Blog Planet Wifi Router is designed as a study material for menperdalam about WI-MAX technology, Wifi, Wireless Internet. May be an asset to our progress sgucci: Broadband Wireless Access

Sarana dan Prasarana tempat tongkrongan kedai kopi sambil belajar Dasar-dasar WIFI, Hotspot, dan dunia internet

HOT NEWS

Showing posts with label Broadband Wireless Access. Show all posts
Showing posts with label Broadband Wireless Access. Show all posts

wireless router tercepat

Tahukah anda wireless tercepat didunia, TP Link saat ini sedang melakukan uji layak wireless router tercepat didunia. dengan seri ND. Kita tunggu hasilnya, yang infonya akan dirilis di awal oktober yang akan masuk kepasaran asia.

WiMAX development scenarios


Kita akan memasuki jaringan 4G dengan membangun arsitektur yang merupakan perpaduan solusi VoIP dan Mobile IP based. Arsitektur ini merupakan perpaduan WiMAX micro-cell dengan Wi-Fi yang mendukung layanan voice dan data yang pada awalnya akan dikembangkan untuk daerah perkotaan dan akan dihubungkan dengan WiMAX macro-cell melalui  interoperability link WiMAX point-to-point. Kedepannya ketika mobile WiMAX akan memasuki pasar maka dibangun sesuai dengan model yang sama dengan layanan seluler untuk memenuhi tujuan jaringan 4G. 
WiMAX micro cell bergabung dengan Wi-Fi sebagai jalur migrasi menuju 4G Saat ini pengguna harus mulai mempertimbangkan apakah akan menggunakan Wi-Fi,WiMAX atau keduanya, karena beberapa device sudah mulai ditanamkan WiMAX Radio. Berbeda dengan Wi-Fi yang sudah sejak lama ada pada notebook, ponsel dan PDA. Untuk implementasi awal, WiMAX akan digunakan sebagai backhaul untuk memperluas WiFi hotspot dalam membentuk micro cell. Dengan WiMAX, hotspot akan dikonversi menjadi hotzone, agar ponsel Wi-Fi Voip seperti VoiceLine XJ100 yang dibuat oleh Net2Phone dapat tetap tersambung walaupun bergerak dari satu hotspot ke hotspot yang lain. Satu WiMAX base station dapat menangani ratusan megabit per detik data dan dapat menjadi feeder satu atau lebih Wi-Fi AP pada satu gedung.
Pembangunan Mobile WiMAX menuju 4G Mobile WiMAX telah ada sejak tahun 2007-2008 yang memfasilitasi pengguna ponsel VoIP dapat berkomunikasi pada area perkotaan,daerah pedesaan atau yang susah dijangkau jaringan kabel yang dilayani oleh spektrum WiMAX. Pengguna akan melakukan koneksi ke Wi-Fi (802.11) ketika mereka berada di hotspot, dan akan melakukan koneksi ke WiMAX (802.16) ketika mereka meninggalkan hotspot dan berada pada area layanan WiMAX. Untuk penawaran mobilitas, layanan wireless harus memiliki mobilitas seperti pada layanan telepon seluler. Solusinya adalah dengan membuat cell cell kecil,daripada mencoba menjangkau wilayah yang luas menggunakan satu antena.



Making the best security for the WLAN - Membuat keamanan terbaik bagi WLAN


Hanya dalam beberapa detik, komunikasi antara router dan client terlin­dungi oleh enkripsi WPA. CHIP menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi pada proses Handshake tersebut dan bagaimana Anda dapat melin­dungi WLAN sehingga lebih aman dan cepat. 


Memahami Jaringan Nirkabel: Standar WLAN 
Banyak orang yang mengenal 802.11g, tetapi sedikit yang mengetahui ada apa dengan standar 802.11e? Agar Anda dapat memahami jaringan wireless, CHIP menjelaskan istilah-istilah terpentingnya. 
-> IEEE802.11g: Standar yang paling banyak diaplikasikan. Standar ini menggu­nakan pita frekuensi 2,4GHz. 

->IEEE802.11a: Transfer data dilakukan pada pita frekuensi 5GHz. 

-> IEEE802.11b: Sebelum standar G ditetapkan, semua perangkat bekerja dengan kecepatan 11 MBit/s. 

->IEEE802.11n: Standar Highspeed baru dengan kecepatan sampai 600 MBit/s. 

-> IEEE802.11p: Pengembangan dari standar 802.11a, khusus untuk komunikasi Car-to-Car. 

-> IEEE802.11d: Menjelaskan seputar MAC Layer Bridging. 

->IEEE802.11e: Menetapkan standar untuk perangkat yang menggunakan QoSDienst (Quality of Service). 

->IEEE802.11f: Menetapkan standar komunikasi antarbase station. 

->IEEE802.11i: Mencakup feature-feature keamanan baru, seperti WPA2. 

Tidak banyak yang tahu kalau jaringan wireless memicu turunnya risiko patah tulang. Namun, kebanyakan pengguna teknologi WLAN berterima kasih karena terhindar dari sandungan kabel. Pengenalan standar Centrino pada tahun 2003 membawa sebagian besar notebook memasuki dunia jaringan wireless. Tak hanya notebook, makin banyak perangkat komputer yang terhubung secara nirkabel. Mengapa harus menggunakan kabel yang bisa membuat Anda tersandung dan patah tulang, bila dapat tanpa kabel. 

Namun, apa yang sebenarnya terjadi saat data dikirim atau diterima? Ada anggapan bahwa pada jaringan kabel, keamanannya lebih terjamin karena tidak ada yang dapat menyambungkan kabel dan menyadap data dari belakang komputer. Hal ini berbeda dengan jaringan wireless yang risi­konya lebih besar. 

Baru sejak pengenalan standar enkripsi WPA, transmisi data menjadi lebih terlindungi. Agar Anda dapat mendapat gambarannya, CHIP menunjukkan apa-apa saja yang terjadi saat WLAN-Handshake detik demi detik selama koneksi diproses, mulai dari perkenalan antara client dan router sampai dengan proses enkripsi koneksi wireless. Selain itu, Anda akan menemukan tips-tips terbaik yang tidak saja membuat WLAN menjadi lebih aman, melainkan juga berjalan lebih cepat. 

Detik: 2,570
Apabila segalanya sesuatunya sudah jelas, client mengirimkan sebuah “Open System Request” dan mencari tahu, apakah jaringan tersebut terenkripsi. Router kemudian mengirimkan sebuah jawaban.

Detik: 2,610
Langkah client selanjutnya adalah meminta kepada router agar mendapat akses untuk memasuki jaringan. Permintaan ini disebut “Association Request” yang diikuti oleh “Assocation Response” dari AP. Bila jaringan bersifat terbuka, clien­t melakukan autentifikasi melalui Open System Authentication dan AP me­ngirim pesan Authentication-Success. Di sini, koneksi data pun terjadi.

Saat ini, protokol WPA masih menjadi standar dalam perlindungan jaringan WLAN. Walaupun demikian, metode ini juga memiliki kelemahan (lihat boks hlm. 119). Sementara itu, standar WPA2 yang lebih aman masih belum didukung oleh berbagai perangkat. Oleh sebab itu, CHIP menjelaskan bagaimana perangkat saling terhubung satu sama lain dalam sebuah jaringan WPA.

Kedua metode enkripsi tersebut menggunakan TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) untuk pertukaran datanya. Pada WPA, proses enkripsi menggunakan algoritma RC4 (Ron’s Code 4) dan WPA2 menggunakan metode AES.

Detik: 2,980
Enkripsi aktual yang boleh digunakan adalah yang ditetapkan oleh standar IEEE802.11. WPA menjadi standar yang paling banyak digunakan. Pada teknik pe­ngamanan ini, terdapat dua varian, untuk jaringan rumah yang kecil serta untuk jaringan bisnis. Perbedaannya terletak pada proses autentifikasi client saat koneksi dilakukan dengan router. Pada jaringan rumah, digunakan password yang dapat ditentukan sendiri, yang disebut PSK (Pre-Shared Key). Sementara itu, pada jaringan WLAN Enterprise, teknik PSK ini diaplikasikan oleh sebuah server khusus yang disebut Radius Server. Server ini bertugas untuk membagikan key yang valid.

