Blog Planet Wifi Router is designed as a study material for menperdalam about WI-MAX technology, Wifi, Wireless Internet. May be an asset to our progress sgucci: SITRA WIMAX

Sarana dan Prasarana tempat tongkrongan kedai kopi sambil belajar Dasar-dasar WIFI, Hotspot, dan dunia internet

HOT NEWS

Showing posts with label SITRA WIMAX. Show all posts
Showing posts with label SITRA WIMAX. Show all posts

Wireless Architectures


The following section will provide a simple overview of wireless concepts and nomenclature to help the reader understand how WiMAX works and will assist the reader in com-municating with the WiMAX industry.

Wireless architecture: point-to-point and point-to-multipoint

There are two scenarios for a wireless deployment: point-to-point and point-to-multipoint.
  Point-to point and point-to-multipoint configurations

Point-to-point (P2P)
Point to point is used where there are two points of interest: one sender and one receiver.  This is also a scenario for backhaul or the transport from the data source (data center, co-lo facility, fiber POP, Central Office, etc) to the subscriber or for a point for distribution using point to multipoint architecture.  Backhaul radios comprise an industry of their own within the wireless industry.  As the architecture calls for a highly focused beam between two points range and throughput of point-to point radios will be higher than that of point-to-multipoint products.


Point-to-Multipoint (PMP)
As seen in the figure above, point-to-multipoint is synonymous with distribution.  One base station can service hundreds of dissimilar subscribers in terms of bandwidth and services offered.

Line of sight (LOS) or Non-line of sight (NLOS)?
The difference between line of sight and non-line of sight


Earlier wireless technologies (LMDS, MMDS for example) were unsuccessful in the mass market as they could not deliver services in non-line-of-sight scenarios.  This limited the number of subscribers they could reach and, given the high cost of base stations and CPE, those business plans failed.  WiMAX functions best in line of sight situations and, unlike those earlier technologies, offers acceptable range and throughput to subscribers who are not line of sight to the base station.  Buildings between the base station and the subscriber diminish the range and throughput, but in an urban environment, the signal will still be strong enough to deliver adequate service.  Given WiMAX's ability to deliver services non-line-of-sight, the WiMAX service provider can reach many customers in high-rise office buildings to achieve a low cost per subscriber because so many subscribers can be reached from one base station.  


Membuat akses Layanan internet WI-MAX menjadi murah


CEO Sitra WimaxKumaran Singaram dalam soft launch Sitra Wimax, layanan baru PT First Media yang menggunakan teknologi generasi keempat (4G), menyatakan Kehadiran layanan internet broadband nirkabel diyakini akan turut mendorong ekonomi Indonesia.
“Hasil penelitian menunjukkan penambahan akses broadband satu persen bisa mendorong GDP (gross domestic product) 0,1 persen. Untuk wilayah Indonesia yang berpenduduk sangat besar, kenaikan GDP nilainya sangat signifikan,” ujar Kumaran.
Menurut Kumaran, tren bisnis saat ini membutuhkan akses ke layanan online untuk dapat bersaing di pasar yang terbuka. Internet broadband akan membantu pelaku usaha selalu terhubung ke klien dan pemasoknya. Misalnya, UKM yang memasok bahan baku ke industri bisa selalu terhubung ke sistem supply chain sehingga dapat memasok seuai kebutuhan dengan tepat.

