Blog Planet Wifi Router is designed as a study material for menperdalam about WI-MAX technology, Wifi, Wireless Internet. May be an asset to our progress sgucci: WiMAX radio

Sarana dan Prasarana tempat tongkrongan kedai kopi sambil belajar Dasar-dasar WIFI, Hotspot, dan dunia internet

HOT NEWS

Showing posts with label WiMAX radio. Show all posts
Showing posts with label WiMAX radio. Show all posts

Wireless Architectures


The following section will provide a simple overview of wireless concepts and nomenclature to help the reader understand how WiMAX works and will assist the reader in com-municating with the WiMAX industry.

Wireless architecture: point-to-point and point-to-multipoint

There are two scenarios for a wireless deployment: point-to-point and point-to-multipoint.
  Point-to point and point-to-multipoint configurations

Point-to-point (P2P)
Point to point is used where there are two points of interest: one sender and one receiver.  This is also a scenario for backhaul or the transport from the data source (data center, co-lo facility, fiber POP, Central Office, etc) to the subscriber or for a point for distribution using point to multipoint architecture.  Backhaul radios comprise an industry of their own within the wireless industry.  As the architecture calls for a highly focused beam between two points range and throughput of point-to point radios will be higher than that of point-to-multipoint products.


Point-to-Multipoint (PMP)
As seen in the figure above, point-to-multipoint is synonymous with distribution.  One base station can service hundreds of dissimilar subscribers in terms of bandwidth and services offered.

Line of sight (LOS) or Non-line of sight (NLOS)?
The difference between line of sight and non-line of sight


Earlier wireless technologies (LMDS, MMDS for example) were unsuccessful in the mass market as they could not deliver services in non-line-of-sight scenarios.  This limited the number of subscribers they could reach and, given the high cost of base stations and CPE, those business plans failed.  WiMAX functions best in line of sight situations and, unlike those earlier technologies, offers acceptable range and throughput to subscribers who are not line of sight to the base station.  Buildings between the base station and the subscriber diminish the range and throughput, but in an urban environment, the signal will still be strong enough to deliver adequate service.  Given WiMAX's ability to deliver services non-line-of-sight, the WiMAX service provider can reach many customers in high-rise office buildings to achieve a low cost per subscriber because so many subscribers can be reached from one base station.  


WiMAX development scenarios


Kita akan memasuki jaringan 4G dengan membangun arsitektur yang merupakan perpaduan solusi VoIP dan Mobile IP based. Arsitektur ini merupakan perpaduan WiMAX micro-cell dengan Wi-Fi yang mendukung layanan voice dan data yang pada awalnya akan dikembangkan untuk daerah perkotaan dan akan dihubungkan dengan WiMAX macro-cell melalui  interoperability link WiMAX point-to-point. Kedepannya ketika mobile WiMAX akan memasuki pasar maka dibangun sesuai dengan model yang sama dengan layanan seluler untuk memenuhi tujuan jaringan 4G. 
WiMAX micro cell bergabung dengan Wi-Fi sebagai jalur migrasi menuju 4G Saat ini pengguna harus mulai mempertimbangkan apakah akan menggunakan Wi-Fi,WiMAX atau keduanya, karena beberapa device sudah mulai ditanamkan WiMAX Radio. Berbeda dengan Wi-Fi yang sudah sejak lama ada pada notebook, ponsel dan PDA. Untuk implementasi awal, WiMAX akan digunakan sebagai backhaul untuk memperluas WiFi hotspot dalam membentuk micro cell. Dengan WiMAX, hotspot akan dikonversi menjadi hotzone, agar ponsel Wi-Fi Voip seperti VoiceLine XJ100 yang dibuat oleh Net2Phone dapat tetap tersambung walaupun bergerak dari satu hotspot ke hotspot yang lain. Satu WiMAX base station dapat menangani ratusan megabit per detik data dan dapat menjadi feeder satu atau lebih Wi-Fi AP pada satu gedung.
Pembangunan Mobile WiMAX menuju 4G Mobile WiMAX telah ada sejak tahun 2007-2008 yang memfasilitasi pengguna ponsel VoIP dapat berkomunikasi pada area perkotaan,daerah pedesaan atau yang susah dijangkau jaringan kabel yang dilayani oleh spektrum WiMAX. Pengguna akan melakukan koneksi ke Wi-Fi (802.11) ketika mereka berada di hotspot, dan akan melakukan koneksi ke WiMAX (802.16) ketika mereka meninggalkan hotspot dan berada pada area layanan WiMAX. Untuk penawaran mobilitas, layanan wireless harus memiliki mobilitas seperti pada layanan telepon seluler. Solusinya adalah dengan membuat cell cell kecil,daripada mencoba menjangkau wilayah yang luas menggunakan satu antena.