Untuk home WLAN dapat juga digunakan sebuah Fixed Key (Master Key) serta beberapa temporary key untuk proses enkripsi. Pada tahap WPA yang pertama, berdasarkan WLAN Master Password, nama jaringan SSID (Service Set Identifier) serta panjang SSID, Client, dan AP akan memproses sebuah PMK (Pairwise Master Key) sepanjang 256 bit. Perangkat sekarang berada dalam status PMKSA (Pairwise Master Key Security Association).

Detik: 3,020
Dengan PMK ini, mitra WLAN akan memproses key lainnya sepanjang 512 bit, yang disebut PTK (Pairwise Transient Key). Untuk itu, perangkat menggunakan 4 Way-Handshake. Pertama, router mengirimkan sebuah EAPOLFrame (Extensible Authentication Protocol over LAN) kepada client, yang mengandung sebuah ANonce (angka random). Pesan ini masih belum dienkripsi dan dikirim dalam format yang dapat dibaca melalui wireless. Namun, tidak ada dampak kritis terhadap keamanan karena proses 4 Way-Handshake akan gagal. Bila gagal, router akan me­ngulangi kembali proses Handshake tersebut.

Detik: 3,190
Client sekarang membuat PTK dari parameter berikut: SNonce (angka random sendiri), ANonce (angka random AP), PMK, dan MAC Address dari perangkat.

Detik: 3,320
Berdasarkan PTK tersebut, router dan c­lient kemudian meneruskan 4 Temporary key lainnya, yaitu: EAPOL Key Encryption-Key, EAPOL Key Integrity Key (nantinya, perangkat mengenkripsi Data Key yang dikirim dengan key ini), Data Encryption Key dan Data Integrity Key yang semuanya sepanjang 128 bit.

Detik: 3,570
Pesan berikutnya berlangsung dari client ke router dan berisi SNonce. Dengan angka ini, router menghitung Pairwise Transcient Key yang sama. Koneksi memang masih belum dienkripsi, namun sudah disisipi dengan sebuah algorimta MIC (Message Integrity Check) yang bertugas untuk mendeteksi terjadinya perubahan pada data. Sender memberikan nomor-nomor pada paket data secara terus-menerus. Angka tersebut dimasukkan ke dalam pesan.

Receiver kemudian memeriksa angka yang dikirim. Bila paket tidak sesuai dengan angka tersebut, receiver tidak akan memprosesnya sama sekali. Dengan cara ini, banyak serangan hacker yang dapat dicegah. Untuk pengiriman tersebut, MIC-Code menggunakan EAPOL Key Integrity-Key. De­ngan key ini, router memeriksa apakah PTK miliknya tidak sesuai dengan Key yang dikirim oleh client.

"Update firmware memberikan perlindungan dari gangguan hacker"

Beginilah Membuat WLAN Cepat dan Aman dari Hacker
Apakah halaman website sederhana harus terbuka dalam hitungan menit? Download video dari YouTube sering terputus? Kemungkinan, WLAN Anda me­ngalami efek bottleneck. Dengan tips dan trik berikut, Anda dapat membuat jari­ngan wireless menjadi lebih stabil dan aman dari serangan hacker atau pengguna yang tidak diundang.

KEAMANAN UNTUK JARINGAN:
Agar jaringan lebih aman, sebaiknya Anda menggunakan sistem enkripsi WPA2-AES yang baru. Dibandingkan WPA, standar yang paling umum digunakan, sistem enkripsi baru ini tidak lagi berbasis pada algoritma RC4, melainkan AES (Advanced Encryption Standard). Beberapa router bahkan mendukung konfigurasi jaringan campuran (mixed). Jadi, koneksi ke perangkat WPA dienkripsi dengan RC4, sedangkan koneksi WPA2 dengan AES. Apakah router Anda memungkinkan metode tersebut, silakan baca manual yang disertakan. Biasanya, perangkat dapat dilengkapi dengan feature ini de­ngan melakukan update firmware. Agar aman, sebaiknya router di-update de­ngan menggunakan koneksi kabel.

POSISI ROUTER YANG TERBAIK:
Agar lalu lintas jaringan tidak terganggu, sedapat mungkin router ditempatkan pada lokasi agak tinggi. Anda dapat memeriksa pancaran sinyal dengan tools HeatMapper gratis yang disertakan dalam CHIP-DVD.

PILIHAN JARINGAN MEMBAWA PERFORMA:
Semakin banyak perangkat WLAN yang digunakan, semakin sempit gelombang radio yang tersedia. Belakangan juga tersedia Dualband-Router, yang bekerja baik opsional dengan frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz ataupun dengan keduanya secara bersamaan. Bila perangkat jaringan Anda selu­ruhnya berbasis pada frekuensi 5 GHz, biasanya semua channel WLAN akan tersedia. Sebelum menggunakan frekuensi ini, pastikan semua perangkat sudah mendukung mode baru tersebut.

WLAN TANPA GANGGUAN:
Bila di lingkungan Anda tidak terdapat banyak jaringan WLAN tetangga, sebaiknya tidak memilih channel yang terlalu dekat dengan jaringan tetangga. Bila channel standar 6 sudah terpakai, biasanya channel 4, 5, 7 dan 8 juga terpakai. Bila Anda menggunakan salah satu dari channel tersebut, lalu lintas data akan bertubrukan. Akibatnya, data rate pada kedua jaringan akan menurun karena setiap perangkat WLAN juga menyortir paket data yang untuk jaringan lain. Jadi, sedapat mungkin untuk mengosongkan 3 channel. Di Eropa, tersedia maksimal 13 channel untuk tiga jaringan agar tidak overlachannel 1, 7, dan 13.

Jangkauan WLAN Lebih Jauh dengan Dana Lebih Hemat 
Bila jangkauan jaringan Anda tidak memadai untuk memperoleh akses highspeed di sekitar rumah, CHIP memberikan tips yang sempurna bagi Anda. Gunakan sebuah antena WLAN yang dapat dibuat sendiri. Biaya yang diperluka hanya beberapa ribu rupiah saja, namun performanya dapat meningkat lebih dari 20 persen. Panduannya tersedia dalam CHIP-DVD. 

Jadi, buka file PDF dalam CHIP-DVD tersebut pada PC. Kemudian, dokumen dicetak sebisa mungkin pada kertas yang tebal. Dengan sebuah program editor gambar, ukuran gambar dapat disesuaikan dengan router Anda. Perhatikan agar check box tetap berbentuk kuadrat. Sebelum dipotong, kertas dapat saja diberi gambar agar tampak menarik. 





Detik: 3,830
Pada bagian ketiga dari 4 Way-Handshakes, router mengirim sebuah Success Packet ke client, yang menyatakan bahwa kedua perangkat sudah menyediakan Temporary Key yang sama. Pesan ini diproteksi dengan algoritma MIC agar tidak dapat diubah.

Detik: 4,280
Pada tahap Handshake terakhir, client mengirim pesan MIC kepada router, bahwa proses pembuatan key sudah selesai dan key yang baru sudah diaktifkan. Lalu, router memeriksa pesan melalui MIC dan mengaktifkan Key tersebut.

Detik: 4,500
Koneksi kedua perangkat segera diproteksi dengan WPA. Melalui enkripsi ini, router kemudian mengirim sebuah GK (Group Key).

Detik: 4,680
Langkah selanjutnya adalah penggunaan TKIP Protocol. Protokol ini bertugas untuk mengenkripsi data user yang sebenarnya. Agar enkripsi berhasil, protokol membutuhkan tiga komponen, yaitu algoritma RC4 untuk encoding data, proses MIC untuk integrity Protection, dan IV (Initialization Vector) untuk enkripsi RC4 yang berbasis angka random.

