Blog Planet Wifi Router is designed as a study material for menperdalam about WI-MAX technology, Wifi, Wireless Internet. May be an asset to our progress sgucci: Internet Service Provider (ISP)

Sarana dan Prasarana tempat tongkrongan kedai kopi sambil belajar Dasar-dasar WIFI, Hotspot, dan dunia internet

HOT NEWS

Showing posts with label Internet Service Provider (ISP). Show all posts
Showing posts with label Internet Service Provider (ISP). Show all posts

Mengetahui Peran DNS dan DDNS

Topik DNS baru saja berlalu pembahasannya. Kini ada satu istilah lagi yang penting dipahami walaupun membuat kita sedikit "mengernyitkan dahi", yaitu istilah DDNS atau Dynamic Domain Name System. Lantas dimanakah letak korelasi antara DNS dengan DDNS? Begini ceritanya.








DNS 
DNS berfungsi seperti halnya phonebook pada HP kita. Bedanya, jika phone book berisi nama kontak dan nomor telepon yang tersimpan dalam memori HP (sim card), maka DNS berisi nama situs dan alamat IP yang tersimpan di DNS Server. Contoh berikut semoga memperjelas pemahaman kita.

Phone Book

Bambang
+6285765425561
Bengkel (Mamat)
+628138473829
Medical Store
+2178677818
Teddy Hidayat
+628137115602
Vera
+628883567677
Zacky
+622278321892

DNS Server
74.125.39.104
206.190.60.37
202.146.4.100
203.190.242.69
203.183.1.150
202.80.112.80



Pertanyaan 1
Saya bisa mengakses ribuan situs walau tidak pernah memasukkan nama situs, nomor IP dan menyimpannya di komputer seperti mengisi phonebook pada ponsel saya. Mengapa bisa demikian?

Jawab
Ya, itu berkat adanya DNS Server, yaitu phonebook kita di Internet.

Pertanyaan 2
Jadi apa sih sebenarnya DNS Server itu?

Jawab
DNS Server adalah "mesin" di dunia maya (baca: Internet) yang disediakan oleh lembaga atau perusahaan penyedia layanan ini, contohnya: Telkom, Indosat, CBN (untuk mesin di lokal) atau OpenDNS, Google Public DNS, Singnet (untuk server di luar negeri) serta masih banyak lagi. Jika tidak ada DNS Server, maka internet menjadi sangat tidak menyenangkan, sebab kita harus mengetikkan nomor alamat IP situs satu persatu. Ya, kita lebih mudah menyebut nama, sedangkan mesin meminta nomor. Inilah tugas DNS Server.

Pertanyaan 3
DNS Server mana yang kita pilih?

Jawab
Seperti halnya merk ponsel, maka kita boleh memilih DNS Server mana saja yang disukai dan reputasinya terkenal bagus. Kami tidak menganjurkan server yang ini atau yang  itu, tetapi kita harus memakai salah satu diantaranya. Berikut ini beberapa alamat DNS Server yang bisa kita pilih:

Telkom Speedy
202.134.2.5
203.130.196.5
202.134.0.155
202.134.1.10
202.134.0.62
202.159.32.2
202.159.33.2
202.155.30.227
Indosat (incl.IM2)
202.155.0.10
202.155.0.15
202.155.0.20
202.155.0.25
202.155.46.66
202.155.46.77
202.155.30.227
Google Public DNS
8.8.8.8
8.8.4.4
Open DNS
208.67.222.222
208.67.220.220

Pertanyaan 4
Di mana kita harus mengisikan alamat DNS Server?

Jawab
Pada setiap device yang akan berhubungan dengan Internet (Modem ADSL, PC Laptop, IP Camera, DVR dan lainnya) kita harus mengisi / memilih alamat DNS Server di atas. Jika tidak diisi, maka device tersebut tidak akan "connect".

ISP Billing Architecture


ISP Billing

Product Overview

  ISP Billing is advanced billing server that enables Internet Service Providers (ISP) to authenticate and bill their subscribers in broadband and/or wireless environments. The product features advanced subscriber authentication, granular billing, comprehensive reporting and high reliability. Combined with other  products, ISP Billing offers end-to-end infrastructure solutions for ISP providers.