Wimax Akan diluncurkan Bertepatan Momentum 100 Tahun Harkitnas


Jakarta, (APTEL) - Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional kali ini akan diperingati agak berbeda dengan peringatan Harkitnas sebelumnya. Hal itu nampak dari berbagai kegiatan yang akan dilakukan Panitia Nasional yang di ketuai Menkominfo Mohammad Nuh. Peluncuran Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) versi Indonesia pada tahun 2008 diharapkan menjadi salah satu momentum 100 tahun kebangkitan nasional 28 Mei 2008. Hal itu dikatakan Menkominfo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI di gedung parlemen di Jakarta, beberapa waktu lalu.


"Kita akan meluncurkan Wimax versi Indonesia pada 28 Mei 2008 nanti. Ini sebagai kebanggaan nasional di bidang teknologi," kata Menkominfo.

Namun demikian peluncuran Wimax itu tidak serta merta bisa segera dilakukan, sebab memerlukan pengkajian yang dan penelitian mendalam untuk bisa diimplementasikan dan sekarang ini proyek Wimax versi Indonesia sedang dalam tahap penelitian yang dilakukan Depkominfo bersama dengan BPPT, Ristek dan LIPI.

"Sekarang sudah riset. Kita punya hasil riset berupa bagian-bagian Wimax yang masih terpisah, masih dalam bentuk belum utuh. Kita mempunyai tugas untuk menggabungkan ini semua dengan orientasi hasil akhir produk," katanya. Proyek ini akan menggabungkan berbagai hasil riset tentang Wimax menjadi satu bagian dan hasilnya akhir berupa produk Wimax versi Indonesia” tandasnya.
Wimax adalah salah satu teknologi yang memudahkan masyarakat mendapatkan koneksi Internet berkualitas, untuk melakukan aktivitas dengan teknologi nirkabel telekomunikasi berbasis protokol internet.

***

Sementara itu di tempat berbeda Menkominfo juga mengatakan bahwa, pemerintah siap menggenjot penetrasi internet broadband di Indonesia dengan upaya menggelar program hotspot gratis di seluruh nusantara sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan per kapita negara.
"Bulan depan kami akan memulai program hotspot gratis ini dengan menggandeng sejumlah penyedia layanan internet," ujarnya di sela acara Indonesia Broadband Summit, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dengan tingginya penetrasi internet akan menimbulkan multiplier effect terhadap industri, khususnya di sektor riil. Namun, lanjutnya, efek domino terhadap growth domestic product (GDP) negara akan sangat tergantung pada konten dan aplikasi.

"Jadi, selama konten dan aplikasi belum tumbuh dengan baik, saya kira efeknya kecil," Jelasnya. "Karena itu harus paralel. Dengan mendorong internet broadband, industri aplikasi harus didorong juga," ia menambahkan. Oleh sebab itu, pemerintah akan mendorong melalui pemberian insentif bagi industri lokal. "Misalnya, dengan mempermudah akses ke permodalan dan membantu dalam bentuk promosi." Jelasnya.

***


Sebagaian masyarakat menyambut baik jika ada hot spot gratis. Sejauh ini telah banyak kantor pemerintah yang menerapkan jaringan nirkabel dan internet melalui hotspot.Selain untuk membuat akses jaringan internal didalam kantor,hotspot yang sudah tersambung dengan internet tersebut juga "diberikan' kepada masyarakat. Biasanya layanan hotspot ini bisa diakses disekitar gedung pemerintahan atau taman kota dan manfaatnya masyarakat bisa mengakses internet secara gratis.