Pada tahap pertama, router memisahkan IV sepanjang 48 bit menjadi sebuah Upper-IV dan Lower-IV. Berdasarkan Upper-IV, MAC Address dari Receiver, dan Data Encryption Key, perangkat akan meng­hitung TTAK (TKIP-mixed Transmit Address and Key). Dengan Lower IV dan TTAK tersebut, kemudian dihasikan sebuah PPK (Per Packet Key) dengan bantuan algoritma RC4. Kedua perangkat akan memproteksi masing-masing paket data dengan key ini. Untuk Integrity Protection, semua pesan-pesan WLAN memiliki sebuah MIC-Frame. Sebaliknya, client men­g­enkripsi data dalam urutan terbalik.

Detik: 5,200
Sekarang, kedua perangkat terhubung secara aman untuk mengirim data-data yang sebenarnya. Pengembang WPA pun sudah merancang teknik ini untuk me­nangkis serangan hacker. Semua paket data yang menggunakan Initialization Vector yang sudah digunakan tidak akan diproses oleh perangkat. Selain itu, teknik MIC memberikan proteksi yang lebih optimal. Bila client atau router mendeteksi sebuah Quote memiliki lebih dari dua MIC-Error per menit, perangkat akan memutus transmisi data se­lama 60 detik dan meminta ulang key secara keseluruhan. Dalam beberapa kasus, hacker memanfaatkan teknik ini untuk melakukan DoS-Attack (Denial-of-Service) karena dapat melumpuhkan WLAN dengan jumlah error paket yang lebih sedikit. WPA2 sudah memberikan proteksi terhadap serangan seperti ini. Bila perangkat yang digunakan sudah mendukung enkripsi seperti ini, sebaiknya Anda mengaktifkannya pada router. 


Sumber : http://chip.co.id/articles/featured/2010/08/30/perlindungan-terbaik-wlan 

What’s the best WiFi antenna for me?



Add caption
The regular access point (AP) or router comes with 2 dBi dipole omni antennas with a range of about 30-60FT (actual range depends on the environment). The dipole antennas can be replaced with WIFI-Link high-gain antennas for further coverage and stronger signals.
You will need to remove one of the dipole antennas on the router or access point (AP), and that is where the RF coaxial cable assembly goes. The cables connect the antenna to the router or AP. The distance from the antenna to the router determines the length of the cable you need.
The Coaxial Low Loss Cables we carry are made in our ISO-certified factory in Taiwan. The high quality with the good performance can be reduced the transmission loss. We have 3 types of cables to choose from: LLC100 (2.70mm), LLC200 (4.95mm), and LLC400 (10.30mm).
Client - USB wireless dongle adapter (RX end)
The average range for built-in WIFI on the laptops is about 150-300 ft. The range can be less due to different environments. That is why WIFI-Link created the external USB dongle adapter. The USB adapter comes with a 5-dbi dipole antenna which has about 150-210 ft of coverage (actual range depends on the environment).
You can replace the 5-dbi dipole antennas with higher gain antennas. The HIGH POWER USB adapter boosts the ranges and strengthens the signals for high-gain antennas. WIFI-Link carries different types of high-gain antennas; and, please refer to the below pictures.
The RF coaxial cable connects the USB dongle to the WIFI-Link high-gain antennas. We strongly suggest keeping the laptop power adapter plugged in for ultimate performance. The length of the cable depends on the location of the laptop and antenna.
The Coaxial Low Loss Cables we carry are made in our ISO-certified factory in Taiwan. The high quality with the good performance can be reduced the transmission loss. We have 3 types of cables to choose from: LLC100 (2.70mm), LLC200 (4.95mm), and LLC400 (10.30mm).


Link source.

Meningkatkan Kinerja WLAN dengan RTS / CTS


Sebagai fitur opsional, standar 802.11 termasuk RTS / CTS (Permintaan untuk Send / Clear untuk Kirim) berfungsi untuk mengontrol akses stasiun ke medium. Umumnya hanya lebih mahal, high-end LAN nirkabel menawarkan RTS / CTS di kartu antarmuka jaringan radio (NIC) dan jalur akses - Anda tidak akan menemukan ini di rumah murah atau produk SOHO. Melalui penggunaan yang tepat RTS / CTS, Anda dapat menyempurnakan pengoperasian LAN nirkabel Anda, tergantung pada lingkungan operasi. 

RTS / CTS dalam tindakan 

Jika Anda mengaktifkan RTS / CTS di stasiun tertentu, ia akan menahan diri dari mengirimkan bingkai data sampai stasiun melengkapi suatu RTS / CTS handshake dengan stasiun lain, seperti jalur akses. stasiun A memulai proses dengan mengirimkan frame RTS. Jalur akses RTS menerima dan merespon dengan bingkai CTS. Stasiun radio harus menerima frame CTS sebelum mengirim data frame. CTS juga mengandung nilai waktu yang memberitahu stasiun lain untuk menunda dari mengakses media, sementara stasiun memulai RTS mentransmisikan data. 

RTS / CTS handshaking memberikan kontrol positif atas penggunaan media bersama. Alasan utama untuk menerapkan RTS / CTS adalah untuk meminimalkan tabrakan antara stasiun tersembunyi. Hal ini terjadi ketika pengguna dan jalur akses yang tersebar di seluruh fasilitas dan Anda menemukan sejumlah transmisi ulang yang relatif tinggi terjadi pada LAN nirkabel. 

Bayangkan ada dua pengguna akhir 802.11 (Stasiun Stasiun A dan B) dan satu jalur akses. Stasiun A dan Stasiun B tidak bisa mendengar satu sama lain karena atenuasi tinggi (misalnya, kisaran substansial), tetapi mereka dapat baik berkomunikasi dengan titik akses yang sama. Karena situasi ini, Stasiun A mungkin mulai mengirim frame tanpa memperhatikan bahwa Stasiun B saat ini memancarkan (atau sebaliknya). Hal ini akan sangat mungkin menyebabkan tabrakan antara Stasiun Stasiun A dan B terjadi pada titik akses. Akibatnya, baik Stasiun A dan Stasiun B akan perlu mengirim ulang paket masing-masing, yang menghasilkan overhead yang lebih tinggi dan throughput yang lebih rendah. 

Jika salah satu Stasiun A atau B Stasiun mengaktifkan RTS / CTS, bagaimanapun, tabrakan tidak akan terjadi. Sebelum transmisi, Stasiun B akan mengirim dan menerima RTS CTS dari titik akses. Nilai waktu dalam CTS (yang Stasiun A juga menerima) akan menyebabkan Stasiun A untuk menunda cukup lama untuk Stasiun B untuk mengirimkan frame. Dengan demikian, penggunaan RTS / CTS mengurangi tabrakan dan meningkatkan kinerja jaringan jika stasiun yang tersembunyi yang hadir.

Perlu diingat, meskipun, bahwa peningkatan kinerja menggunakan RTS / CTS adalah hasil bersih dari overhead memperkenalkan (yaitu, RTS / CTS frame) dan mengurangi overhead (yaitu, transmisi ulang lebih sedikit). Jika Anda tidak memiliki node tersembunyi, maka penggunaan RTS / CTS hanya akan meningkatkan jumlah overhead, yang mengurangi throughput. Masalah sedikit node tersembunyi juga dapat mengakibatkan penurunan kinerja jika Anda menerapkan RTS / CTS. Dalam hal ini, tambahan RTS / CTS frame biaya lebih dalam hal overhead dari apa yang Anda dapatkan dengan mengurangi transmisi ulang. Jadi, berhati-hatilah ketika melaksanakan RTS / CTS. 

RTS / CTS implementasi tips 

Salah satu cara terbaik untuk menentukan apakah Anda harus mengaktifkan RTS / CTS adalah untuk memonitor LAN nirkabel untuk tabrakan. Jika Anda menemukan sejumlah besar tabrakan dan pengguna relatif keluar terpisah dan kemungkinan jauh dari jangkauan, kemudian coba aktifkan RTS / CTS di NIC user nirkabel. Anda dapat mengaktifkan fungsi dengan mengklik "mengaktifkan RTS / CTS" di suatu tempat di layar setup. Anda tidak perlu mengaktifkan RTS / CTS di jalur akses dalam kasus ini.Setelah menerima frame RTS dari pengguna radio NIC, jalur akses yang akan selalu merespon dengan bingkai CTS. 