Key Features

- Pre/Post-Paid Billing Support
- PIN or Username/Password Authentication
- Time and Flat Fee Billing
- Bandwidth Usage Billing
- Real-time Monitoring and Alerts
- Comprehensive Reporting
- Virtual Server Partitioning
- Carrier Grade Reliability

Pre/Post-Paid Billing Support

 ISP Billing supports both pre-paid and post-paid billing to allow extra flexibility for ISP providers and subscribers. The pre-paid billing method is more universal, as it allows providers to extend services subscribers without taking risk of non-payment. All session requests are billed in real-time which to ensure that whenever account balance is depleted the subscriber sessions will be disconnected. In post-paid billing scenario, ISP providers extend credit to subscribers in order to increase the demand for their services but take the risk of non-payment.

PIN or Username/Password Authentication

ISP Billing comes with integrated state-of-the-art RADIUS server which allows it to perform multiple authentication methods to best fit the requirements of the business model used by a particular ISP provider. In particular, the product can authenticate subscribers by PIN or username/password combinations.

Time and Flat Fee Billing

 ISP Billing supports multiple billing options, including time billing and flat fee billing. Time billing is the traditional billing method in the ISP industry where subscribers are billed by minute of service usage. Nowadays, however, more subscribers prefer to pay a flat fee for ISP services regardless of usage.

Bandwidth Usage Billing

ISP Billing also enables ISP providers to bill their subscribers by unit of bandwidth usage, such as Kilobyte. Because some applications have low while others high bandwidth requirements, by utilizing bandwidth usage billing, ISP providers can effectively segment subscribers and target specific market niches.

Real-Time Monitoring and Alerts

To ensure early diagnostic and timely problem resolution,ISP Billing offers comprehensive real-time monitoring and alert capabilities. The product can notify administrators via email alerts when particular events occur, such as when subscribers sign up for services or cancel subscriptions. Additionally, administrators can monitor in real-time multiple logs, including web access, Radius, CDR extract, FTP and others.

Comprehensive Reporting

 ISP Billing offers comprehensive reporting capabilities which enable providers to manage their businesses more effectively. The product provides multiple customizable reports including, accounting, revenue, expenses and others.

Virtual Server Partitioning

 ISP Billing offers virtual server partitioning functionality which enables providers to quickly grow their businesses through leveraging relationships with third parties. By partitioning a single  server, providers can lease its functionality to multiple resellers and generate revenues via revenue splits or by charging monthly, setup and per subscriber fees.

Carrier Grade Reliability

 ISP Billing offers improved system availability and reliability through support for redundant server configurations. Providers can set up an active and a passive server with periodic database replications between servers. The passive server can perform periodic status checks on the active one and can take over traffic if the latter becomes temporarily unavailable.

