Blog Planet Wifi Router is designed as a study material for menperdalam about WI-MAX technology, Wifi, Wireless Internet. May be an asset to our progress sgucci: WIFI

Sarana dan Prasarana tempat tongkrongan kedai kopi sambil belajar Dasar-dasar WIFI, Hotspot, dan dunia internet

HOT NEWS

Showing posts with label WIFI. Show all posts
Showing posts with label WIFI. Show all posts

Setting Router Wifi.

* WEP (Wired Equivalent Privacy)
Security Wifi yang lemah dengan algoritma RC4nya. WEP terdiri dari 2 tingkatan, yaitu 64bit dan 128bit. Sebenarnya kuncinya hanya pada 40bit pada tingkatan 64bit dan 104bit pada tingkatan 128bit. Jadi sisanya yaitu 24 bit itu adalah yang istilahnya disebut IV (Initialization Vector)

* WPA TKIP
Security yang bersifat sementara menggunakan statis, jika sudah terhubung 10.000 paket, maka enkripsi akan berganti menjadi dinamis. Kelemahannya pada troughput yang dikirimkan.

* WPA 802.1x
Security ini keamannya lebih kokoh, namun masih menggunakan authentication.

* WPA AES
Security yang memiliki kemampuan pengubahan enkripsi secara dinamis yang memerintahkan router seberapa waktu sering harus mengubah kunci enkripsi.

* Captive Portal
Sebuah security yang menggunakan router atau gateway. Router atau Gateway tersebut berfungsi sebagai satpam, yaitu yang mengizinkan adanya trafik jika user tersebut sudah registrasi/terdaftar/otentikasi. 

* MAC Filtering
Security yang memungkinkan untuk memblok atau mengijinkan Mac Address yang terdaftar.

* SSID (Serveci Set ID)
Tempat mengisikan nama dario radio wii yang akan disetting. (bersifat Case Sensitive).

* IV (Initialization Vector)
Kriptografi atau key yang diacak oleh sistem. Biasanya bit yang diacak sebanyak 24bit dan juga berbentuk enkripsi.

* Wardriving
Sebuah aktifitas atau kegiatan ilegal untuk mendapatkan informasi suatu jaringan atau akses dalam jaringan wireless tanpa sebuah ijin.

* Cara Kerja Captive Portal
- User dengan wireless diizinkan untuk terhubung wireless untuk mendapatkan IP (DHCP)
- Blok semua trafik kecuali yang menuju ke captive portal (Registrasi berbasis web) yang terletak pada jaringan kabel.
- Redirect atau membelokkan semua trafic web ke captive portal.
- Setelah user melakukan registrasi atau login, maka captive portal mengizinkan akses ke jaringan (internet).

Pengenalan router WAN


Router adalah sebuah komputer khusus, router mempunyai komponen-komponen dasar
yang sama dengan PC desktop,  Router mempunyai CPU, memori, sistem bus, dan
banyak interface input/output. Router didisain untuk melakukan tugas khusus yang tidak
dimiliki oleh PC desktop. Contoh, router menghubungkan dan mengijinkan komunikasi
antara dua jaringan dan menentukan jalur data yang melalui koneksi jaringan.
Sama dengan PC, router membutuhkan operating system untuk menjalankan fungsinya,
yaitu Internetwork Operating System (IOS) software untuk menjalankan file-file
konfigurasinya. Konfigurasi-konfigurasi ini berisi perintah-perintah dan parameter yang
mengontrol aliran trafik yang masuk dan keluar dari router. Router menggunakan protokol
routing untuk menentukan jalur terbaik.
Komponen utama dari router adalah random-access memory (RAM), nonvolatile randomaccess memory (NVRAM), flash memory, read-only memory (ROM) dan interfaceinterface.
RAM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
− Menyimpan tabel routing
− Menangani cache ARP
− Menangani cache fast-switching
− Menangani packet buffering dan share RAM
− Menangani antrian paket
− Menyediakan temporary memory untuk file konfigurasi pada saat router bekerja
− Data akan hilang pada saat router dimatikan atau restart
NVRAM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
− Menyediakan storage untuk file startup configuration
− Data masih ada walaupun router dimatikan atau restart
Flash memory mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
− Menangani IOS image
− Memberi akses software untuk melakukan update tanpa harus melepas chip pada
prosesornya
− Data masih ada ketika router dimatikan atau restart
− Dapat menyimpan beberapa versi software IOS
− Merupakan tipe dari Electrically Erasable Programmable Read-only Memory
(EEPROM)
ROM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
− Menangani perintah-perintah untuk keperluan diagnosa power-on selt test (POST)
− Menyimpan program bootstap dan dasar operating system
− Membutuhkan melepas chip pada motherboard pada saat melaukan upgrade software
Interface mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
− Menghubungkan router ke suatu jaringan sebagai keluar masuknya paket data
− Hanya berada dalam motherboard atau sebagai module yang terpisah