Beberapa pemerintah daerah yang sudah membuat layanan hotspot ini antara lain : Kabupaten Sumenep, Kabupaten Kebumen, Kabupaten garut, Kota Surabaya, Kota Tarakan, Kabupaten Bantul, Kabupaten Aceh Singkil dan masih banyak lagi.Jaringan nirkabel adalah masa depan ( wireless network is future ). Mengingat manfaatnya jauh lebih besar, sudah selayaknya kalangan pemerintah di Indonesia mempertimbangkan jaringan nirkabel".




Jika semua Pemda di Indonesia menerapkan hal ini dampaknya akan luar biasa, Gedung pemerintahan dan taman kota akan dipenuhi oleh orang-orang yang nginternet, pagi, sore bahkan hingga malam. Selain sebagai tempat rekreasi, refreshing, bisa juga untuk proses belajar berbagai ilmu pengetahuan guna meningkatkan wawasan melalui fasilitas nirkabel hotspot yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas SDM Indonesia. (Sumber ;Aptel)

Allokasi spectrum wimax

Jadi Anda ingin menggelar sebuah layanan WiMAX untuk bersenang-senang dan keuntungan? You go to WiMAX World and go from vendor booth to vendor booth checking out the vendors. Anda pergi ke WiMAX Dunia dan pergi dari vendor vendor bilik umum untuk memeriksa vendor. They are uniformly professional and qualify you without asking any seemingly tough questions such as "So, what spectrum should we build your WiMAX radios for?" Mereka secara seragam profesional dan memenuhi persyaratan Anda tanpa meminta apapun pertanyaan sulit yang tampaknya seperti "Jadi, apa yang harus kita membangun spektrum WiMAX radio untuk Anda?" they politely ask. mereka sopan bertanya. "Spectrum? What's that and why is it important?" "Spectrum? Apa itu dan mengapa ini penting?" you ask. Anda bertanya.

Everything electromagnetic operates on a given frequency we call spectrum. Semuanya elektromagnetik beroperasi pada frekuensi tertentu yang kita sebut spektrum. Anything transmitting on the same frequency as your WiMAX radio will interfere with your WiMAX transmissions, potentially to a point where your service is rendered useless. Sesuatu transmisi pada frekuensi yang sama sebagai radio WiMAX akan mengganggu transmisi WiMAX Anda, potensial ke titik di mana layanan yang diberikan Anda tidak berguna. In order to avoid this, government regulatory agencies seek to control interference by limiting the number of operators on a given frequency in a given geographic market. Untuk menghindari hal ini, lembaga regulator pemerintah berusaha untuk mengontrol interferensi dengan membatasi jumlah operator di frekuensi tertentu dalam suatu pasar geografis. In the US, this was codified by the Radio Act of 1927 which essentially set the parameters of frequency and geography as the chief parameters for who would be a allowed to transmit where and at what frequency. Di Amerika Serikat, ini dikodifikasikan oleh Undang-Undang Radio tahun 1927 yang pada dasarnya menetapkan parameter frekuensi dan geografi sebagai parameter utama yang akan diperbolehkan untuk mengirim ke mana dan berapa frekuensi. Very simply put, spectrum policy around the world focuses on three factors: allocation, assignment and enforcement. Sangat sederhana menaruh, kebijakan spektrum di seluruh dunia berfokus pada tiga faktor: alokasi, tugas dan penegakan.

Allocation sets aside spectrum for specific uses such as cell phones at 1.9 GHz, broadcast TV at 500 MHz, etc. Assignment is most widely represented by spectrum auctions such as the recent Advanced Wireless Services held by the Federal Communications Commission. Menetapkan alokasi spektrum samping untuk menggunakan tertentu seperti telepon seluler adalah 1.9 GHz, siaran TV di 500 MHz, dll Tugas adalah yang paling banyak diwakili oleh lelang spektrum seperti Advanced Wireless Services baru-baru ini diselenggarakan oleh Komisi Komunikasi Federal. Those who bid highest get the spectrum. Mereka yang mendapat tawaran tertinggi spektrum. Enforcement occurs when someone breaks the rules and the federal police show up to arrest the offending radios and take them away to radio jail. Penegakan terjadi ketika seseorang melanggar peraturan dan polisi federal muncul untuk menangkap menyinggung radio dan membawa mereka pergi ke penjara radio.

