sendiri nulis ini juga bingung wekekeke…
RT/RW-Net YagiBolicOpo sih RT/RW-Net kui…? RT/RW-Net adalah suatu konsep jaringan komputer swadaya masyarakat dalam ruang lingkup RT/RW. Konsep RT/RW-Net ini sebenarnya mirip dengan konsep WARNET, akses ke Internet di share menggunakan konfigurasi LAN melalui peralatan hub/switch. Hanya saja kabel LAN yang digunakan tidak di batasi hanya sebatas ruangan WARNET, tapi di buat menembus tembok rumah, masuk got atau menyebrang menuju ke rumah tetangga atau kampung sebrang.
kabelrj45Media yang digunakan bisa lewat kabel atau Wireless 2.4 Ghz dan Hotspot sebagai sarana komunikasi rakyat yang bebas dari undang-undang dan birokrasi pemerintah (jadi cukup minta doa restu pak RW sama pak RT aja). Jika lokasi yang akan di bangun letaknya cukup dekat sebaiknya menggunakan kabel karena hal itu akan meringankan dari segi finansial. Kalo jauh pake bis aja eh wirelless.
Jaringan RT/RW Net memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan akses Internet yang mudah dan murah dengan cara swadaya sehingga masyarakat dapat menikmati akses internet 24/hari dan 7 hari/minggu tanpa menggunakan pulsa telpon, tanpa batasan time base dan volume base. 
Well… mari kita ambil contoh dengan menyewa komputer di Warnet Rp.2.500 /jam. Misalkan kita menyewa selama 3 jam perhari maka biaya yang akan kita keluarkan selama sebulan adalah Rp. 225.000. Bandingkan dengan RT/RW net ini dengan asumsi kita berlangganan Speedy Office untuk besaran bandwith up to 384 Kbps yang harganya Rp. 750.000 (belum termasuk Abonemen telpon & abonemen speedy, Ppn telpon & ppn speedy, Meterai telpon & materai speedy, denda telpon denda speedy dll :D )total sekitar 850 ribuan lebih perbulan. Well… jika jumlah warga yang bergabung misalkan 10 orang maka sebulan warga hanya akan membayar kurang lebih 85.000. Apalagi kalo dijual Rp250rb up to 384 Kbps dikasih proxi buat 15 client personal juga masih mak-nyus. Biaya tersebut termasuk sangat murah karena pelanggan akanbebas menggunakan internet selama 24 jam sehari selama sebulan penuh. (misal bro…)
Tujuan lain dari RT/RW Net ini adalah membuat semacam Intranet yang berisi berbagai macam informasi tentang kegiatan yang ada di lingkungan sekitar. Dengan tersambungnya rumah-rumah ke jaringan Internet secara terus-menerus dan tidak terputus, maka bisnis internet diharapkan akan semakin marak termasuk pemanfaatan internet untuk pembayaran tagihan telpon, listrik, cek Saldo Bank , pesan tiket Pesawat dll.
gatewayBiaya investasi awal hanya dikeluarkan sekali yakni untuk membangun infrastruktur. Sedangkan biaya iuran bulanan dan biaya operator akan dikeluarkan setiap bulan untuk membayar ke penyedia internet dimana besarannya akan tergantung dari besar bandwidth atau kapasitas saluran yang akan disewa. Besaran biaya untuk iuran bulanan ini juga tergantung dari banyaknya pelanggan yang tergabung. Untuk koneksi Internet direncanakan akan menggunakan jasa layanan Telkom yakni Speedy walau tidak stabil dan sering down dan lambat (saya pernah ngalamin matot 1 minggu) tapi masih lumayan lah…D (jer basuki mowo beyo atau ono rego ono rupo).
Untuk memulai proyek RT/RW Net harus ada tempat yang akan dijadikan sebagai NOC (Network Operation Center) atau BTS RT/RW-Net yakni tempat untuk mengelola system jaringan atau tempat akan diletakannya server perangkat modem, manageman bandwidth, Billing Server, Access Point dan Switch dan juga sebagai tempat untuk mendistribusikan koneksi internet keseluruh pelanggan/rumah setiap anggota.
topologi-rtrwnet-spidol
Untuk mendistribusikan koneksi internet keseluruh pelanggan maka ada dua cara yang umumnya ditempuh yakni dengan menggunakan sistem kabel (UTP) dan sistem Wireless (Gelombang Radio). Dengan berbagai pertimbangan termasuk letak rumah para pelanggan yang tersebar maka sistem kabel tidak akan efisien jika harus menarik satu kabel kesetiap pelanggan/rumah karena jarak serta kontur tanah yang tidak rata. Dengan pertimbangan efesiensi dan efektifitas termasuk kemudahan maintenance maka sebaiknya menggunakan Wireless ketika akan mendistribusikan koneksi internet kesetiap rumah termasuk pembentukan sistem jaringan komputer atau Local Area Network (LAN).