Internet broadband berbasis nirkabel seperti Wimax, kata Kumaran, bisa lebih fleksibel menjangkau pengguna lebih banyak ketimbang layanan berbasis kabel serat optik. Daerah-daetah yang selama ini tidak terjangkau kabel optik karena lokasinya yang jauh atau posisinya yang sulit bisa diakses layanan broadband nirkabel dengan mudah.
“Dalam 18 bulan jumlah pelanggan Wimax akan sama dengan pelanggan kabel kami,” ujarnya. Pada peluncuran Sitra Wimax saat ini, PT First Media mengkalim telah melayani sekitar 300.000 pelanggan dan tumbuh sekitar 15 persen setahun terakhir.
Selain itu, untuk bisa mendapat izin uji laik operasi Wimax, PT First Media juga diwajibkan memenuhi syarat kandungan konten lokal dalam perangkat yang digunakannya. Hal tersebut turut mendorong kemajuan industriperangkat telekomunikasi dalam negeri. Konten lokal yang dipakai di layanan Sitra Wimax saat ini mencapai lebih dari 30 persen pada perangkat CPE (consumer premise equipment), lebih dari 40 persen di BTS, dan 100 persen di antena.
Sitra Wimax secara bertahap akan melayani pelanggan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Banten, Aceh, dan Sumatera Utara mulai awal Juli 2010.
PT First Media Tbk menjanjikan tarif internet bisa lebih murah 40 persen dalam waktu tiga bulan ke depan melalui layanan operator 4G berbasis Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wimax) yang baru dibentuknya, Sitra Wimax. Wimax merupakan teknologi berbasis data yang bekerja pada spektrum pita lebar layaknya Wi-Fi. Namun dengan jangkauan lebih luas dan kemampuan transmisi lebih cepat mencapai 75 Mbps.
“Kami resmi meluncurkan merek Sitra 4G Wimax mulai Senin (28/6). Selama tiga bulan ke depan, masyarakat diberi kesempatan untuk mencoba layanan Wimax. Setelah itu kami resmi menjualnya komersial,” kata Jerome, Chief Marketing Officer Sitra seperti dilansir situs Kontan, Senin (28/6/2010).
Menurut Jerome, kehadiran Wimax akan mengubah peta kompetisi akses data di Indonesia. Sehingga akan memaksa pemain yang ada menurunkan harga akses data namun dengan kualitas yang masih sama. Sekedar informasi, sebelum lelang BWA dimulai para peserta tender memperkirakan tarif internet akan turun dari Rp 750.000 untuk 1 Mbps per bulan, menjadi Rp 300.000 sampai Rp 500.000 untuk 1 Mbps per bulan.

Membuat akses Layanan internet WI-MAX menjadi murah


CEO Sitra WimaxKumaran Singaram dalam soft launch Sitra Wimax, layanan baru PT First Media yang menggunakan teknologi generasi keempat (4G), menyatakan Kehadiran layanan internet broadband nirkabel diyakini akan turut mendorong ekonomi Indonesia.
“Hasil penelitian menunjukkan penambahan akses broadband satu persen bisa mendorong GDP (gross domestic product) 0,1 persen. Untuk wilayah Indonesia yang berpenduduk sangat besar, kenaikan GDP nilainya sangat signifikan,” ujar Kumaran.
Menurut Kumaran, tren bisnis saat ini membutuhkan akses ke layanan online untuk dapat bersaing di pasar yang terbuka. Internet broadband akan membantu pelaku usaha selalu terhubung ke klien dan pemasoknya. Misalnya, UKM yang memasok bahan baku ke industri bisa selalu terhubung ke sistem supply chain sehingga dapat memasok seuai kebutuhan dengan tepat.

Internet broadband berbasis nirkabel seperti Wimax, kata Kumaran, bisa lebih fleksibel menjangkau pengguna lebih banyak ketimbang layanan berbasis kabel serat optik. Daerah-daetah yang selama ini tidak terjangkau kabel optik karena lokasinya yang jauh atau posisinya yang sulit bisa diakses layanan broadband nirkabel dengan mudah.
“Dalam 18 bulan jumlah pelanggan Wimax akan sama dengan pelanggan kabel kami,” ujarnya. Pada peluncuran Sitra Wimax saat ini, PT First Media mengkalim telah melayani sekitar 300.000 pelanggan dan tumbuh sekitar 15 persen setahun terakhir.
Selain itu, untuk bisa mendapat izin uji laik operasi Wimax, PT First Media juga diwajibkan memenuhi syarat kandungan konten lokal dalam perangkat yang digunakannya. Hal tersebut turut mendorong kemajuan industriperangkat telekomunikasi dalam negeri. Konten lokal yang dipakai di layanan Sitra Wimax saat ini mencapai lebih dari 30 persen pada perangkat CPE (consumer premise equipment), lebih dari 40 persen di BTS, dan 100 persen di antena.
Sitra Wimax secara bertahap akan melayani pelanggan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Banten, Aceh, dan Sumatera Utara mulai awal Juli 2010.
PT First Media Tbk menjanjikan tarif internet bisa lebih murah 40 persen dalam waktu tiga bulan ke depan melalui layanan operator 4G berbasis Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wimax) yang baru dibentuknya, Sitra Wimax. Wimax merupakan teknologi berbasis data yang bekerja pada spektrum pita lebar layaknya Wi-Fi. Namun dengan jangkauan lebih luas dan kemampuan transmisi lebih cepat mencapai 75 Mbps.
“Kami resmi meluncurkan merek Sitra 4G Wimax mulai Senin (28/6). Selama tiga bulan ke depan, masyarakat diberi kesempatan untuk mencoba layanan Wimax. Setelah itu kami resmi menjualnya komersial,” kata Jerome, Chief Marketing Officer Sitra seperti dilansir situs Kontan, Senin (28/6/2010).
Menurut Jerome, kehadiran Wimax akan mengubah peta kompetisi akses data di Indonesia. Sehingga akan memaksa pemain yang ada menurunkan harga akses data namun dengan kualitas yang masih sama. Sekedar informasi, sebelum lelang BWA dimulai para peserta tender memperkirakan tarif internet akan turun dari Rp 750.000 untuk 1 Mbps per bulan, menjadi Rp 300.000 sampai Rp 500.000 untuk 1 Mbps per bulan.