How does the newly minted WiMAX operator stay out of radio jail? Bagaimana baru dicetak operator WiMAX radio tetap berada di luar penjara? The operators' options fall into two categories: a) operate on licensed or b) unlicensed spectrum. Operator pilihan 'jatuh ke dalam dua kategori: a) beroperasi pada berlisensi atau b) spektrum tak berlisensi. Licensed spectrum is protected by the government authorities and unlicensed is not protected. Izin spektrum dilindungi oleh pemerintah dan tidak berlisensi tidak dilindungi. Those who trespass onto licensed spectrum may go to radio jail. Orang yang bersalah ke spektrum berlisensi boleh pergi ke penjara radio. In the US, that means Federal Marshalls can be called in to disband an illegal operation. Di AS, itu berarti Federal Marshall dapat dipanggil untuk membubarkan operasi ilegal.



Table 1 Popular spectrum for WiMAX uses worldwide Tabel 1 Populer menggunakan spektrum untuk WiMAX di seluruh dunia

Licensed Spectrum Izin Spectrum
So how does one get licensed spectrum? Jadi bagaimana satu mendapatkan lisensi spektrum? In the US, the answer is one of two avenues for the WiMAX-friendly bands: auction or sublease. Di Amerika Serikat, jawabannya adalah salah satu dari dua jalan untuk WiMAX-ramah band: lelang atau menyewakan. Auctions are infrequent. Pelelangan jarang terjadi. Don't wait for one unless it fits directly into your business plans (example the 700 MHz auction will be the next big one held by the US FCC). Jangan menunggu untuk satu kecuali cocok langsung ke dalam rencana bisnis (contoh dari 700 MHz lelang akan menjadi besar berikutnya dipegang oleh US FCC). Prospective auction participants apply to the FCC (or other regulatory agencies outside the US) to participate. Calon peserta lelang berlaku untuk FCC (atau badan pengatur lainnya di luar AS) untuk berpartisipasi. The auction itself takes place online over a number of weeks. Lelang itu sendiri berlangsung secara online selama beberapa minggu.

The more expeditious means of obtaining licensed spectrum is by sublease. Lebih cepat cara memperoleh izin spektrum adalah dengan menyewakan. Subleasing occurs when an operator negotiates a sublease from the primary license holder. Subleasing terjadi ketika operator melakukan negosiasi yang menyewakan dari pemegang lisensi utama. In the US, license holders can be identified via the FCC's online database known as the Universal Licensing System (ULS). Di AS, pemegang lisensi dapat diidentifikasi melalui database online FCC dikenal sebagai Sistem Perizinan Universal (ULS). Contact information for both the license holder and their attorney is listed as well as frequencies and geographic areas covered. Informasi kontak bagi pemegang lisensi dan pengacara mereka terdaftar serta frekuensi dan wilayah geografis tertutup. The FCC considers subleasing to be an efficient means of distributing spectrum after the auction. FCC menganggap subleasing menjadi efisien cara mendistribusikan spektrum setelah pelelangan.

Pricing for spectrum follows the following equation: cents/MHz/POP. That is, X cents per one MHz multiplied by population in the geographic area in question. Harga untuk spektrum mengikuti persamaan berikut: sen / MHz / POP. Jelasnya, X sen per satu MHz dikalikan dengan jumlah penduduk di wilayah geografis yang bersangkutan. That geographic area is designated by the FCC for that allocation (BRA, MEA, etc). Wilayah geografis yang ditetapkan oleh FCC untuk alokasi (BRA, MEA, dll). The population is determined by the most recent census (2000 in the US). Penduduk ditentukan oleh sensus terbaru (2000 di AS). For example, you're seeking 20 MHz at 2.5 GHz in a market that had 1 million people in the 2000 census and you settle on 5 cents as the price, then your cost for the duration of the license is .05 x 20 x 1 million = $1 million. Misalnya, Anda sedang mencari 20 MHz pada 2,5 GHz di pasar yang sudah 1 juta orang di tahun 2000 dan Anda menetap di 5 sen sebagai harga, maka biaya selama masa ijin telah ,05 x 20 x 1 juta = $ 1 juta. Expect your negotiations to take many months or more. Mengharapkan negosiasi untuk mengambil berbulan-bulan atau lebih.