Tentu saja, perlu diingat bahwa mobilitas pengguna dapat mengubah hasil. Seorang pengguna yang sangat mobile mungkin tersembunyi untuk waktu singkat, mungkin bila Anda melakukan pengujian, kemudian lebih dekat ke stasiun lainnya sebagian besar waktu. Jika tabrakan yang terjadi antara pengguna dalam jangkauan satu sama lain, masalahnya mungkin hasil dari pemanfaatan jaringan tinggi atau mungkin interferensi RF. 

Setelah mengaktifkan RTS / CTS, tes untuk menentukan apakah jumlah tabrakan adalah kurang dan throughput yang dihasilkan lebih baik. Karena RTS / CTS memperkenalkan overhead, anda harus mematikannya jika Anda menemukan penurunan throughput, bahkan jika Anda memiliki sedikit tabrakan. Setelah semua, tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja. 

Metode untuk memungkinkan RTS / CTS pada titik-titik akses yang berbeda dibandingkan dengan NIC. Untuk jalur akses, Anda mengaktifkan RTS / CTS dengan menetapkan ambang batas ukuran paket khusus (0-2347 bytes) pada konfigurasi antarmuka pengguna. Jika paket bahwa titik akses transmisi lebih besar dari ambang batas, maka akan memulai RTS / CTS fungsi. Jika ukuran paket sama dengan atau kurang dari ambang batas, titik akses tidak akan memulai RTS / CTS.Kebanyakan vendor menyarankan menggunakan ambang sekitar 500. Penggunaan 2347 byte efektif menonaktifkan RTS / CTS untuk jalur akses. 

Dalam kebanyakan kasus, memulai RTS / CTS di jalur akses yang sia-sia karena masalah stasiun tersembunyi tidak ada dari perspektif dari titik akses. Semua stasiun yang memiliki asosiasi yang valid berada dalam jangkauan dan tidak tersembunyi dari titik akses. Memaksa titik akses untuk melaksanakan RTS / CTS handshake secara signifikan akan meningkatkan overhead dan mengurangi throughput. Fokus pada menggunakan RTS / CTS di NIC untuk meningkatkan kinerja.

Lima Langkah untuk Troubleshoot Jaringan Wi-Fi Anda


Wi-Fi memberikan kebebasan dari kawat, tetapi juga dapat memberi Anda sakit kepala jika Anda memiliki masalah koneksi. Atenuasi dan jarak sinyal nirkabel bervariasi dengan dua faktor kunci: bahan konstruksi bangunan dan gangguan di dekatnya. Dua penyebab umum lain dari masalah koneksi Wi-Fi menggunakan standar nirkabel yang berbeda untuk router nirkabel atau akses point (AP) dan / atau adapter nirkabel dan tidak menjaga Windows diperbarui.
Dalam tutorial ini, kita akan meninjau tugas tips utama untuk memperbaiki bahwa komputer yang tidak akan terhubung, atau tetap sambungan.
1. Miskin atau Interferensi Sinyal Pertama, cobalah untuk menghilangkan sinyal miskin atau gangguan dari daftar kemungkinan penyebab masalah Anda. Jika menggunakan laptop atau perangkat mobile, bergerak lebih dekat ke router nirkabel atau AP. Gunakan pertimbangan Anda berdasarkan kinerja nirkabel dari komputer lain untuk menentukan apakah masalahnya hanya bahwa Anda terlalu jauh dari sinyal atau sesuatu yang mengganggu sinyal. Perlu diingat, telepon nirkabel, monitor bayi, dan perangkat nirkabel lainnya (terutama di band 2.4GHz) dapat menyebabkan gangguan melemahkan dengan sinyal Wi-Fi.
Jika Anda memerlukan jangkauan lebih baik, pastikan router nirkabel atau AP diletakkan dekat bagian tengah daerah cakupan yang diinginkan. Jika itu tidak membantu, mempertimbangkan untuk mengupgrade ke sebuah router atau AP dengan 802.11n untuk sedikit peningkatan dalam jangkauan. Untuk kenaikan besar, pertimbangkan membeli pengulang nirkabel atau jembatan, atau menambah dan kabel lain AP.
Jika Anda berpikir gangguan masalah, cobalah untuk menemukan perangkat campur atau jaringan. Jika Anda tidak dapat menonaktifkannya, cobalah mengubah saluran Wi-Fi router anda atau AP dengan login ke control panel berbasis web. Cobalah untuk tetap dengan channel 1 atau 11.
2. Tidak mendapatkan kecepatan penuh 802.11n Jika Anda dapat terhubung tetapi masalah Anda adalah bahwa Anda tidak melihat kecepatan data kecepatan tinggi atau diiklankan oleh 802.11n router nirkabel Anda, periksa pertama yang adaptor nirkabel juga mendukung 802.11n. 802.11b / g gigi kompatibel dengan standar 802.11n yang lebih baru tetapi koneksi akan dibatasi dengan kecepatan 11Mbps dari kecepatan 54Mbps 802.11b atau 802.11g.
Jika Anda menggunakan adaptor baik sebagai router nirkabel 802.11n dan nirkabel, kecepatan masih dapat dibatasi jika anda menggunakan WEP atau WPA / TKIP enkripsi. Untuk dukungan penuh dari 802.11n, Anda harus menggunakan enkripsi WPA2/AESBahkan kemudian, Anda tidak akan melihat kecepatan maksimum sampai Anda mengubah saluran standar-lebar dari 20 sampai 40MHz dengan login ke router atau panel kontrol berbasis Web AP.
3. WPA atau WPA2 kompatibilitas adaptor nirkabel dan Windows XP Jika Anda tidak dapat terhubung di semua router dan nirkabel atau AP menggunakan enkripsi WPA atau WPA2, pastikan adaptor nirkabel Anda dan Windows mendukungnya. Anda dapat memeriksa pada Windows dengan membuka jendela properti jaringan nirkabel dan mengacu pada jenis otentikasi yang terdaftar, seperti ditunjukkan pada Gambar 1.
Ingat: enkripsi WEP tidak aman dan tidak boleh digunakan. Cobalah untuk menggunakan WPA atau WPA2, bahkan jika itu berarti membeli hardware baru.
Jika Anda tidak melihat WPA atau WPA2 sebagai tipe otentikasi, pertama memastikan dukungan oleh Windows. Windows XP Service Pack 3 dan versi terbaru mencakup baik WPA dan dukungan WPA2. Jika menggunakan Windows XP dengan Service Pack sebelumnya (atau tidak), download Service Pack 3 melalui Windows Update atau dari situs Microsoft. Atau, Anda dapat secara manual menginstal pembaruan untuk Windows XP WPA dan WPA2 update untuk Windows XP Service Pack 2.



If you still don't see WPA or WPA2 as an authentication type in Windows, your wireless adapter likely doesn't support it. However, you can try to update your adapter's driver to see if the vendor has released updates. Visit the website of the adapter's vendor and search for drivers in the support section. If a newer driver exists, update it using their instructions or via the Device Manger in Windows. Then check the authentication types in Windows again.

4. Using Old 802.11b wireless adapters with 802.11n

If you're trying to connect an older 802.11b wireless adapter to a newer wireless router or AP with 802.11n, there might be a compatibility issue. Even though 802.11n is supposed to be interoperable with 802.11b/g, it still might not work. You can try to update your adapter's driver to see if that helps. Visit the vendor's website and search for drivers in the support section. If a newer driver exists, update it using their instructions or via the Device Manger in Windows.
If you still have problems, you may be able to connect the 802.11b adapter if you put your wireless router or AP into 802.11b/g mode rather than the default mixed mode that includes 802.11n. To do this login to the router's Web-based control panel using its IP address and then find the wireless settings.
For optimum 802.11n performance, you should only use 802.11n wireless adapters and change the default mixed mode of the router or AP to 802.11n only.