Sitra menggandeng PT Teknologi Riset Global (TRG) sebagai penyedia perangkat Wimax (CPE) | sgucci blogspot

Terkait dengan semangat pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), ia menuturkan, pemerintah akan betul-betul melakukan klarifikasi sejalan dengan program memajukan industri dalam negeri.

Untuk merealisasikan TKDN tersebut, Sitra menggandeng PT Teknologi Riset Global (TRG) sebagai penyedia perangkat Wimax berupa customer premise equipment (CPE) dan base station. Pada tahap awal Sitra akan menggunakan TRG sebagai pemasok perangkat untuk wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, Direktur TRG Gatot Tetuko mengatakan, jika mengacu pada CPE yang diproduksi maka TKDN sudah mencapai di atas 30 persen, sedangkan TKDN BTS di atas 40 persen.

"Kapasitas produksi CPE TRG bisa mencapai 5.000 unit per bulan, dan BTS mencapai 200 unit per bulan," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini TRG memiliki tiga unit line produksi CPE dan BTS yang bisa ditingkatkan sesuai dengan permintaan pasar.

Menurut Kumaran Singaram, Sitra menargetkan dapat meraih pelanggan Wimax sebanyak 100.000-150.000 pelanggan pada tahun pertama atau Juni 2011.

"Sebanyak 500.000 pelanggan pada tahun ke tiga, serta sebanyak 1 juta pelanggan hingga April 2015,"

What - Apa itu? Sitra Wimax (SitraWiMAX) dari First Media

BYE BYE 3G! Indonesia's FIRST 4G WiMAX Broadband Internet Provider. Pioneering its way to impact people's lives. Layanan internet broadband nirkabel Sitra Wimax yang baru saja diluncurkan PT First Media bakal menjangkau semua wilayah Jabodetabek dalam 4 tahun mendatang. Sitra WiMax - Sitra WiMax adalah salah satu penyedia jasa koneksi internet kecepatan tinggi yang dihadirkan oleh PT First Media TBK .
Sitra WiMax percaya kalau teknologi WiMax mampu menhadirkan Internet dengan kecepatan yang baik. Mereka tetap yakin WiMax adalah jawabannya bahkan setelah menunggu dan melakukan kajian selama satu tahun penuh dengan melibatkan tenaga ahli nasional maupun asing.
Untuk menyukseskan layanan Wimax di zona yang dimenangi oleh First Media, Sitra Wimax akan menggelontorkan investasi sekira USD350 juta.Diungkapkannya, hingga kini perseroan membangun sekitar 90 BTS untuk layanan Sitra Wimax dalam tiga bulan ke depan di Jakarta, Bogor, Depok. Layanan Sitra Wimax akan tersedia di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) mulai awal Juli 2010. Sitra Wimax akan tersedia dalam tiga pilihan paket layanan untuk pelanggan masing-masing dengan kecepatan 1 Mbps, 2 Mbps.

Para Provider Wimax ? Mau Susupi Wimax Kids ke Sekolah Favorite

Intel dan Indosat M2 berkolaborasi menawarkan program pengadaan komputer beserta koneksi internet nirkabelnya di sekolah-sekolah. Program itu nantinya jadi cikal-bakal untuk membidik peluang Wimax di sekolah.