Protokol jaringan nirkabel


Tekonologi utama yang banyak digunakan untuk membuat jaringan nirkabel adalah keluarga
protokol 802.11, dikenal juga sebagai Wi-Fi. Keluarga protokol 802.11 dari protokol radio
(802.11a,802.11b, dan 802.11g) telah menikmati popularitas yang luar biasa di Amerika
Serikat dan Eropa. Dengan menggunakan keluarga protokol yang sama, para produsen di
seluruh dunia telah membuat peralatan yang saling interoperable. Keputusan ini telah tebukti
menjadi anugrah yang luar biasa terhadap industri dan para konsumen. Konsumen dapat
memakai peralatan yang menggunakan 802.11 tanpa harus takut terhadap ketergantungan
terhadap suatu pedagang. Hasilnya, konsumen bisa membeli peralatan murah dalam volume
yang sudah menguntungkan para produsen. Jika para produsen memilih untuk tetap
memakai protokol mereka sendiri, sepertinya tidak mungkin jaringan nirkabel dapat semurah
dan bisa ada dimana-mana seperti sekarang ini.
Sementara protokol-protokol baru seperti 802.16 (dikenal juga sebagi WiMax) sepertinya bisa menyelesaikan beberapa kesulitan yang tampak pada 802.11, mereka tampaknya harus
melalui jalan yang panjang untuk dapat menyaingi popularitas peralatan 802.11. Di penulisan,
kami akan fokus pada keluarga 802.11.
Ada banyak protokol di keluarga 802.11, dan tidak semua berhubungan langsung dengan
protokol radio itu sendiri. Ada tiga (3) standar nirkabel yang sekarang di implementasikan di
kebanyakan peralatan yang sudah siap pakai, yaitu:

● 802.11b. Disahkan oleh IEEE pada tanggal 16 September 1999, 802.11b mungkin
adalah protokol jaringan nirkabel yang paling populer yang dipakai saat ini. Jutaan
alat-alat untuk mendukungnya telah dikeluarkan sejak 1993. Dia memakai modulasi
yang dikenal sebagai Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) di bagian dari ISM
band dari 2.400 sampai 2.495 GHz. Dia mempunyai kecepatan maximum 11 Mbps,
dengan kecepatan sebenernya yang bisa dipakai sampai 5 Mbps. 
● 802.11g. Karena belum disahkan sampai Juni 2003, 802.11g merupakan pendatang
yang telat di pasar nirkabel. Biarpun terlambat, 802.11g sekarang menjadi standar
protokol jaringan nirkabel de facto karena sekarang dia pada hakekatnya dipakai di
semua laptop dan kebanyakan alat-alat handheld lainnya. 802.11g memakai ISM band
yang sama dengan 802.11b, tetapi memakai modulasi yang bernama Orthogonal
Frequency Division Multiplexing (OFDM). Dia punya kecepatan maximum data 54
Mbps (dengan throughput yang bisa dipakai sebesar 22 Mbps), dan bisa turun menjadi
11 Mbps DSSS atau lebih lambat untuk kecocokan dengan 802.11b yang sangat
populer.
● 802.11a. Disahkan juga oleh IEEE pada tanggal 16 September 1999, 802.11a
memakai OFDM. Dia punya  kecepatan maximum data 54 Mbps, dengan throughput
sampai setinggi 27 Mbps. 802.11a beroperasi di  ISM band antara 5.745 dan 5.805
GHz, dan di bagian dari UNII band diantara 5.150 dan 5.320 GHz. Ini membuatnya
tidak cocok dengan 802.11b atau 802.11g, dan frekuensi yang lebih tinggi berarti
jangkauannya lebih pendek dari pada 802.11b/g dengan daya pancar yang sama.
Memang bagian dari spektrumnya relatif tidak dipakai dibandingkan dengan  2.4 GHz,
sayangnya dia hanya legal digunakan di sedikit negara di dunia. Tanyakan kepada
pihak yang berwenang sebelum memakai peralatan 802.11a, terutama untuk
penggunaan di luar ruangan. Peralatan 802.11a sebetulnya relatif murah, tapi tidak
sepopuler 802.11b/g.