5. Fluke with wireless adapter or Windows

Sometimes there just might be some fluke with the wireless adapter or Windows. First, try disabling and re-enabling the wireless adapter. In Windows XP, click Start Connect To Show All Connections. In Windows Vista or 7, right-click the network icon in the lower right corner of Windows and open the Network and Sharing Center, and then access the adapter settings or network connections. Once in the Network Connections window, right-click the wireless adapter to disable and enable.
If restarting the adapter doesn't help, maybe try giving Windows a restart. There might be some issue with Windows.

In conclusion

We discussed the main troubleshooting tasks to diagnose and fix Wi-Fi connection issues. If you still have issues, and you haven't already, check for updates for your wireless adapter's driver. Additionally, check for firmware updates for your wireless router or APs and update it through the web-based control panel.
If you're having a problem with all your computers connecting, try restoring the factory defaults of the wireless router or AP by pressing the small button on the back of it.

Meembuaatt SSeendiirrii Antena Wireless 2.4GHz

Mungkinkah membuat sendiri antena untuk WLAN 2.4GHz? Mengapa tidak? Ada beberapa
referensi menarik di Internet yang dapat memberikan inspirasi bagaimana membuat sendiri antena
2.4GHz. Uraian Onno W. Purbo ini akan menuntun anda untuk membuat antena WLAN.

Wimax Indonesia Broadband Wireless Access (bwa)

... to get wimax in Indonesia?gudang wireless Indonesia . Email : info ... Phoenix Independent Film Star and Producer Kimber Leigh Signs With Black Dog Promotions ... prlog.org/10468019-wimax-indonesia-broadband-wireless-access-bwa.html

Malaysia Tertarik Wimax Indonesia

Malaysia dikabarkan tertarik untuk menggunakan perangkat Wimax besutan anak Indonesia. Bahkan, minat untuk membeli perangkat jaringan nirkabel pita lebar itu pun telah disampaikan. Demikian diungkap Direktur Utama PT Solusindo Kreasi Pratama, Sakti Wahyu Trenggono. Ia mengaku, salah satu unit bisnisnya yang mengembangkan perangkat Wimax telah ditawari kerjasama oleh vendor telekomunikasi asal Malaysia, yakni Mercury Infocast. Read more...

Melayani permintaan Akses internet dengan Murah tanpa investasi

Mengakses internet dengan Wifi / HotSPot di cafe sudah menjadi gaya hidup saat ini. Apalagi dengan adanya Blackberry yang mungil dan memungkinkan anda terkoneksi ke internet 24 jam dengan biaya murah..

Bagaimana caranya melayani permintaan Akses internet dengan Murah tanpa investasi besar besaran seperti warnet ?
jawabannya adalah dengan sistem Wifi / HotSpot.
Dengan Wifi/ HotSpot mengakses internet tidak memerlukan kabel, hanya dengan memiliki Laptop yang biasanya sudah ada teknologi Wifi dan di connectkan dengan penyedia Wifi / HotSpot di cafe.
Permasalahannya adalah , bagaimana agar para pemilik Cafe bisa menjadikan akses HotSpotnya sumber income, bukannya sumber pengeluaran baru .
Tentunya banyak cara , salah satunya adalah dengan sistem Akses menggunakan VOucher. Jadi Semua pelanggan cafe anda yang akan berniat mengakses hotspot, diharuskan untuk memiliki voucher terlebih dahulu untuk dapat mengakses hotspot yang anda sediakan.
Strateginya dapat dengan membagikan VOucher tersebut secara cuma cuma dengan menambahkan biaya akses internet tersebut ke dalam Harga Menu makanan anda, atau menjualnya secara terpisah dengan Harga terjangkau dan berkualitas.

BIayanya besar? tidak lagi dengan menggukana solusi dari Indohotspot.net
Dengan solusi Indohotspot.net , anda tidak memerlukan biaya investasi awal yang besar dan waktu lama untuk implementasinya.

Cukup order Router wireless dan tinggal colok saja di Modem internet anda dengan ISP manapun, Bisnis HotSPot cafe anda akan berjalan dengan lancar sekelas Warnet , Hanya bedanya anda Tidak menyediakan Komputer, tetapi kursi yang nyaman dan Musik yang santai.

Tertarik untuk Berbisnis HotSpot Internet Access, baik untuk Cafe / RtRw / Perumahan/ Hotel / Food COurt/ Hall / Perpustakaan / Dll..

Wimax Akan diluncurkan Bertepatan Momentum 100 Tahun Harkitnas


Jakarta, (APTEL) - Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional kali ini akan diperingati agak berbeda dengan peringatan Harkitnas sebelumnya. Hal itu nampak dari berbagai kegiatan yang akan dilakukan Panitia Nasional yang di ketuai Menkominfo Mohammad Nuh. Peluncuran Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) versi Indonesia pada tahun 2008 diharapkan menjadi salah satu momentum 100 tahun kebangkitan nasional 28 Mei 2008. Hal itu dikatakan Menkominfo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI di gedung parlemen di Jakarta, beberapa waktu lalu.


"Kita akan meluncurkan Wimax versi Indonesia pada 28 Mei 2008 nanti. Ini sebagai kebanggaan nasional di bidang teknologi," kata Menkominfo.

Namun demikian peluncuran Wimax itu tidak serta merta bisa segera dilakukan, sebab memerlukan pengkajian yang dan penelitian mendalam untuk bisa diimplementasikan dan sekarang ini proyek Wimax versi Indonesia sedang dalam tahap penelitian yang dilakukan Depkominfo bersama dengan BPPT, Ristek dan LIPI.

"Sekarang sudah riset. Kita punya hasil riset berupa bagian-bagian Wimax yang masih terpisah, masih dalam bentuk belum utuh. Kita mempunyai tugas untuk menggabungkan ini semua dengan orientasi hasil akhir produk," katanya. Proyek ini akan menggabungkan berbagai hasil riset tentang Wimax menjadi satu bagian dan hasilnya akhir berupa produk Wimax versi Indonesia” tandasnya.
Wimax adalah salah satu teknologi yang memudahkan masyarakat mendapatkan koneksi Internet berkualitas, untuk melakukan aktivitas dengan teknologi nirkabel telekomunikasi berbasis protokol internet.

***

Sementara itu di tempat berbeda Menkominfo juga mengatakan bahwa, pemerintah siap menggenjot penetrasi internet broadband di Indonesia dengan upaya menggelar program hotspot gratis di seluruh nusantara sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan per kapita negara.
"Bulan depan kami akan memulai program hotspot gratis ini dengan menggandeng sejumlah penyedia layanan internet," ujarnya di sela acara Indonesia Broadband Summit, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dengan tingginya penetrasi internet akan menimbulkan multiplier effect terhadap industri, khususnya di sektor riil. Namun, lanjutnya, efek domino terhadap growth domestic product (GDP) negara akan sangat tergantung pada konten dan aplikasi.

"Jadi, selama konten dan aplikasi belum tumbuh dengan baik, saya kira efeknya kecil," Jelasnya. "Karena itu harus paralel. Dengan mendorong internet broadband, industri aplikasi harus didorong juga," ia menambahkan. Oleh sebab itu, pemerintah akan mendorong melalui pemberian insentif bagi industri lokal. "Misalnya, dengan mempermudah akses ke permodalan dan membantu dalam bentuk promosi." Jelasnya.

***


Sebagaian masyarakat menyambut baik jika ada hot spot gratis. Sejauh ini telah banyak kantor pemerintah yang menerapkan jaringan nirkabel dan internet melalui hotspot.Selain untuk membuat akses jaringan internal didalam kantor,hotspot yang sudah tersambung dengan internet tersebut juga "diberikan' kepada masyarakat. Biasanya layanan hotspot ini bisa diakses disekitar gedung pemerintahan atau taman kota dan manfaatnya masyarakat bisa mengakses internet secara gratis.