Hal itu diakui Business Development Manager Intel Indonesia, Yadi Karyadi. "(Program) ini memang pondasinya. Begitu, ekosistem di sekolah sudah terbentuk dan regulasinya sudah bergulir, kita akan masukan Wimax di sekolah," ungkapnya di sela penandatangan kerjasama Intel dan Indosat M2 di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Jumat (16/5/208).

"Tapi sekali lagi, itu dengan asumsi regulasinya (broadband wireless access atau BWA) sudah jalan," tegasnya lagi.

Intel dan Indosat M2 menyepakati perjanjian untuk menggelar proyek pengadaan komputer dan koneksi internet nirkabel di sekolah-sekolah. Penandatanganan kerjasama tersebut disaksikan Chairman Intel Corp Craig R Barret.

Perjanjian tersebut bertujuan untuk memberi kesempatan pada pihak sekolah untuk memiliki komputer berbasis prosesor Intel dan koneksi internet pita lebar 3,5G dari Indosat M2 dengan harga yang lebih rendah dari pasaran.

"Ada tiga pilar yang difokuskan untuk pengembangan proyek ini, di antaranya hardware, konten, dan connectivity. Kami di sini bekerja sama dengan Intel untuk pengadaan connectivity dengan menyediakan akses broadband wireless," Dirut Indosat M2 Indar Atmanto menjelaskan.

"Program ini targetnya bisa berjalan tiga tahun di sepuluh kota. Di tahap awal akan kami adakan pilot project selama tiga bulan di tiga sekolah untuk mencari metode yang tepat, meliputi proses training, konten, penerepan metode yang menarik untuk siswa, dan infrastruktur lainnya" ujarnya lagi.

Ia menyebutkan, ketiga sekolah yang terpilih untuk dijadikan proyek percontohan ialah SMU Lab School, SMUK Penabur, dan SMU Al Azhar. Ketiganya berada di Jakarta.

Facilities Problems Potentials, of Wimax DiIndonesia.

Facilities of Wimax
After Wimax has come, it is providing some great facilities for internet users in Indonesia. First of all, for the first time we at home have really high speed internet which is consistent. I do not know about others but I really have hardly any complain against Qubee and one of my students is using Sitra wimax in another part of the city. He is also totally satisfied with Sitra wimax.
We are the kind of people who use internet all the time because both of us are professional Bloggers and web-based professionals. So, we need to do a lot of browsing and internet speed is really important for us. Before the arrival of Qubee, I could hardly dream of watching a video in YouTube, but now I can really enjoy YouTube videos and it is not only for entertainment. For example, just yesterday we were writing about the upcoming Apple music event 2010 and we found that we needed to watch a number of videos in Youtube.
It was in fact, in yesterday Mehdi (another blogger of this blog) and I watched at least 20 videos in Youtube. It was simplly impossible before the coming of Wimax at least in my home. Wimax is also quite reliable. Except the submarine cable problems, I hardly faced any outage in the last ten months from Qubee. I am not one of those persons who are crazy for downloading 2GB or 3GB movies for whole night and that is why I hardly face any problem with Qubee. However, if you are one of those persons who are crazy for downloading movies and videos all the time then perhaps Wimax is not a very good option for you as when I bought it they clearly mentioned that Wimax is not for continuous download of videos and movies for large files.
I agree to their idea because as far as I am concerned, internet is still a very important facility in our country and it should be used more for our business and professional activities rather than entertainment and enjoyment.

Problems:
I earn money with internet as a professional blogger and that is why I do not mind the Wimax charge. However, I have to admit that the price is still some expensive for ordinary people. For example, I want to take a connection of Qubee 1mbps unlimited or sky package, but the price is around 6000 taka (including VAT) per month and it out of my ability. If I could get that package it would have been very good. If that package had a charge of taka 3,000 then I happily would take it.
So, price is still an issue and the two Wimax companies should try to cut back at least 20 percent on the existing charge as soon as possible. However, you have to understand that the decrease in Wimax charge is more or less dependent on the bandwidth charge by the government. I really wish that the government decreases bandwidth charge substantially and brings it to 10,000 taka per Mbps. Another problem is that Wimax facility is not available in most areas of the country. In fact, except Dhaka, Wimax is available only in two or three cities. This has to change as soon as possible.