Wimax Indonesia

PRESS RELEASE
WIMAX INDONESIA
Masa depan Telekomunikasi di Indonesia
Saat ini Industri Jasa Telekomunikasi sedang memasuki suatu fase penting, yaitu fase transisi tekknologi dan penyelenggaran telekomunikasi. Dari teknologi yang berbasis Circuit Switching ke teknologi yang berbasis Packet Switching yang didukung oleh dominasi standard yang teknologi open berbasis IP (atau Internet). Internet akan menjadi jaringan telekomunikasi yang dominan menggantikan jaringan lama. Konvergensi akan segera terjadi dengan menggunakan Internet sebagai basis teknologinya. Jadi dalam beberapa tahun kedepan terjadi teknologi shifting dan migrasi yang besar-besaran baik di infrstruktur dan pada jaringan akses ke pelanggan. Proses ini akan terus berjalan sampai seluruh jaringan akan konvergen di Jaringan Internet.
Sementara itu persaingan Penyelenggaraan Telekomunikasi juga saat ini sedang memasuki fase yang penting. Yaitu pergeseran model bisnis telekomunikasi dari yang berbasis pulsa menjadi flat rate. Ini dapat dilihat dari seluruh promosi yang dilakukan oleh operator telekomunikasi. ARPU operator telekomunikasi berbasis voice menurun sangat drastis menjadi hanya Rp. 20 rb per pelanggan. Sedangkan ARPU pelanggan berbasis aplikasi (Blackberry, Facebook, Yahoo yang dibundle) meningkat pada angkat Rp. 500rb. Ini menunjukan perkembangan layanan telekomunikasi bergeser dari yang basic service menjadi rich content & application. Sehingga mau tidak mau deman akan bergerak menuju ke layanan yang lebih beragam dari pada cuma sekedar layanan telekomunikasi suara. Untuk mendukung perkembangan layanan tersebut diperlukan Jaringan Akses Broadband yang lebih cepat dan lebih baik dari jaringan eksisting.
Bagaimana ISP ? – Metamorphosis Phase
ISP berada di persimpangan jalan, apakah akan tetap sebagai penyelenggara jasa atau akan menjadi juga sebagai penyelenggara jaringan. Sebagai Penyelenggara Jasa tentu akan lebih mengarah ke konten dan sebagai Penyedia Akses ke pelanggan ISP tentu saja memerlukan Jaringan Akses dan infrastruktur pendukungnya. Sehingga akhirnya ISP akan bergerak kepada 2 stream yaitu Penyedia Konten (Content Provider) dan Penyedia Jaringan (Network Provider). Kedua hal tersebut saling terkait menentukan perkembangan Jaringan Internet dan Aplikasi nya. Sehingga mau tidak mau ISP harus ikut serta mengembangkan Jaringan Broadband untuk terus eksis sebagai penyedia layanan berbasis Internet.
Data dari APJII menunjukan skala ekonomi ISP terus menciut. Secara lisensi jumlah Lisensi ISP terus bertambah mendekati angkat 300 perusahaan. Namun secara ekonomi tidak ada pertumbuhan yang berarti. Pertumbuhan terjadi hanya pada operator berskala besar dan mencapai skala ekonomi yang cukup dalam hal pencapaian jumlah pelanggan sehingga akhirnya mampu menekan ke harga yang optimal dan menguntungkan pelanggan.
Dengan lingkungan persaingan yang sedemikian ketat ini memaksa ISP harus juga bisa bersaing dan mendapatkan opportunity pertumbuhan dan market yang memadai sehingga dapat mencapai skala ekonomi yang cukup agar dapat bersaing dalam lingkungan kompetisi telekomunikasi yang bebas di Indonesia. Sehingga mau tidak mau ISP harus bisa melakukan konsolidasi industri menjawab tantangan dalam pengembangan transisi telekomunikasi industri masa depan.
TENDER BWA 2,3 GHZ
Tender Lisensi frekwensi 2,3 GHz dan Penyelenggaraan Jaringan Tertutup berbasis Packet switch yang di buka oleh pemerintah merupakan jawaban atas kebutuhan para ISP dalam transisi industri telelkomunikasi dan antisipasi ke masa depan agar ISP tetap eksis dalam tatanan Industri Telekomunikasi masa depan yang berbasis Internet sebagai Jaringan Telekomunikasi yang dominan.
APJII menghargai tender yang digelar pemerinta tersebut, sebagai tanggapan ke pemerintah itu maka para ISP membentuk konsorsium penyelenggara jasa Internet. Yang disebut Konsorsium Wimax Indonesia. Konsorsium ini terdiri dari 30 ISP yang merupakan ISP yang sudah beroperasi dengan basis daerahnya masing-masing. Para ISP ini juga sepakat menunjuk PT. Rahadjasa Media Internet sebagai Pemimpin Konsorsium. Visi kedepan Konsorsium Wimax Indonesia ini adalah menjadi Operator Telekomunikasi berbasis Internet yang akan menyediakan layanan akses Internet secara nasional dan ikut serta membangun Jaringan Telekomunikasi yang berwawasan masa depan.
Terlampir daftar anggota Konsorsium Wimax Indonesia.
Jakarta, 19 Mei 2009
Atas nama
Sgucci Wimax Indonesia

The first Wimax Network has been testing in few Internet Cafe's in Beijing./Testing wimax pertama dichina

The first Wimax Network has been testing in few Internet Cafe's in Beijing.

According to the latest report from China Internet Network Information Centre, the number of Internet users in China has reached 210 million at the end of 2007 and is likely to surpass United States this year. There are as high as 33.9% of net citizen regularly make use of Internet cafe's as their main venue to assess to the Internet. There are over 120,000 licensed Internet cafe's in China with a minimum of 100 PC each - meaning a network of over 12 million PC and it covers 70 million net citizens.

Mobizone has spotted an opportunity in this large internet cafe population, and has established a free of charge network, revenue share with content, model with internet cafe operator. By providing virtually unlimited bandwidth capacity to Internet cafe free of charge, Internet cafe operator can earn a share of revenue from gamers who spend money in online game at their cafe. The Chair-lady of China internet cafe association Ms Wu Yan said," Mobizone network is a trump card for internet cafe operators. Internet cafe's will now be able to share revenue with online game operators, and it is in their best interest to co-work with game companies to promote and provide best services to end users.

ini adalah cara membuat (wireless kaleng susu)