Selain dari standar di atas, ada beberapa pengembangan pada peralatan, kecepatan yang
tinggi, enkripsi yang lebih kuat, dan jangkauan lebih jauh, yang vendor-specific. Sayangnya
pengembangan ini tidak bisa bekerja di antara peralatan-peralatan dari produsen lain, dan
membeli mereka berarti mengharuskan anda memakai pedagang itu di semua bagian
jaringan anda. Peralatan dan standar baru(seperti 802.11y, 802.11n, 802.16, MIMO dan
WiMAX) menjanjikan pertambahan kecepatan dan bisa diandalkan yang signifikan, tetapi
peralatan ini baru mulai dijual ketika penulisan ini dimulai, dan ketersediaan barang dan
kecocokan dengan peralatan lain masih belum pasti. Karena ketersediaan peralatan dimana-mana dan sifatnya yang tidak perlu ijin dari 2.4 GHz
ISM band


Bahaya Buruk Akibat Radiasi Sinyal WiFi


Penelitian terhadap dampak radiasi sinyal nirkabel pada manusia umumnya tidak menghasilkan kesimpulan yang kongkrit. Akan tetapi, dari penelitian terbaru yang dilakukan terhadap pohon, terungkap bahwa makhluk hidup yang satu ini lebih ringkih dibanding manusia.


Penelitian yang dilakukan oleh Wageningen University menemukan bahwa pepohonan yang tumbuh di kawasan yang memiliki aktivitas WiFi tinggi, khususnya di kawasan pemukiman penduduk, menderita gejala yang tidak sama dengan gejala yang disebabkan oleh bakteri atau virus.

Seperti dikutip dari PopSci, 23 November 2010, gejala-gejala yang muncul pada pohon termasuk di antaranya adalah pendarahan, celah di kulit, matinya bagian tertentu dari daun, serta pertumbuhan yang abnormal.

Untuk mengujicoba hipotesa apakah penyebab penyakit misterius tersebut diakibatkan oleh radiasi WiFi, peneliti menggunakan 20 pohon ash atau Fraxinus dan memberikan berbagai tingkat radiasi pada pohon-pohon tersebut selama 3 bulan.

Ternyata, pohon yang terekspos sinyal WiFi menunjukkan tanda-tanda penyakit akibat radiasi, termasuk warna seperti timah pada daun-daunnya, yang mengindikasikan bahwa daun tersebut akan segera mati.

Sebagai gambaran, di negara seperti Belanda, sekitar 70 persen pepohonan di kawasan pemukiman mengalami efek samping dari radiasi. Angkanya naik dari hanya 10 persen pada 5 tahun lalu. Ini merupakan hal yang lumrah mengingat penggunaan WiFi telah meroket pada beberapa tahun terakhir.

Saat ini, para ilmuwan akan melakukan sejumlah penelitian lain untuk mengetahui lebih lanjut seputar radiasi pada pertumbuhan tanaman. Dan sayangnya, belum ada solusi yang dapat diberikan bagi pepohonan akibat dampak buruk penggunaan WiFi tersebut.

Sumber:http://www.Detikinet.com/

London Underground ingin 120 Wi-Fi diaktifkan stasiun pada tahun 2012


Transportasi untuk London (TfL) telah mengeluarkan panggilan untuk tender dari perusahaan telekomunikasi untuk memasang 120 koneksi Wi-Fi di stasiun di seluruh jaringan pada waktunya untuk Olimpiade 2012 London. 
Kontrak tersebut akan diberikan kepada penawar yang dipilih pada akhir tahun 2011, memberikan perusahaan pemenang sekitar enam bulan untuk mendapatkan jaringan terpasang, diuji dan berjalan, dan datang di belakang sebuah percobaan yang sukses di stasiun tabung Charing Cross dijalankan oleh BT. 