Beberapa pemerintah daerah yang sudah membuat layanan hotspot ini antara lain : Kabupaten Sumenep, Kabupaten Kebumen, Kabupaten garut, Kota Surabaya, Kota Tarakan, Kabupaten Bantul, Kabupaten Aceh Singkil dan masih banyak lagi.Jaringan nirkabel adalah masa depan ( wireless network is future ). Mengingat manfaatnya jauh lebih besar, sudah selayaknya kalangan pemerintah di Indonesia mempertimbangkan jaringan nirkabel".




Jika semua Pemda di Indonesia menerapkan hal ini dampaknya akan luar biasa, Gedung pemerintahan dan taman kota akan dipenuhi oleh orang-orang yang nginternet, pagi, sore bahkan hingga malam. Selain sebagai tempat rekreasi, refreshing, bisa juga untuk proses belajar berbagai ilmu pengetahuan guna meningkatkan wawasan melalui fasilitas nirkabel hotspot yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas SDM Indonesia. (Sumber ;Aptel)

cara install wimax

Airspan Makes Home Routers for WiMax
Setelah minggu lalu Wireless LAN Event diadakan di London Inggris, Airspan Networks telah mulai mengembangkan prototipe dari router basis WiMax dirancang untuk digunakan di rumah. After last week's Wireless LAN Event held in London UK, Airspan Networks has begun to develop prototypes of WiMax base routers designed for home use. KAN acara di London, Airspan demo's nya "* EasyST" * WiMAX base station, yang melengkapi perangkat Prost kolam renang dan juga sebagai backhaul WiMAX HiperMAX lini produk. At London KAN event, Airspan demo's its “*EasyST”* WiMAX base station, which complements its outdoor ProST device as well as its HiperMAX WiMAX backhaul line of products.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pertarungan Airspan Anda dapat mengunjungi halaman rumah mereka di sini http://www.airspan.com/products_sub_steasy.htm To find out more about a bout Airspan you can visit their home page here http://www.airspan.com/products_sub_steasy.htm
Yang termudah, yang sedang dirancang dalam tiga versi yang berbeda, dapat diinstal dengan hanya tentang siapa pun. The Easiest, which is being designed in three different versions, can be installed by just about anyone. Salah satu fitur versi tongkat-on-the-jendela antena eksternal, yang dirancang untuk membuat WiMAX dapat diakses oleh pemilik rumah di mana-mana. One version features a stick-on-the-window external antenna, designed to make WiMax accessible to home owners everywhere.

Test technology wimax

Teknologi WiMax atau Worldwide Interoperability for Microwave Access seperti dikutip dari situs BPPT adalah generasi keempat telekomunikasi (4G) yaitu teknologi nirkabel pita lebar berbasis protokol internet berkecepatan tinggi yang memungkinkan transfer data hingga 80 Megabite per detik (Mbps), jauh lebih cepat dari layanan internet berbasis layanan seluler generasi ke tiga (3G) yang hanya sekitar 2,4 Mbps. Wimax juga memungkinkan jangkauan telepon dan internet yang lebih luas, dan tidak seperti Wi-fi yang menawarkan kemampuan untuk menyambungkan koneksi tanpa kabel ke berbagai lokasi di kota-kota, Wimax mampu memberikan sambungan untuk para penggunanya dimanapun mereka berada.
Aksi Demonstrasi berikutnya adalah kemampuan WiMax melakukan Teknologi Multicast. Dengan menerapkan teknologi ini sang pengguna tetap menggunakan kapasitas bandwith yang tetap meski membuka sejumlah situs aplikasi video disaat yang sama.

“Inilah,”kata Pak Onno,”yang membedakan WiMax dengan koneksi internet konvensional. Kanal yang dipakai adalah IP Address pengguna, jadi sebanyak apapun sang pemakai membuka akses internet, kapasitas bandwithnya tetap sama. Ini sebuah lompatan teknologi yang luar biasa”

Demonstrasi keunggulan WiMax berikutnya adalah kemampuannya melakukan video Call lewat VOIP serta menghubungi telepon konvensional lewat telepon berbasis WiMax.Yang menarik pada salah satu handphone yang dipinjam Pak Onno, terdapat indikator “4 G”. Dengan suara bergetar, Pak Onno berkata,”Lihatlah, di ruangan kita sekarang, sebuah era baru teknologi komunikasi telah tiba, era 4 G!”. Seketika aula Graha Widya Bhakti Puspitek bergemuruh oleh tepuk tangan hadirin.

Pak Onno lalu menyajikan presentasi soal konfigurasi WiMax, yang terus terang membuat saya bingung dengan terminlogi yang tidak saya kenal. Namun yang menarik adalah, kelak dengan menggunakan teknologi WiMax, kita bisa membuat sentra telepon sendiri berbasis VOIP dan menginstall sendiri softwarenya yang open source secara gratis.

Wimax vs 3G

Bro, Wimax itu udah merupakan technology wireless paling maju sekarang ini, dengan menggunakan standar 802.16. Wimax bisa digunakan untuk transmisi data sampai dengan 75Mbps sampai dengan jarak 15km.

Otomatis jika dilihat dari kemampuannya, Wimax bisa jadi 3G / HSDPA killer dimana untuk sisi operator WImax akan lebih murah investasinya dibanding 3G dan untuk sisi pelanggan, akses akan lebih cepat.

Masalahnya, 3G/HSDPA bisa diakses via telepon selular , nah untuk wimax, sampai saat ini belum ada hp selular yg mendukung WImax mengingat wimax memiliki range frekuensi operasi yang berbeda dengan GSM/UMTS yaitu di 2.3 , 3.3 , 3.5 Ghz ke atas. So engga ada hp yg menggunakan frekuensi tsb.

Kehadiran jaringan WiMax (worldwide interoperability for microwave access) diperkirakan belum mendorong Internet murah, karena operator harus memperhitungkan mahalnya lisensi yang mereka bayar.

Mas Wigrantoro Roes Setiadi, Ketua Masyarakat Telematika Indonesia ( Mastel), mengingatkan perolehan lisensi WiMax dengan biaya yang mahal tidak akan membuat Internet menjadi murah.

Penyelenggara jasa Internet (PJI) yang bermodal terbatas, katanya, mau tidak mau harus menyewa jaringan WiMax ke pemilik lisensi jika ini menggunakan jaringan WiMax untuk askes Internet.

"Tentunya, pemilik jaringan WiMax akan menetapkan biaya sewa yang mahal untuk menutup biaya lisensi tersebut," ujarnya kepada Bisnis pekan lalu.

Dia menilai peluang para PJI bermodal kecil untuk mengikuti lelang WiMax sangat berat, karena mereka dituntut memiliki struktur permodalan yang kuat.

"Ini memang keinginan pemerintah yang meminta agar PJI yang sumber dayanya terbatas mengalah dulu dan bisa bekerja sama memakai jaringan pemenang tender," tuturnya.

Wigrantoro menilai kinerja pemegang lisensi WiMax kurang optimal bila pemerintah tidak memberikan alokasi nomor yang memungkinkan panggilan untuk pelanggan.

"Jika pemerintah mengubah regulasi penomoran, peta telekomunikasi akan berubah dan ini positif bagi operator WiMax," jelasnya.

Menurut dia, siapa pun pemenang lisensi dari 23 peserta yang maju prakualifikasi tender WiMax 2,3 GHz, mereka harus serius menggarap jaringan dan layanan.

Sebelumnya, praktisi broadband wireless access (BWA) IM2 Hermanudin berpendapat harga dasar tender yang sangat tinggi dan bisa berkali lipat apabila lelang sudah digelar menyebabkan penyelenggara WiMax juga harus membangun backbone antarkota, backhaul dalam kota, dan menara yang investasinya cukup besar.

"Penyelenggara WiMax juga wajib memenuhi komitmen pembangunan jaringan hingga ke ibu kota kecamatan di wilayah zona yang dimenanginya," ujarnya.

Menurut dia, jika permodalan peserta kecil, Internet murah akan sulit direalisasikan bahkan dikhawatirkan pemain malah menjadi broker frekuensi.