Jangan buang kaleng di rumah Anda. Daur ulang sebagai antena wireless murah meriah.
Konsep dasar gaya hidup hijau, yakni reuse, refill, dan recycle, juga berlaku di dunia teknologi informasi. Hal ini dibuktikan oleh catur agus atau akrab dipangil Ceppy. Ceppy mendaur ulang kaleng menjadi antena wireless LAN. Awalnya memang isengiseng sebagai wadah eksperimental, namun kini, bisnis ini telah menjadi lahan baru yang cukup menjanjikan.
Sebenarnya isitilah antena kaleng bukan penyebutan yang benar. Sebab, kaleng dalam keseluruhan antena ini, hanya berfungsi sebagai balancing saja.Ceppy menganalogikan dengan antena helical pada HT yang sebenarnya hanya balancing, bukan antena.
Ceppy mulai menekuni bisnis pembuatan antena kaleng sejak tahun 2008. Awalnya, Ceppy yang melakukan bersama Gucci ini, menggunakan kaleng susu anaknya sebagai bahan eksperimen. Sayang sekali, saat itu spectrum analyzer susah dicari sehingga Ceppy dan Gucci tidak bisa menganalisis performance antena kaleng buatan sendiri.
Mereka hanya menganalisis berdasarkan jarak jangkauan dan stabilitas koneksi saja. Sedangkan signaling tidak bisa dianalisis tanpa tool. Jadi, saat itu tidak diperoleh data kebocoran sinyal, adanya spletter ke frekuensi lain, dan lain sebagainya.
Lambat laun, Ceppy mulai menganalisis sendiri berdasarkan trial and error. Dan berhasil menemukan beberapa titik kritis dalam pembuatan antena kaleng. Misalnya, antena kaleng itu umumnya punya sudut pancaran (beamwidth) 15 derajat. Hal ini diketahui dengan membandingkan sudut pancaran signal antena jadi.
Ceppy juga memanfaatkan secara maksimal panduan-panduan mengenai antena wireless yang ada di Internet.Tak jarang Ceppy mencari orang yang dianggap pakar untuk diajak berdiskusi.
Dari hasil trial and error, diskusi, mencoba lagi, eksperimen, dan panduan di Internet, Ceppy akhirnya menemukan cara optimal merakit antena kaleng.
Cara-cara optimal tersebut meliputi perhitungan ideal, teknis pemasangan, hingga mekanisme pointing yang benar. Hasilnya, antena kaleng buatan Didin berani diadu dengan antena wireless orisinal.
Saat sudah menemukan teknik ideal perakitan antena kaleng, terjadi hal yang menguntungkan di dunia Internet Indonesia. Yakni tren layanan baru Internet Service Provider (ISP) yang menyediakan aplikasi wireless mulai marak. Di samping itu, banyak ISP yang mengubah topologinya dengan misi mendekatkan diri ke konsumen. Yakni konfigurasi dan topologi jaringan wireless LAN outdoor low range dengan maximum density.
â€ÂœMaksudnya,â€Â lanjut Ceppy, â€ÂœISP mendirikan Base Transmission Station (BTS) baru di sekitar konsentrasi kliennya, dengan jangkauan rendah (sekitar 1-2 km) untuk menjangkau pelanggan yang terkonsentrasi di daerah tersebut.â€Â
Teknik Pemasangan Pembuatan antena kaleng sendiri melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah pembuatan antena kaleng itu sendiri. Dilanjutkan dengan pemasangan dan pointing. Panduan langkah demi langkah pembuatan antena kaleng kami sertakan dalam boks khusus di akhir artikel ini. Panduan tersebut dibuat khusus untuk PC Media. Dan diperagakan oleh dua orang staf Ceppy, yakni indra dan Firman.
Ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum melakukan instalasi. Yakni, gunakan perhitungan Link Budget Calculator dari http://www.satsig.net/link-budget.htm. Dan untuk kalkulasi site survey menggunakan situs http://www.cplus.org/rmw/english1.html.
Setelah terpasang dan sudah di-pointing, bandingkan gain antena wave guide dengan antena existing link yang sudah ada. Pasang antena di tower atau pipa kemudian lakukan pointing sampai maksimal dan siap digunakan.
Jangan lupa, perhatikan cuaca untuk keselamatan antena dan radio. Jangan pernah melakukan pointing saat mendung, apalagi hujan. Baik di lokasi pemasangan atau di ISP yang hendak dituju. Bagaimanapun, antena wave LAN, baik kaleng atau orisinal, masih sensitif terhadap cuaca.