Walikota London Boris Johnson menjelaskan bahwa memasang jaringan Wi-Fi pada tabung akan mengizinkan penumpang untuk tetap produktif ketika berada di bawah tanah, dan akan menawarkan keuntungan yang sangat besar selama Olimpiade. 
"The peluncuran teknologi Wi-Fi di seluruh stasiun kami Tube akan memungkinkan London menggunakan perangkat mobile untuk mengambil email mereka, sosial mengakses situs media dan tetap berhubungan dengan dunia di atas sementara mereka melintasi jaringan transportasi bawah tanah kami," katanya. 
"Kami mengundang perusahaan untuk tawaran untuk melakukan hal ini sebelum Juni mendatang, yang berarti bahwa London akan bawah tanah akan dapat tetap up to date dengan penghitungan medali Inggris di Olimpiade 2012." 
Layanan ini tidak akan beroperasi pada kereta api, tapi jaringan telepon selular di bawah tanah dan di kereta api bisa menjadi kenyataan setelah Huawei menawarkan untuk menyumbangkan peralatan senilai lebih dari £ 100 juta untuk membantu dengan pemasangan jaringan. 
Namun, masih bisa diperdebatkan apakah sebenarnya ada keinginan banyak untuk jaringan telepon selular di tabung. 
Beberapa 41 persen dari pembaca V3.co.uk mengatakan Tube berisik sudah cukup tanpa prospek penumpang bisa menggunakan telepon di bawah tanah. 
Suatu 20 persen lebih berpikir bahwa rencana sebenarnya dapat meningkatkan ancaman teroris. Ponsel telah digunakan di masa lalu untuk jarak jauh meledak alat peledak. 

Meningkatkan Kinerja WLAN dengan RTS / CTS


Sebagai fitur opsional, standar 802.11 termasuk RTS / CTS (Permintaan untuk Send / Clear untuk Kirim) berfungsi untuk mengontrol akses stasiun ke medium. Umumnya hanya lebih mahal, high-end LAN nirkabel menawarkan RTS / CTS di kartu antarmuka jaringan radio (NIC) dan jalur akses - Anda tidak akan menemukan ini di rumah murah atau produk SOHO. Melalui penggunaan yang tepat RTS / CTS, Anda dapat menyempurnakan pengoperasian LAN nirkabel Anda, tergantung pada lingkungan operasi. 

RTS / CTS dalam tindakan 

Jika Anda mengaktifkan RTS / CTS di stasiun tertentu, ia akan menahan diri dari mengirimkan bingkai data sampai stasiun melengkapi suatu RTS / CTS handshake dengan stasiun lain, seperti jalur akses. stasiun A memulai proses dengan mengirimkan frame RTS. Jalur akses RTS menerima dan merespon dengan bingkai CTS. Stasiun radio harus menerima frame CTS sebelum mengirim data frame. CTS juga mengandung nilai waktu yang memberitahu stasiun lain untuk menunda dari mengakses media, sementara stasiun memulai RTS mentransmisikan data. 

RTS / CTS handshaking memberikan kontrol positif atas penggunaan media bersama. Alasan utama untuk menerapkan RTS / CTS adalah untuk meminimalkan tabrakan antara stasiun tersembunyi. Hal ini terjadi ketika pengguna dan jalur akses yang tersebar di seluruh fasilitas dan Anda menemukan sejumlah transmisi ulang yang relatif tinggi terjadi pada LAN nirkabel. 

Bayangkan ada dua pengguna akhir 802.11 (Stasiun Stasiun A dan B) dan satu jalur akses. Stasiun A dan Stasiun B tidak bisa mendengar satu sama lain karena atenuasi tinggi (misalnya, kisaran substansial), tetapi mereka dapat baik berkomunikasi dengan titik akses yang sama. Karena situasi ini, Stasiun A mungkin mulai mengirim frame tanpa memperhatikan bahwa Stasiun B saat ini memancarkan (atau sebaliknya). Hal ini akan sangat mungkin menyebabkan tabrakan antara Stasiun Stasiun A dan B terjadi pada titik akses. Akibatnya, baik Stasiun A dan Stasiun B akan perlu mengirim ulang paket masing-masing, yang menghasilkan overhead yang lebih tinggi dan throughput yang lebih rendah. 

Jika salah satu Stasiun A atau B Stasiun mengaktifkan RTS / CTS, bagaimanapun, tabrakan tidak akan terjadi. Sebelum transmisi, Stasiun B akan mengirim dan menerima RTS CTS dari titik akses. Nilai waktu dalam CTS (yang Stasiun A juga menerima) akan menyebabkan Stasiun A untuk menunda cukup lama untuk Stasiun B untuk mengirimkan frame. Dengan demikian, penggunaan RTS / CTS mengurangi tabrakan dan meningkatkan kinerja jaringan jika stasiun yang tersembunyi yang hadir.