23 Peserta tender

Sebanyak 23 perusahaan termasuk konsorsium mengajukan penawaran harga pada lelang pita spektrum frekuensi radio 2,3 GHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel WiMax.

Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, menuturkan penurunan calon peserta tersebut lazim seperti pada proses seleksi tender telekomunikasi lainnya. "Sejauh ini, kami memang tidak menentukan target dan kami kira tender ini cukup ketat," ujarnya kepada Bisnis.

Menurut Gatot, 3G, berkurangnya peserta karena di antara calon peserta saling mengikatkan entitas keikutsertaannya dalam bentuk konsorsium seperti ditegaskan dalam penjelasan tender.

Setiap anggota konsorsium WiMax harus merupakan penyelenggara jaringan telekomunikasi dan atau penyelenggara jasa telekomunikasi yang sudah mendapatkan izin penyelenggaraan yang dimungkinkan sesuai dengan Keputusan Menkominfo No.114/2009.

Iwan Krisnadi, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonedia (BRTI), berpendapat jumlah peserta menyusut, karena banyak perusahaan yang bergabung menjadi konsorsium. Ada tiga konsorsium yang mengembalikan dokumen seleksi.

"Besaran bid bond yang diajukan para calon peserta sendiri belum diketahui karena dokumen baru di buka Senin [hari ini]," ujarnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Sampai Jumat pekan lalu, ke-23 calon yang terdiri dari 5 konsorsium dan 18 perusahaan lainnya telah menyerahkan kelengkapan dokumen persyaratan yang akan dibuka pada 22 Juni 2009 di Ditjen Postel.

Sebelumnya pemerintah menetapkan harga dasar penawaran (reserved price) pita spektrum frekuensi radio 2,3 GHz untuk lebar pita 15 MHz WiMax bervariasi sesuai dengan zona yang menjadi objek seleksi. Total harga dasar penawaran WiMax untuk 15 zona mencapai Rp52,35 miliar atau hanya sepertiga dari harga dasar penawaran tambahan frekuensi 3G.

Berca Kuasai Zona BWA Terbanyak

Jakarta - Pemerintah telah menetapkan pemenang yang mengajukan posisi tawar tertinggi untuk 15 zona broadband wireless access (BWA) yang hari ini selesai dilelang. Dari 15 zona tersebut, tujuh zona di antaranya dimenangkan PT Berca Hardaya Perkasa.

Menkominfo Mohammad Nuh memaparkan demikian di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (16/7/2009). Berikut nama perusahaan di 15 zona dengan posisi tawar paling tinggi:

Zona 1, Sumatera Utara, posisi tertinggi ditawar PT First Media Tbk senilai Rp7.201.000.000. Zona 2, Sumatera Bagian Tengah, posisi tertinggi ditawar PT Berca Hardaya Perkasa sebesar Rp5.125.000.000

Zona 3, Sumatera Bagian Selatan, PT Berca, Rp5.125.000.000. Zona 4, Banten Jabodetabek, PT First Media, Rp 121.201.000.000. Sementara zona 5, Jawa Barat, Konsorsium PT Comtronic System dan PT Adiwarta Perdana, Rp25.218.000.000

Zona 6, Jawa Tengah, PT Telkom, Rp18.654.000.000, dan Zona 7, Jawa Timur, Konsorsium PT Comtronic System dan PT Adiwarta Perdana, Rp31.518.000.000. Sedangkan sona 8, Bali dan NTB, PT Berca Hardaya Perkasa, Rp5.100.000.000

Zona 9, Papua, PT Telkom, 775.000.000. Zona 10, Maluku dan Maluku Utara, PT Telkom, Rp533.000.000. Zona 11, Sulawesi Selatan, PT Berca Hardaya Perkasa, Rp5.299.000.000. Zona 12, Sulawesi Bagian Utara, PT Telkom, Rp1.177.000.000

Zona 13, Kalimantan Barat, PT Berca Hardaya Perkasa , Rp6.991.000.000. Kemudian zona 14, Kalimantan Bagian Timur, PT Berca Hardaya Perkasa, Rp3.490.000.000. Terakhir zona 15, Kepulauan Riau, PT Berca Hardaya Perkasa, Rp4.000.000.000.

Menkominfo Tanggung Jawab Jika BWA Gagal

Jakarta - Menkominfo Mohammad Nuh berjanji akan tanggung jawab jika pemenang tender broadband wireless access (BWA) gagal memberikan layanan internet yang berkualitas bagi masyarakat.

Pekan lalu, pemerintah telah mengumumkan pemenang tender BWA yang diperkirakan akan menyumbang pendapatan negara sejumlah Rp 877,28 miliar dari pemenang guna mendapatkan lisensi.

Para pemenang lisensi di pita lebar 2,3 GHz tersebut adalah PT. Telkom, PT Power Telecom, PT Jasnikom Gemanusa, PT Indosat, PT Internet Madju Abad Milenindo, PT Indosat Mega Media, PT Sejahtera Globalindo, PT Internux, dan PT Centrin Online.

Selanjutnya, PT Global Komunika Dewata, PT First Media, PT Bakrie Telecom, PT Jasnita Telekomindo, PT MSH Niaga Telecom Indonesia, PT Berca Hardayaperkasa, Konsorsium Moratelindo Teleglobal, dan PT Rahajasa Media Internet (a/n. Konsorsium Wimax Indonesia).

Sebagian dari perusahaan itu bisa dibilang muka baru yang belum punya pengalaman di bidang telekomunikasi. Jangankan pengalaman, kepemilikan infrastrukturnya saja diragukan banyak kalangan. Hal ini dinilai bisa menghambat penggelaran jaringan sesuai target kepada masyarakat.

Namun sekali lagi, Nuh tetap percaya, para pendatang baru itu, meski belum punya infrastruktur memadai, tetap bisa berkompetisi dengan operator yang sudah lebih dulu berkiprah di industri telekomunikasi.

"Siapapun yang punya tekad dan komitmen dalam bentuk jaminan uang lisensi, maka harus tetap kita beri kesempatan. Siapa pun itu. Jika kita hanya berikan lisensi kepada pemain lama, itu tidak fair. Selama proses mendapatkan lisensinya fair kita akan dukung agar tumbuh kompetisi baru. Harapannya bisa beri services lebih baik lagi," papar Nuh.

Mengenai isu pemilik perusahaan pemenang tender yang diklaim punya kedekatan dengan orang nomor satu dan dua di negara ini, menteri juga menegaskan hal itu tidak benar. Menurutnya, para pemenang dipilih karena memenuhi syarat, bukan karena kedekatan dengan penguasa.

"Kita tidak memasukkan faktor kedekatan, yang penting penuhi syarat. Siapapun yang bisa memberi harga paling tinggi akan kita beri kesempatan. Bukan karena kedekatan atau kejauhan. Dan ini, Insya Allah bisa kita pertanggungjawabkan," pungkasnya.

Meski pemenang tender BWA telah diketahui, namun pemerintah belum bisa menetapkan secara resmi karena masih dalam tahap masa sanggah. Jika tak ada perusahaan yang menyanggah putusan tersebut, Nuh akan menandatangani putusan pemenang pada minggu depan.

Setelah itu, para pemenang akan diberikan izin prinsip. Namun untuk bisa menggelar secara komersial, para pemenang harus lebih dulu dinyatakan lulus uji laik operasi.

Adapun lisensi yang dikantungi pemenang tender, akan dievaluasi setiap tahunnya berdasarkan pembangunan jaringan. Untuk zona Banten dan Jabotabek, misalnya, pada tahun pertama jaringan harus dibangun 20% dari area yang akan dilayani, tahun kedua 30%, tahun ketiga 45%, tahun keempat 60%, tahun kelima 80%, dan tahun keenam 100%.

wimax firstmedia ,Jika Internet Mahal, Artinya Wimax Gagal

Jakarta - Pemerintah dan para pemenang tender pita frekuensi 2,3 GHz untuk akses jaringan broadband wireless access (BWA), menyatakan optimismenya akan layanan internet yang cepat dan terjangkau bagi kantong semua lapisan masyarakat.