Potentials:
Wimax has enormous potential in Indonesia. Dhaka is a very small city with more than 10 million population. Thus, it can become a lucrative market for Wimax companies if they can make the best use of it. On the other hand, Bangladeshi students and young people are now trying their luck in the field of freelance outsourcing. Sooner or later, there will be a huge demand for Wimax. I really believe that Wimax companies should help freelancing professionals who are trying to make their mark and they should arrange or sponsor events especially targeted for the online freelance workers.
Wimax also has potential for people living outside of Jakarta Raya. Most ISPs are not interested to take internet there as it is not economically feasible. However, since Wimax uses wireless technology, small cities and rural areas can be covered quite easily.
The government has an important role to play in this regard. Outside of Dhaka, Chittagong and Sylhet, the private sector has not flourished enough. Government is still the biggest player in the economic activities in most other cities and towns. So, the government should encourage spread of Wimax in small cities specially can arrange Wimax connections to government colleges and schools.

COVERAGE SITRA WIMAX

COVERAGE AREA FOR SITRA WIMAX AKAN DIPERLUAS. Kemungkinan harga internet akan terbukti turun...

New Produk From Sitra Wimax

Kini, teknologi Wimax telah hadir dan siap dioperasikan pertama kali di Indonesia. PT. First Media TBK menghadirkan produk terbarunya Sitra Wimax sebagai operator Indonesia pertama yang menyelenggarakan layanan koneksi jaringan internet nirkabel berkecepatan tinggi dengan basis teknologi Wimax. Meluncurkan pengoperasiannya pertama kali untuk kalangan internal di kawasan barat Jakarta secara bertahap pada Juni 2010, Sitra Wimax siap menjadi pelopor penyelenggara layanan koneksi internet nirkabel super cepat dengan kualitas terbaik.

Sitra adalah merk dagang First Media yang menghadirkan teknologi Wimax pertama di Indonesia, layanan broadband internet nirkabel generasi keempat (4G) dengan teknologi Wimax. Ini merupakan tindak lanjut First Media TK setelah memenangkan tender penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis packet switched yang menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel. First Media berhak menyelenggarakan jaringan tetap lokal di zona 1 yakni Aceh dan Sumatera bagian utara dan zona 4 yang mencakup Jabodetabek.

Berapa Investasi Sitra Wimax 350 Juta Dollar AS

Investasi Sitra Wimax 350 Juta Dollar AS
PT First Media Tbk. menganggarkan investasi sebesar 350 juta dollar AS untuk mengembangkan layanan Internet nirkabel berkecepatan tinggi berbasis teknologi Wimax hingga 10 tahun ke depan.
"Hingga saat ini, investasi yang kami belanjakan sudah mencapai 50 juta dolar AS," kata Presiden Direktur First Media, Hengkie Liwanto, di sela soft launch "Sitra Wimax Operator 4G Pertama di Indonesia", di kawasan Lippo Karawaci, Tangerang, Senin (28/6/2010).
Teknologi Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah suatu layanan broadband Internet nirkabel generasi ke empat (4G). Wimax beroperasi pada spektrum pita frekuensi 2.3 GHz dengan jangkauan lebih luas dan kemampuan transmisi lebih cepat yakni mencapai 75 Mbps.
Menurut Hengkie, investasi akan digunakan untuk pengembangan sistem operasi, sistem tagihan, backhole, BTS, penyediaan perangkat terminal customer premise equipment (CPE) dan base station. "Selain itu juga untuk membayar lisensi dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi, dan up front fee penyelenggaraan layanan Wimax pada tahun pertama," kata Hengkie.
Ia menjelaskan, hingga kini pihaknya sudah membangun hingga sekitar 90 menara radio pemancar (base transceiver station) atau BTS. Jumlah BTS itu akan terus ditingkatkan sesuai dengan permintaan masyarakat terhadap Wimax.