Perlu diingat, meskipun, bahwa peningkatan kinerja menggunakan RTS / CTS adalah hasil bersih dari overhead memperkenalkan (yaitu, RTS / CTS frame) dan mengurangi overhead (yaitu, transmisi ulang lebih sedikit). Jika Anda tidak memiliki node tersembunyi, maka penggunaan RTS / CTS hanya akan meningkatkan jumlah overhead, yang mengurangi throughput. Masalah sedikit node tersembunyi juga dapat mengakibatkan penurunan kinerja jika Anda menerapkan RTS / CTS. Dalam hal ini, tambahan RTS / CTS frame biaya lebih dalam hal overhead dari apa yang Anda dapatkan dengan mengurangi transmisi ulang. Jadi, berhati-hatilah ketika melaksanakan RTS / CTS. 

RTS / CTS implementasi tips 

Salah satu cara terbaik untuk menentukan apakah Anda harus mengaktifkan RTS / CTS adalah untuk memonitor LAN nirkabel untuk tabrakan. Jika Anda menemukan sejumlah besar tabrakan dan pengguna relatif keluar terpisah dan kemungkinan jauh dari jangkauan, kemudian coba aktifkan RTS / CTS di NIC user nirkabel. Anda dapat mengaktifkan fungsi dengan mengklik "mengaktifkan RTS / CTS" di suatu tempat di layar setup. Anda tidak perlu mengaktifkan RTS / CTS di jalur akses dalam kasus ini.Setelah menerima frame RTS dari pengguna radio NIC, jalur akses yang akan selalu merespon dengan bingkai CTS. 

Tentu saja, perlu diingat bahwa mobilitas pengguna dapat mengubah hasil. Seorang pengguna yang sangat mobile mungkin tersembunyi untuk waktu singkat, mungkin bila Anda melakukan pengujian, kemudian lebih dekat ke stasiun lainnya sebagian besar waktu. Jika tabrakan yang terjadi antara pengguna dalam jangkauan satu sama lain, masalahnya mungkin hasil dari pemanfaatan jaringan tinggi atau mungkin interferensi RF. 

Setelah mengaktifkan RTS / CTS, tes untuk menentukan apakah jumlah tabrakan adalah kurang dan throughput yang dihasilkan lebih baik. Karena RTS / CTS memperkenalkan overhead, anda harus mematikannya jika Anda menemukan penurunan throughput, bahkan jika Anda memiliki sedikit tabrakan. Setelah semua, tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja. 

Metode untuk memungkinkan RTS / CTS pada titik-titik akses yang berbeda dibandingkan dengan NIC. Untuk jalur akses, Anda mengaktifkan RTS / CTS dengan menetapkan ambang batas ukuran paket khusus (0-2347 bytes) pada konfigurasi antarmuka pengguna. Jika paket bahwa titik akses transmisi lebih besar dari ambang batas, maka akan memulai RTS / CTS fungsi. Jika ukuran paket sama dengan atau kurang dari ambang batas, titik akses tidak akan memulai RTS / CTS.Kebanyakan vendor menyarankan menggunakan ambang sekitar 500. Penggunaan 2347 byte efektif menonaktifkan RTS / CTS untuk jalur akses. 

Dalam kebanyakan kasus, memulai RTS / CTS di jalur akses yang sia-sia karena masalah stasiun tersembunyi tidak ada dari perspektif dari titik akses. Semua stasiun yang memiliki asosiasi yang valid berada dalam jangkauan dan tidak tersembunyi dari titik akses. Memaksa titik akses untuk melaksanakan RTS / CTS handshake secara signifikan akan meningkatkan overhead dan mengurangi throughput. Fokus pada menggunakan RTS / CTS di NIC untuk meningkatkan kinerja.

Langkah Instalasi Wireless LAN


Dalam tutorial sebelumnya, kita membahas langkah-langkah untuk menjalankan sebuah LAN nirkabel, yang mencakup pengumpulan persyaratan, desain, instalasi, pengujian, dan perencanaan untuk dukungan operasional. Apa yang kita akan lakukan sekarang adalah fokus pada langkah penting untuk menginstal sistem distribusi dan jalur akses.

Hati-hati Perencanaan

Seperti halnya proyek lainnya, perencanaan instalasi WLAN melibatkan menetapkan jadwal dan menugaskan sumber daya. Sebagai contoh, Anda mungkin perlu dua installer bekerja selama enam minggu untuk menginstal jalur akses 150 dan hanya satu installer untuk beberapa hari untuk jaringan kecil dengan lima poin akses.