Finally, some high frequency spectrum can be obtained from the FCC via a simple application process. Akhirnya, beberapa spektrum frekuensi tinggi dapat diperoleh dari FCC melalui proses aplikasi yang sederhana. These frequencies (30/60/80 GHz for example) are used for backhaul (point to point) and, at that high frequency, have a maximum range of about 1 mile, ergo the probability of interfering with another operator is small. Frekuensi ini (30/60/80 GHz misalnya) digunakan untuk backhaul (titik ke titik) dan, pada frekuensi tinggi, memiliki jangkauan maksimum sekitar 1 mil, ergo probabilitas ikut campur dengan operator lain kecil.



Unlicensed spectrum Berizin spektrum
Many are the successful Wi-Fi (unlicensed 2.4 GHz) service providers. They have learned to deal with interference from other unlicensed operators via agreements with the other operators, changing channels within the unlicensed bands, changing antenna polarity and other tricks of the trade to mitigate interference on open standards equipment using unlicensed frequencies. Banyak orang yang beruntung Wi-Fi (tanpa lisensi 2,4 GHz) penyedia layanan. Mereka telah belajar untuk berurusan dengan gangguan dari operator tanpa izin lain melalui perjanjian dengan operator lain, mengubah saluran dalam band tanpa izin, mengubah polaritas antena dan trik lainnya untuk perdagangan mengurangi gangguan pada peralatan standar terbuka menggunakan frekuensi tanpa izin. WiMAX operators expecting to use unlicensed spectrum can learn a lot from the experiences of Wi-Fi operators. Operator WiMAX berharap untuk menggunakan spektrum tak berlisensi dapat belajar banyak dari pengalaman operator Wi-Fi.

Service providers using WiMAX on unlicensed frequencies will have more tools than Wi-Fi operators to use in overcoming interference from other operators. Penyedia layanan menggunakan WiMAX pada frekuensi tidak berlisensi akan memiliki lebih banyak alat daripada Wi-Fi operator untuk digunakan dalam mengatasi gangguan dari operator lain. Some of those tools include: Beberapa alat-alat tersebut meliputi:
  • OFDM OFDM
  • Dynamic Frequency Selection Dynamic Frequency Selection
  • Dynamic Bandwidth Allocation Dynamic Bandwidth Alokasi
  • Adaptive Antenna Systems (beam forming/steering) Adaptive Antenna Systems (berkas membentuk / steering)
  • Multiple In/Multiple Out (MIMO) Antennas Multiple In / Multiple Out (MIMO) Antena
  • Software Defined Radios (SDR) Software Ditetapkan Radios (SDR)
These technologies should not be thought of as panaceas or "get out of radio jail free cards" for the unlicensed operator, they may make the difference between acceptable and unacceptable services. Teknologi ini tidak boleh dianggap sebagai panaceas atau "keluar dari penjara radio kartu bebas" untuk operator tanpa izin, mereka mungkin membuat perbedaan antara layanan yang dapat diterima dan tidak dapat diterima.



Conclusion Kesimpulan

As evidenced in the text and tables of this article, there are advantages to both licensed and unlicensed operations. Dibuktikan dalam teks dan tabel artikel ini, ada keuntungan untuk kedua izin dan tanpa izin operasi. Ultimately a service provider might use a balanced mix of licensed and unlicensed spectrum to serve their markets. Akhirnya penyedia layanan dapat menggunakan campuran yang seimbang dan tanpa izin spektrum berlisensi untuk melayani pasar mereka. The service provider will have to determine via a rigorous site survey as to what potential sources of interference exist in their markets. Operator selular harus menentukan situs melalui survei yang ketat seperti apa sumber-sumber potensi gangguan ada di pasar mereka. The service provider will also have to evaluate the trade offs of protected vs. unprotected spectrum when offering service to their customers be they business (very demanding) or residential (equally demanding, they just don't have an IT director). Operator selular juga akan mengevaluasi perdagangan yang dilindungi vs off spektrum yang tidak dilindungi ketika menawarkan layanan kepada pelanggan mereka menjadi bisnis mereka (sangat menuntut) atau hunian (sama-sama menuntut, mereka hanya tidak memiliki direktur TI).