"Kalau harga ritel internetnya mahal berarti kami gagal," sergah Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh saat meresmikan delapan pemenang tender BWA di gedung Depkominfo, Jakarta, Jumat (31/7/2009).

Delapan pemenang tender itu adalah Berca Hardayaperkasa, First Media, Internux, Telkom, Indosat Mega Media, Jasnita Telekomindo, Rahajasa Media Internet. (a/n Konsorsium Wimax Indonesia), dan Konsorsium Comtronics Systems dan Adiwarta Perdania.

Jika ditotal, harga frekuensi yang mereka tawarkan melonjak sampai sembilan kali lipat dari total harga dasar 15 zona senilai Rp 52,35 miliar. Itu berarti total satu blok (1 x 15 MHz) laku terjual Rp 26,17 miliar.

Harga frekuensi termahal ada di zona 4 yakni Jakarta, Banten , Bogor, Tangerang, dan Bekasi senilai Rp 15,16 miliar per bloknya.

Itu belum termasuk biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi dan upfront fee. Jika dihitung-hitung, untuk menyewa frekuensi dan BHP, pemenang zona 4 harus membayar Rp 121 miliar dalam setahun.

Sebagai pemenang zona termahal itu, First Media dan Internux, keduanya mengklaim telah melakukan analisa dan hitung-hitungan bisnis yang komprehensif sebelum memutuskan untuk menawar lisensi frekuensi BWA di zona tersebut dengan harga selangit.

"Ini merupakan tujuan nasional supaya akses internet bisa banyak yang bisa memakai. Kita punya analisa dan optimisme agar pemakaian internet bisa berlipat ganda. Kalau hitungan bisnisnya semua masuk," sergah kedua pihak, senada.

Ramai Bicara Tender, Izin Menara Belum Jelas

Bandung - Orang ramai membicarakan tender Wimax. Namun permasalahan yang krusial justru terabaikan. Masalah perizinan menara seluler di daerah belum tuntas benar walaupun sudah ada SKB 4 menteri.

Demikian dikatakan oleh Chief of Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Dimitri Mahayana saat berbincang dengan detikINET, Rabu (6/5/2009) siang. Menurutnya di daerah belum ada regulasi yang jelas.

"Jangan sampai kita ramai bicarakan tentang tender, tapi ternyata nantinya tidak bisa bangun menaranya karena tersangkut masalah perizinan," paparnya.

Hal tersebut, imbuhnya, dikarenakan ulah operator seluler dinilai kurang terlibat dalam pengurusan menara. Sehingga konflik sosial terkait menara terus terjadi. Situasi ini membuat masalah menara menjadi semakin tidak jelas ujungnya.

Pemda pun akhirnya beramai-ramai membuat perda terkait menara. Seperti Perwal Kota Makassar No.19/2006, Pergub DKI Jakarta No.89/2006, Perda Kab. Tasik No.22/2007. Mereka membuat peraturan daerah dan kadang tanpa melibatkan operator," ungkapnya.

Tak sampai disitu, regulasi ini bertambah rumit ketika Surat Keputusan Bersama terkait menara bersama dari 4 Menteri (Menkominfo, Mendagri, Menteri PU, dan Kepala BKPM) ternyata belum mampu mengakomodir semua kepentingan pemda.

Di sisi lain, tak bisa dipungkiri, ada oknum aparat memanfaatkan situasi perizinan yang status quo ini, sehingga masalah menjadi semakin kompleks," tutur pria yang juga dosen Teknik Elektro ITB ini.

Situasi ini menunjukan bahwa izin mendirikan menara di seluruh wilayah Indonesia relatif sulit diperoleh operator telekomunikasi ataupun penyelenggara jasa Internet.

Padahal, tipilogi BTS Wimax memerlukan menara yang baru, yang bentuknya lebih tinggi. Sebab cakupan layanan ini lebih luas, minimal radius 30 km, sehingga perlu membangun yang baru. Celakanya tidak ada pembedaan antara menara GSM, CDMA ataupun Wimax. Dalam perda hanya menyebutkan menara tanpa merincinya," pungkasnya.

First Media Siap Pasarkan Wimax Rp 100 Ribu

Jakarta - First Media sebagai salah satu pemenang tender broadband wireless access (BWA) di zona termahal (Jabotabek dan Banten) mengaku siap untuk memasarkan akses jaringan layanan Wimax dengan tarif langganan Rp 100 ribu.

Menurut Direktur First Media, Dicky Mochtar, harga itu sudah melakukan kajian analisis komprehensif agar akses layanan bisa cepat dinikmati masyarakat. Dengan demikian, investasi mahal yang telah dikeluarkan perusahaan milik grup Lippo itu bisa kembali sesuai dengan rencana bisnis.

"Di tahun pertama kami harap bisa meraih 150 sampai 300 ribu pelanggan Wimax di Jabotabek dan Banten dengan biaya akses berlangganan Rp 100 ribu," ujarnya seusai peresmian pemenang BWA di gedung Depkominfo, Jakarta, Jumat (31/7/2009).

First Media sendiri menawar frekuensi di zona tersebut senilai Rp 15,16 miliar untuk satu blok 15 MHz. Nilai itu cuma up front fee untuk biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi dengan total setiap tahunnya Rp 121,201 miliar dalam setahun.

Frekuensi tersebut menjadi hak guna First Media selama 10 tahun dengan nilai total BHP yang harus disetor ke negara sejumlah Rp 1,23 triliun.

Dengan harga frekuensi yang sedemikian tinggi, Dicky mengakui, awalnya akan sulit untuk memasarkan akses internet dengan harga murah jika mengacu pada jumlah pelanggan saat ini. Namun ia percaya harga akan terus turun seiring meningkatnya akses dan jumlah pelanggan.

"Dengan demand yang tinggi dan berkaca pada pertumbuhan pengguna internet lima tahun terakhir, kami yakin harga yang dianggap mahal akan jadi murah jika penggunanya berlipat ganda," pungkasnya.

First Media sendiri masih dalam tahap mempersiapkan jaringan dan perangkat terminal pelanggannya. Perusahaan yang punya afiliasi dengan Direct Vision (penyedia siaran berbayar Astro) ini akan menggandeng sejumlah perusahaan yang mampu memenuhi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 40% untuk base station dan 30% untuk modem pelanggan.

"Mudah-mudahan kuartal keempat tahun ini sudah bisa mulai jalan," tandas Dicky mohctar.

First Media Menangi Tender Nirkabel Pita Lebar


Jakarta (ANTARA News) - PT First Media Tbk (KBLV) telah memenangkan tender sebagai penyelenggara jaringan nirkabel pita lebar ("Broadband Wireless Access"/BWA) sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 237 tanggal 27 Juli 2009.

Presiden Komisaris KBLV, Peter F Gontha, dalam siaran pers di Jakarta Selasa mengatakan, First Media secara resmi telah ditunjuk sebagai salah satu pemenang untuk menyelenggarakan jaringan tetap lokal berbasis Packet Switched yang memanfaatkan frekuensi radio 2,3 Ghz.

Dia mengatakan, dengan memenangkan tender Wireless Broadband untuk Jabodetabek, Banten, dan Sumatera Utara, diharapkan First Media dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam melayani kebutuhan permintaan akan jasa pelayanan internet berkecepatan tinggi.

Peter mengatakan, dengan peningkatan permintaan yang sangat pesat akan jasa internet di Indonesia belakangan ini harus diikuti dengan penyediaan "bandwidth" memadai yang ditunjang dengan teknologi dan kecepatan yang tinggi serta kemudahan dalam akses dan jangkauan yang luas.

"Oleh karenanya pemerintah Indonesia mencanangkan menggelar jasa pelayanan internet yang berbasis frekuensi, seperti WiMax di tahun 2009 ini,"ujarnya.

WiMax atau Worldwide Interoperability for Microwave Access adalah merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (atau yang lebih dikenal dengan istilah Broadband Wireless Access/BWA) yang mempunyai kecepatan akses yang tinggi dan jangkuan luas.
(*)

COPYRIGHT © 2009