Anda juga harus mencapai beberapa koordinasi di depan untuk memastikan bahwa instalasi selesai sesuai jadwal. Jalur akses yang akan mengikat kembali ke switch melalui Ethernet, sehingga Anda perlu berkomunikasi dengan orang yang bertanggung jawab untuk mendukung sistem Ethernet yang ada jika mereka sudah ada. Setiap jalur akses memerlukan 10Mbps atau 100Mbps koneksi Ethernet, tergantung pada desain WLAN. Selain itu, kemungkinan akan lebih aman dan optimal dalam hal kinerja untuk memisahkan jalur akses dari seluruh jaringan perusahaan melalui LAN router atau virtual (VLAN) (define). Pastikan untuk membahas semua ini dengan staf pendukung untuk integrasi yang efektif ke dalam sistem yang ada.

Ketika mempertimbangkan jadwal instalasi, pikirkan tentang saat instalasi.Pendekatan terbaik adalah dengan menginstal jalur akses dan sistem distribusi selama downtime operasional. Misalnya, jangan mencoba kecepatan penuh akan maju dengan instalasi di toko-toko ritel pada bulan November atau Desember karena kegiatan liburan-terkait. Juga menghindari instalasi di kompleks kantor pada siang hari ketika ada banyak orang berseliweran di sekitar.

Dalam fasilitas yang lebih besar, Anda mungkin akan menemukan pintu-pintu terkunci yang mengarah ke lokasi yang anda butuhkan untuk menginstal jalur akses atau kabel. Akibatnya, koordinasi akses ke kamar-kamar ini terkunci sebelum mendapatkan terlalu jauh sepanjang. Yang terbaik untuk benar-benar memiliki nomor telepon (lebih disukai ponsel) dari seseorang yang dapat membawa Anda ke dalam kamar di menit terakhir jika diperlukan.

Identifikasi Lokasi akses poin

lokasi instalasi jalur akses yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Jadi, Anda ingin memastikan untuk melakukan hak ini dengan melakukan frekuensi radio (RF) survei situs sebelum menginstal jalur akses. Survei tapak akan melihat potensi sumber interferensi RF dan memberikan dasar untuk menentukan lokasi instalasi yang paling efektif untuk jalur akses. Anda dapat merujuk pada studi kasus sebelumnya tutorial dan terkait membahas situs yang saya survei dilakukan untuk Miami International Airport dan Naval Post Graduate School untuk rincian tentang melakukan survei RF situs untuk WLAN.

Ketika memutuskan lokasi penempatan jalur akses, beruang dalam cakupan pikiran dan persyaratan kinerja. Anda tidak boleh lebih dari melakukannya saat bertemu persyaratan ini karena kemungkinan kehabisan saluran jalur akses. Juga mempertimbangkan keterbatasan panjang kabel maksimum (100 meter) untuk kabel berjalan dari switch Ethernet ke jalur akses. Jika kabel 100 meter tidak akan mencapai akses pilihan Anda titik lokasi, kemudian berpikir tentang pindah jalur akses atau mungkin menggunakan sebuah jembatan WLAN (define) atau serat optik untuk membuat sambungan.

Untuk hasil terbaik propagasi sinyal, mount jalur akses setinggi mungkin. Perlu diingat, meskipun, bahwa Anda mungkin perlu layanan jalur akses dari waktu ke waktu dengan menggunakan tangga biasa.

Listrik adalah sesuatu yang lain harus Anda pertimbangkan ketika mengidentifikasi lokasi untuk jalur akses. Fokus pada menggunakan kekuatan-over-Ethernet (PoE) (define) untuk memasok tenaga listrik ke jalur akses atas Kategori 5 (define) kabel Ethernet. Jika itu tidak mungkin, Anda mungkin akan membutuhkan listrik untuk kawat keras titik akses ke sumber listrik.

Ini adalah langkah jelas bahwa banyak akan mempertimbangkan sepele, namun, perlu diingat bahwa instalasi WLAN yang agak berbeda dari rekan-rekan kabel.Misalnya, Anda akan membutuhkan peralatan uji radio berbasis yang mampu menerima dan menganalisis sinyal RF. Anda bisa menggunakan perangkat seperti AirMagnet atau Jaket Kuning, yang mampu menganalisis sinyal WLAN saat melakukan survei situs RF dan pengujian instalasi akhir. Tentu saja alat yang lebih umum lainnya seperti tangga, mounting bracket, kawat dan Diagram melukiskan gambaran palu juga diperlukan juga.