Peralatan yang dibutuhkan (client/pelanggan)
Setiap warga yang ingin bergabung dalam komunitas RT/RW-net ini maka peralatan yang dibutuhkan adalah :
- PC Desktop/Notebook
- LanCard
- Kabel UTP
- Konektor RJ45
- Antena YagiBolic atau WajanBolic
- Pokoknya disesuaikan dengan hasil survey aja kalo dekat pake kabel kalo agak jauh pake motor eh wirelless.
Perkiraan Biaya Pembangunan RT/RW-Net
Tempat yang menjadi NOC akan dibangun sebuah tower/antena dengan ketinggian sekitar 24 meter (saya membayangkan membangun BTS-nya di Perumnas Mojosongo Solo) sehingga bisa menjangkau seluruh perumahan. Dari tower ini akan dipasang sebuah antena pemancar dan Access Point sehingga frekuensi radio atau sinyal dapat ditangkap oleh semua pelanggan.
Perkiraan kebutuhan dana untuk memenuhi kebutuhan pendirian RT/RW-Net adalah sbb :
Peralatan standar yang di butuhkan di sisi NOC adalah sebagai berikut : (harga cuma kira2 aja lho…!)
1. Access Point 2.4Ghz (Rp. 1.500.000)
3220 (kalo mau istimewa pake MikroTik) -> rb600
Access Point berfungsi sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tetangga anda, di access point inilah koneksi internet dari tempat anda dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya. (Setingan Radio Senao/EnGenius sebagai client/AP) (Setingan MikroTiknya)
2. PC Router/Gateway (Rp. 1.000.000) tergantung speknya
(kalo mau istimewa pake MikroTik) -> rb1000
PC Router merupakan Router yang di buat dari sebuah PC yang dijadikan Fungsi Router yang dijalankan dengan sistem operasi dan kebanyakan sistem operasi yang digunakan adalah berbasis OS (Operation System) Linux. PC Router sebenarnya sangat banyak sekali variannya baik yang berbayar/komersil maupun yang Free/open source. Yang komersil seperti Mikrotik OS. (bikin ruter mikrotik komplit sedot aja)(cara buat routernya sedot nih!) (cara buat-router-mikrotik juga
3. Antena Omni 2,4Ghz (Rp. 650.000)
omni
Antena Omni (yang dipegang kayak pentungan itu lho bro…) untuk memperluas jangkauan hingga beberapa kilometer, meskipun ketika anda membeli access point sudah dilengkapi antena omni, namun belum cukup karena hanya berkekuatan antara 3-5dB, untuk memperluas jangkauan, anda memerlukan antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB. Antena Omni ini memiliki pancaran 360 derajat, jadi cocok bisa menjangkau client/tetangga dari berbagai arah.
4. Switch 8 port (RP. 250.000)
5. Kabel UTP (1roll Rp. 850.000)
(kalo teknisinya cewek kabelnya pilih yg warna pink ixixix…) Well…, walau namanya perangkat wireless, namun peranan kabel juga diperlukan, kabel UTP/STP ini diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada LAN lokal anda, jadi di bawah dia bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router atau ke Hub/Switch, pilih kabel UTP/STP yang berkualitas baik guna meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.
6. Pigtail (Rp. 150.000)
Pigtail atau kabel jumper diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan access point, perhatikan panjang maksimal yang diperlukan, jangan terlalu panjang karena akan mengalami degradasi sinyal (loss dB) Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point anda.
7. Box external (Rp. 150.000)
Box external untuk melindungi access point anda dari hujan, maka diperlukan pelindung berbentuk kotak, bisa terbuat dari plastik atau plat besi dan box gak boleh dibungkus tas plastik ntar dikira nasi bungkus lho dan ini biasanya diletakkan di bawah antena.
8. POE (Rp.150.000)
POE dipakai supaya kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk menghidupkan access point. POE ini fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda tidak perlu repot-repot lagi mengulur kabel listrik ke atas tower, lebih praktis dan hemat.
9. Konektor RJ45 (1box Rp. 75.000)
RJ45
10. Tower 1 section 4 meter (+/-@ Rp 850.000+pasang+anti petir) kebutuhannya 4 stage dulu aja…
jomblo-in-action1
Insert : ketek ketulup
Tower dipakai untuk mendapatkan jangkauan yang maksimal, anda perlu menaikkan antena omni ke tempat yang tinggi agar client/tetangga anda bisa menangkap sinyal radio dengan baik.
silakan kunjungi Plasa wifi untuk makalah - makalah untuk Hotspot, wi-fi, antena kaleng, wireless. 