Beragam Bentuk Berbeda CaraAda perangkat radio yang sudah memiliki mini HUB di dalamnya. Seperti produk Iconnect. Namun, ada juga yang masih konektornya UTP biasa, seperti produk Compex, Senao, Planet, dan lain sebagainya.
Untuk perangkat radio yang sudah memiliki mini HUB atau mini router atau NAT gateway, bisa langsung dipasang ke komputer pengguna, tanpa melewati router lagi. Namun, jika model perangkat radio yang dipasang masih tipe bridging biasa, dibutuhkan router. Terutama jika koneksi hendak di-share ke beberapa klien.
Namun jika hanya untuk satu single user, bisa langsung dipasang melalui ethernet card. Menurut Didin, ISP di Indonesia umumnya memilih produk yang sudah memiliki router atau NAT gateway. Sebab, selain lebih mudah pengaturan atau setting-nya, juga topologinya lebih fleksibel.
Setelah siap dipasang, tinggal pointing untuk mencapai sinyal dari ISP. Menurut Ceppy, antena yang sudah dirakit dengan cara seperti ini bisa menjangkau 1 hingga 2 km.
CARA PEMBUATAN ANTENA KALENG
1. Pertama, siapkan peralatan dan bahan-bahan. Mulai bor, penggaris, hingga kaleng bekas dengan profil dimensi yang sesuai. Dalam contoh yang diperagakan, digunakan kaleng bekas Quaker Outmeal. Kaleng ini setara dengan kaleng susu instan ukuran 400 gr, Twister Stick Snack, atau kaleng buah produk Cina.
Kemudian, kaleng dibersihkan dan diratakan mulutnya agar tidak melukai tangan. Pastikan kaleng sudah bersih dan kering sebelum masuk ke tahap berikutnya. 1
2. Dilanjutkan dengan pengukuran diameter dan tinggi kaleng. Masukkan ukurannya dalam rumus untuk menentukan titik wave guide dan penguatannya. Rumus bisa dilihat di situs pada akhir artikel ini.
Siapkan konektor N Female Panel Mount dan membuat wave guide sesuai hasil kalkulasi dimensi kaleng dan frekuensi yang telah diperoleh sebelumnya dari rumus.
3. Ukur lokasi dari dasar kaleng dan bor titik wave guide. Kemudian buat lubang baut dudukan konektor N Female Panel Mount.
Tahap berikutnya adalah perkabelan. Kupas inner tembaga kabel CNT/LMR-200 yang memiliki nilai resistansi 50 Ohm untuk wave guide. Lanjutkan dengan menyambung kabel inner Wave Guide ke konektor N Female Panel Mount.
Panjang kabel jumper adalah kelipatannya hasil yang diperolehdari rumus: berdasarkan rumus (3 x 108 (rambatan sinyal di udara)/frekuensi dalam khz) x 0,92 (koefisien kabel).
Sedangkan loss akibat kabel dihitung berdasar situs www.swisswireless.org/wlan_calc_en.html.
4. Pasang wave guide yang sudah tersolder di ke lubang di kaleng. Eratkan baut konektor ke kaleng. Jangan lupa untuk segera menutup dengan rubber silicon sebagai pelindung dari kebocoran air dan mencegah terjadinya karat pada konektor.
Bor dasar kaleng untuk memasang clamp mounting ke tower atau dudukan antena. Solusi lain, bisa juga menggunakan besi plat untuk stang kaleng. Intinya, kaleng bisa ditempelkan kuat ke tower atau tiang tanpa kesulitan. Tentu saja, wave guide tidak boleh bergeser atau bergerak ke titik yang lain.
5. Potong kabel RG-8 9913/CNT/LMR-400 yang memiliki nilai resistansi 50 Ohm untuk jumper dengan panjang kelipatan 11,5 cm. Perhatikan situs referensi untuk melihat rumus perhitungan cable balancing.
Pasangkan konektor N Male atau N Female ke jumper. Lalu lindungi sambungan konektor dengan rubber silicon.
Setelah terpasang kuat, baru masuk tahap finishing, yakni pemasangan tutup depan kaleng. Tutup depan ini perlu diperhatikan bahannya, tidak dari bahan metal. Jadi bisa plastik atau PVC. Kemudian semua celah diberi silicon gel, untuk penahan air. Lalu dimulailah pengecatan bodi kaleng sesuai selera.
6. Setelah terangkai semua dengan kuat dan enak dilihat, maka antena kaleng siap dipasang. Ada dua cara pemasangan antena kaleng ini. Keduanya tidak jauh berbeda dengan pemasangan antena wave LAN biasa. Kedua cara ini tergantung pada jenis perangkat radio yang digunakan.
Ada perangkat yang langsung ke komputer, ada juga yang membutuhkan router. Setelah terpasang, uji coba antena dengan teknik War Driving. Teknik ini menggunakan software Site Survey seperti Netstumbler.