Instal sistem distribusi

Sistem distribusi meliputi switch Ethernet dan mungkin router bersama dengan Kategori 5 twisted pair yang berjalan untuk setiap titik akses. Pastikan untuk label semua kabel sesuai dengan spesifikasi perusahaan atau metode yang Anda tentukan. Ide utama adalah untuk mengidentifikasi masing-masing ujung kabel oleh beberapa skema nomor yang memungkinkan Anda tahu jalur akses yang Anda hadapi saat menghubungkan kabel ke patch panel dan rewiring atau tips sistem di masa depan.

Beberapa perusahaan mensyaratkan bahwa kabel Ethernet dipasang dalam saluran logam, yang memberikan keselamatan kebakaran beberapa tambahan. Akibatnya, menentukan apakah saluran tersebut diperlukan untuk menginstal benar (dan kutipan) sistem. Anda tentu tidak ingin menemukan kebutuhan saluran selama pengujian akhir - mereka Anda mungkin harus mulai dari awal.

Konfigurasi dan Instalasi akses poin

Dalam kebanyakan kasus, terutama bila Anda memiliki beberapa jalur akses, Anda tidak akan dapat memenuhi persyaratan dan desain menggunakan pengaturan jalur akses default. Misalnya, Anda harus menetapkan jalur akses dalam jarak dekat satu sama lain ke saluran radio yang berbeda dalam rangka untuk meminimalkan interferensi antar jalur akses. Selain itu, mengatur daya pancar, enkripsi, otentikasi, permintaan-untuk-mengirim / yang jelas-untuk-mengirim dan fragmentasi nilai-nilai yang tepat.

Selain 802.11 pengaturan, anda perlu mengkonfigurasi protokol Internet (IP) untuk mematuhi rencana alamat IP yang efektif. Pastikan untuk melakukan hal ini sebelum memasang titik akses untuk menghindari kesulitan dalam menyelesaikan instalasi.

Saya tahu beberapa perusahaan yang belajar dengan cara ini keras dengan memasang sejumlah besar titik akses hanya untuk kemudian menemukan bahwa semua jalur akses yang diatur ke alamat, default IP yang sama. Hal ini menyebabkan konflik ketika mencoba untuk mengkonfigurasi jalur akses selama 80 Port antarmuka web dari lokasi, nyaman terpusat dari sisi-kabel jaringan. Hanya ada resolusi adalah pergi ke setiap titik akses dan mengatur alamat IP melalui kabel laptop dan terpasang di port serial jalur akses konsol, sebuah pekerjaan yang memakan waktu agak.

Dalam fasilitas kantor, instal jalur akses drop down di atas langit-langit. Anda hanya dapat menghapus genteng langit-langit dan tempat rak kayu di bagian atas langit-langit strut untuk bertindak sebagai platform untuk jalur akses untuk tinggal. Antena bisa tetap di atas ubin langit-langit untuk kebanyakan situasi. Bahkan, ini sering terbaik untuk menyembunyikan jalur akses sebanyak mungkin untuk meningkatkan keamanan.

Dalam beberapa fasilitas, Anda mungkin perlu me-mount titik akses di rak atau posting. Terus jalur akses mudah dicapai dari luar orang untuk meminimalkan kemungkinan gangguan.

Antena tentu dampak propagasi gelombang radio, dan orientasi yang tidak benar dapat mengubah jangkauan sinyal untuk sesuatu yang berbeda dari apa yang ditentukan selama survei situs RF. Dalam kebanyakan kasus, Anda perlu titik antena vertikal ke tanah untuk memaksimalkan jangkauan (asumsi antena omni-directional lebih umum).

Uji Instalasi

Jangan menerima begitu saja bahwa cakupan Anda dan kabel baik-baik saja. Uji menggunakan perangkat seperti AirMagnet atau Jaket Kuning dengan memastikan bahwa kekuatan sinyal cukup tinggi di semua daerah di mana pengguna akan berkeliaran. Selain itu, pastikan bahwa kinerja memenuhi persyaratan sambil memanfaatkan perangkat klien bahwa pengguna yang sebenarnya akan beroperasi.Jika cakupan tidak sampai nominal, maka Anda mungkin perlu memindahkan beberapa jalur akses atau menginstal yang tambahan.

Menyelesaikan tes selama waktu ketika ada user yang khas dalam fasilitas tersebut.Saya telah melihat dampak signifikan terhadap propagasi dari kelompok-kelompok orang mendapatkan di antara klien dan perangkat jalur akses. Misalnya, rumah sakit mendapat liputan lebih sedikit dalam kamar pasien saat penuh dokter dan perawat.Akibatnya, menjalankan tes tersebut di bawah situasi terburuk.