Wimax Indonesia, Seberapa Jauh Bisa Siap Mengimplementasikannya

Di Indonesia, Wimax Indonesia memang belum sepopuper Wi-Fi (Wireless Fidelity). Namun sebagai salah satu negara pemegang lisensi Wimax (Worldwide Interoperability Mobile Access), Indonesia memiliki wewenang menerapkan teknologi telekomunikasi ini pada operator-operator seluler yang memiliki kesiapan baik secara kesiapan secara infrastruktur maupun kesiapan operational-maintanance. Akses broadband nirkabel Wimax Indonesia diharapkan mampu memberikan angin segar di tengah-tengah persaingan industri telekomunikasi dan kebutuhan pasar.

Sinergi Wimax-Wifi-Seluler

Wifi (Wireless LAN) merupakan jaringan komunikasi nirkabel melalui komputer LAN. Jangkauannya terbatas pada area tertentu sehingga disebut hotspot. Layanan yang diberikan bisa variatif, layaknya aplikasi LAN seperti: email, internet, intranet, messaging, music/video streaming, dan layanan IP base lainnya.

Apabila Wifi dikombinasikan implementasinya dengan Wimax maka jelas akan mempercepat dan memperluas penggunaannya, lebih secure karena bisa menjadi QoS (Quality of Service), lebih reliable, dan kaya akan layanan baru.

Sinergi antara Wimax Indonesia dengan seluler menggabungkan jaringan kabel dan wireless, layanan dan terminal. Secara umum, konsep konvergensi pada telekomunikasi mencakup 3 aspek, yaitu: device, service, dan jaringan.

Secara umum Wimax Indonesia diperkenalkan sebagai akses yang menawarkan solusi multi-access, sebagai contoh: Wimax Indonesia untuk melengkapi jaringan yang sudah eksis (2G/3G dan Wifi). Munculnya Wimax Indonesia otomatis akan menimbulkan persaingan dengan pengusung 3G

Layanan 3G merupakan layanan komunikasi bergerak yang menjanjikan peningkakan bandwith hingga 384 Kbps ketika diakses dalam keadaan bergerak (normadic) sementara untuk di kendaraan bergerak kecepatannya 128 Kbps dan sampao 2 Mbps dalam keadaan diam. Teknologi 3G berbasis GSM (WCDMA) dan CDMA (CDMA 2000). Dengan demikian keunggulan Wimax adalah dari kecepatannya dan layanan yang lebih menarik dibanding 3G. Namun, dari kemampuan mobilitynya 3G masih lebih unggul karena menggunakan node B yang tentu saja bisa mencakup yang lebih luas.

Wimax Indonesia di Sisi Produsen atau Provider

Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto menegaskan, pihaknya telah menyiapkan perangkat aturan berupa Rancangan Peraturan Menteri Kominfo untuk tender BWA (broadband wireless access) yang akan dimulai tahun 2008. Tender tersebut ditujukan bagi industri pendukung peralatan untuk lisensi satu blok frekuensi di pita 2,3 GHz.

Wan Yi, Direktur Wireless and Mobile Department di China Communications Standards Association (CCSA), mengatakan satus 3G Wimax akan mengganggu keseimbangan industri mobile.

“Teknologi 3G bertumpu pada struktur segitiga W-CDMA, CDMA, dan TD-SCDMA. Wimax akan mempengaruhi ini secar besar-besaran. Semua vendor besar W-CDMA dan CDMA menentang ini,” ujar Wan. Wimax merupakan teknologi yang menggunakan teknik SOFDMA, teknik modulasi multicarrier yang menggunakan subchannelisasi. Provider menggunakan standar frekuensi untuk pelanggan tetap (fixed) dan bergerak (normadic). Teknik modulasi Wimax berbeda dengan CDMA dimana CDMA menggunakan perbedaan kode pada tiap pelanggannya.

Wimax Indonesia di Sisi Konsumen

Teknologi Wimax Indonesia dapat mengcover area sekitar 50km dimana ratusan pengguna akan dishare sinyal dan kanal untuk transmisi data sampai 155 Mbps.

Pada aplikasi mobile, user Wimax Indonesia layaknya menggunakan terminal Wifi seperti: notebook, PDA, dan smartphone. Pemanfaatan Wimax Indonesia sama dengan pemanfaatan Wifi. Sebuah terminal dapat mendeteksi jaringan Wimax dan Wifi sehingga user akan semakin dimudahkan karena bisa memilih Wimax broadband (untuk jaringan Wimax Indonesia) atau wireless hotspot (untuk jaringan Wifi/Wireless LAN).