Layanan Sitra Wimax dalam tiga bulan ke depan akan digelar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Banten. Sitra sendiri memenangkan tender Wimax untuk zona Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Jabodetabek, dan Provinsi Banten. Sitra Wimax sendiri sudah lolos uji laik operasi (ULO) oleh Ditjen Postel pada pertengahan Juni 2010. Dengan demikian saat itu pula perusahaan ini bisa melakukan komersial penuh.
"Target pelanggan diperkirakan mencapai sekitar 100.000-150.000 pelanggan pada tahun pertama atau Juni 2011. Sebanyak 500.000 pelanggan pada tahun ke tiga, serta sebanyak 1 juta pelanggan pada tahun 2015," ujar Hengkie.
Ia menuturkan, potensi pelanggan Wimax di Jakarta saja bisa mencapai sekitar 5 juta. "Ini merupakan pasar yang besar untuk dapat diraih perusahaan penyedia wimax," katanya.
Meski begitu ia mengutarakan, potensi pangsa pasar yang dapat diraih tergantung juga pada harga perangkat wimax yang ada. Diketahui, perusahaan penyedia perangkat Sitra Wimax adalah PT Teknologi Riset Global (TRG) sebagai penyedia perangkat Wimax berupa customer premise equipment (CPE) dan base station. Harga satu unit CPE saat ini berkisar 200 dolar AS.

"Kita berharap dengan kemajuan teknologi bisa lebih murah lagi," katanya. Dengan begitu diutarakannya, sejalan dengan dikembangkannya layanan Wimax, maka tarif internet dipastikan akan lebih murah dibanding saat ini.

KONSORSIUM WIMAX INDONESIA

Yang disebut Konsorsium Wimax Indonesia. Konsorsium ini ... Wimax Indonesia ini adalah menjadi Operator Telekomunikasi berbasis ... www.apjii.or.id/.../KONSORSIUM%20WIMAX%20INDONESIA%20-%20John%20Sihar%20S..pdf

Sitra WiMax: layanan WiMax pertama di Indonesia siap hadir, asik ... Btw, Otakku, Tolong dong review jaringan 3G, HSPA+, Wimax di Indonesia! ... www.otakku.com/2010/...wimax...wimax...indonesia.../comment-page-1/

Sitra WiMax: layanan WiMax pertama di Indonesia siap hadir, asik ... Btw, Otakku, Tolong dong review jaringan 3G, HSPA+, Wimax di Indonesia! ... www.otakku.com/2010/...wimax...wimax...indonesia.../comment-page-1/

perangkat wimax » Fasnet » sgucci.blog

(Reply) mo nanya ada yang tahu ngak kapan firstmedia jualan wimax......salam ... www.bloggaul.com/rickywestcentre/readblog/.../perangkat-wimax

We don't need 3G

Mobile users in China see 3G as "unnecessary" and "expensive", according to a new survey.

The survey by China Reality Research, an affiliate of financial services firm CLSA, found that 71% of 2G mobile users have no plans to upgrade to 3G.

More handset subsidies, more low-end devices and lower monthly fees are needed to drive 3G subscribers beyond 10 million.
Some of these things are promised, but as they say in Chinese, "Maan maan laih" (slowly, slowly, it comes).
For years, third-generation cellular data technology has been the belle of the mobile wireless ball. In recent months, though, mobile WiMax has emerged, and some believe it will knock 3G off its pedestal.

"Mobile WiMax is definitely picking up momentum," said Daniel Locke, an analyst at Cambridge, Mass.-based Pyramid Research. "It's a clear winner in terms of performance and price." However, Locke quickly added what most analysts and other observers include when talking about mobile WiMax: a caveat.

"It'll be a winner, that is, if what [proponents] say about it turns out to be true," Locke said.

Sprint Nextel, which also has a 3G network, announced last autumn that it will build a $3 billion nationwide mobile WiMax network, which it claims will be faster and cheaper than 3G networks, including its own. That new network is due to launch in Chicago and Washington later this year, with other U.S. cities to follow in 2008.

Then Clearwire LLC, which currently provides only fixed WiMax service in small markets, obtained about $1 billion in financing that it will use to develop a nationwide mobile WiMax network. Clearwire also recently acquired a chunk of WiMax-appropriate spectrum from AT&T Inc.

And in the past two weeks, the IEEE Standards Association launched its effort to create a next-generation mobile WiMax standard that will potentially provide gigabit-level speeds, according to a working document from the organization (download PDF). That effort is starting even before current-generation mobile WiMax equipment is widely available.

While nobody doubts mobile WiMax's momentum, many are expressing strong doubts.

"It has to overcome a whole lot of hurdles that [proponents] are saying are insignificant," said Derek Kerton, principal of the Kerton Group, a telecom consulting firm. "They have to match rhetoric to reality."