Dokumen instalasi akhir

Setelah menyelesaikan instalasi, jangan lupa untuk hati-hati dokumen apa yang telah dilakukan. Dokumentasi harus mencakup sebuah diagram yang menggambarkan lokasi jalur akses terpasang dan pengaturan konfigurasi yang berlaku. Anda pasti akan membutuhkan dokumentasi ini untuk fisik menemukan akses poin di masa depan, dengan asumsi Anda benar-benar baik menyembunyikan mereka. Selain itu, informasi konfigurasi akan diperlukan dalam rangka untuk memonitor, memecahkan masalah dan upgrade WLAN.

Cara Mudah Sebelum Menggunakan WIFI Hot Spot


Sekarang ini banyak sekali cara untuk kita bisa online dan ber-surfing ria di internet. Salah satu yang sedang trend saat ini adalah koneksi dengan memanfaatkan Wifi Hot Spot. Selain lebih mudah dan yang terpenting adalah karena gratis. Namun karena gratis dan bebasnya ini, anda jangan sampai lengah dan menganggap bahwa koneksi internet lewat WIFI Hot Spot bebas hambatan dan tanpa gangguan.
Justru karena sifatnya yang “bebas” inilah, WIFI Hot Spot secara diam-diam menyebarkan ancaman besar yang tidak kita sadari. Karena sifatnya yang bebas ini juga, WIFI Hot Spot kadang harus mengorbankan segi keamanan dari jaringan yang anda gunakan. Sehingga tidak mengherankan bila kemudian laptop/ komputer/ smartphone anda yang terhubung dengan WIFI Hot Spot pun akan menjadi sasaran empuk para penjahat cyber atau penyebar virus lainnya.
Biar Anda lebih aman saat menggunakan WIFI Hot Spot, sebaiknya simak tips-tips berikut ini sebelum anda menggunakan WIFI Hot Spot. Anda tentu tidak ingin kan, file-file penting, data-data dalam laptop anda berpindah tangan atau diambil orang hanya karena anda terkoneksi pada sebuah WIFI Hot Spot.

1. Instal Firewall
Firewalll akan membantu anda terhindar dari serangan cyber. Begitu ada program atau ada user yang mencoba mengakses laptop anda lewat jaringan, sang firewall akan memblok atau mengingatkan anda. Sehingga andapun bisa mengontrol aktivitas data yang masuk atau keluar dari laptop anda.

2. Non Aktifikan WIFI Ad Hoc Mode
Sebelum menggunakan WIFI Hot Spot ada baiknya anda non aktifkan dulu WIFI Ad Hoc Mode dalam laptop atau smartphone/PDA anda, sehingga tidak ada “network connection” yang  secara otomatis berjalan dalam laptop anda. Jadi setiap koneksi yang terjadi pada Laptop anda, selalu ada dalam pengawasan anda dan memerlukan persetujuan dari anda sebelumnya.

3.  Pergunakan VPN
Ketika terkoneksi terhadap sebuah jaringan, ada baiknya anda menggunakan VPN dari perusahaan penyedia WIFI Hot Spot tersebut, sehingga koneksi anda lebih aman dan terjamin.

4.  Non Aktifkan File dan Printer Sharing
Saat menggunakan WIFI Hot Spot, laptop kita tidak memerlukan adanya File dan Printer sharing, karena itu sebaiknya anda matikan saja fitur ini. Sehingga anda bisa terhindar dari orang-orang iseng yang mencoba mengambil file-file penting dalam laptop anda.

5.  Matikan WIFI Anda
Anda berada di zona WIFI Hot Spot, tapi anda tidak menggunakannya. Sebaiknya anda matikan saja WIFI di Laptop anda. Selain demi keamanan, anda juga bisa menghemat baterai laptop anda.

6.  Sembunyikan Fitur WIFI di Laptop anda
Anda boleh bangga karena laptop/ pda atau smartphone anda dilengkapi dengan fasilitas WIFI. Tapi demi keamanan anda sendiri, sebaiknya anda sembunyikan saja fasilitas WIFI di laptop anda. Cukup anda yang tahu.

7.  Buat Folder Pribadi dan Memakai Password
Demi keamanan anda sebaiknya anda menyimpan file-file atau data-data penting anda dalam sebuah folder khusus dan biar lebih aman sebaiknya pergunakan password. Sehingga meskipun ada orang yang bisa mengakses komputer anda, dia akan mengalami kesulitan untuk mengakses file-file penting dalam laptop anda.